Perjalanan kami ditemani oleh rintik hujan yang mengguyur sejak azan subuh berkumandang. Rasa penasaran yang membuat kami berdua tetap berangkat ke salah satu destinasi wisata yang sudah mendunia
Ya, Gili Trawangan. Kawasan wisata yang terletak di Kabupaten Lombok Utara, NTB menjadi tujuanku dan Pak Su hari ini. Untuk menuju tempat ini, ada beberapa alternatif jalur penyeberangan yang bisa pengunjung gunakan. Ada yang dari Teluk Nare, ada juga dari Bangsal. Menyebrang dari teluk Nare biayanya lebih mahal jika dibandingkan dengan penyeberangan lewat Bangsal. Hal ini disebabkan karena pelabuhan teluk kombal biasanya digunakan oleh para wisatawan asing. Sementara di pelabuhan Bangsal ada penyeberangan untuk masyarakat umum.
Untuk sampai ke tepat ini maka maka pengunjung harus menggunakan Speed Boot atau kapal motor. Kita bisa memilih jenis angkutan yang kita gunakan mulai dari biaya yang murah atau mahal.
Kalau menggunakan speed boad dengan biaya sekitar 300-350 ribu penumpang bisa langsung berangkat menuju Gili Trawangan tanpa menunggu penumpang lain. Sementara kalau menggunakan angkutan kelas ekonomi, kita cukup merogok kocek 23.000 perorang, namun harus menunggu penumpang penuh baru kapal motor bisa berangkat.
Penyeberangan dari Bangsal menuju Gili Trawangan membutuhkan waktu 30 menit menggunakan kapal motor. Tapi kalau menggunakan speed boat maka.waktu yang dibutuhkan relatif lebih cepat.
Menjelang Zuhur perahu motor yang kami tumpangi merapat di dermaga Gili Trawangan. Hamparan pasir putih dan birunya air pantai yang bersih menyambut kedatangan para wisatawan domestik maupun mancanegara. Tidak heran jika banyak sekali wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sana.
Pengunjung tidak akan pernah menemukan kendaraan bermotor di wilayah ini. Para wisatawan hanya diperbolehkan menggunakan sepeda atau becak sebagia alat transportasi. Kondisi ini yang membuat wilayah ini bersih dari polusi asap kendaraan bermotor.
Bagi pengunjung yang ingin mengeliligi seputaran Gili Trawangan bisa menggunakan sepeda atau becak. Banyak penyewaan sepeda di sepanjang wilayah ini. Dengan 50 ribu persepeda perhari, kita bisa menikmati keindahan dan kesejukan Gili Trawangan sampai puas. Sementara kalau menggunakan becak dikenakan tarif 300 ribu untuk mengelilingi pulau.
Tidak itu saja posisi Gili Trawangan berada di teluk membuat siapapun yang ingin berenang tidak perlu takut terserat ombak karena kondisi pantai yang berada di antara beberapa Gili. Bagi yang mau menginap di tempat ini juga sudah dipenuhi dengan hotel maupun villa.
Sebagai salah satu destinasi wisata yang sudah dikenal di dunia, membuat harga makanan di tempat ini lumayan mahal. Jadi kalau para pengunjung mau jalan-jalan ke sana bisa juga membawa makanan sendiri dari rumah yang sesuai dengan selera masing-masing.
Setelah puas berkeliling , Kala azan ashar berkumandang kami pun meninggalkan area Gili Trawangan.









Keren bu,memotivasi saya untuk bisa menikmati keindahan alam pulau lombok tercinta secara langsung.Semoga sy bisa kesana.
BalasHapusUpayakan bisa berkunjung kesana Bu kepala
HapusLuar biasa bu Hj. ..sukses terus untuk bu Hj. Terimakasih 🙏
BalasHapus