Catatan harian pengawas
Sabtu, 2 Desember 2023 di ruang Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat dilaksanakan Lokakarya 7 Festival Panen Hasil Belajar yang diikuti oleh pra CGP yang terdiri dari 16 orang, berasal dari 16 sekolah, mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK.
Kegiatan yang dihadiri oleh Bapak Asisten 1 bidang pemerintahan dan aparatur sekda Drs. H. Agus Gumiwang, Bapak Kepala Dinas Dikbud Lobar, Pengawas sekolah jenjang TK, SD, SMP, perwakilan dari KCD Malomba, kepala sekolah asal para CGP serta undangan lainnya.
Kegiatan lokakarya 7 yang dilaksanakan selama dua hari mulai tgl 1 s/d 2 Desember ini, terdiri dari tiga tahap yaitu pembukaan, berbagi praktik baik, serta menyaksikan festival panen hasil belajar. Sebelum acara pembukaan 8 orang siswa SDN 3 Beleka membawakan tari kreasi profil pelajar Pancasila.
Pada tahap pembukaan kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Lombok Barat, Mars Guru Penggerak. Dilanjutkan dengan laporan kegiatan penyelenggaraan lokakarya dari perwakilan BGP yang dalam hal ini diwakili oleh ibu Rizki Rahmadania M. Pd.
Beliau memberikan apresiasi kepada seluruh CGP yang sudah menyelesaikan semua tahapan kegiatan program guru penggerak angkatan 8. Beliau juga berharap agar pembelajaran yang diperoleh selama mengikuti pendidikan 6 bulan bisa berdpak positif bagi para CGP dan tidak kalah pentingnya agar CGP mampu berbagi hal positif kepada siapa saja. Di samping itu diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan yang baik di lingkungan sekitar serta menjadi ujung tombak peningkatan dan transformasi pendidikan di kabupaten Lombok Barat. Kegiatan pembukaan ditutup dengan doa yang disampaikan oleh salah satu guru calon penggerak angkatan 8
Tidak hanya tarian yang ditampilkan oleh siswa SDN 3 Beleka namun dua orang siswa yang sama- sama bernama Rido menampilkan pantomin yang mampu menghipnotis para tamu undangan.
Usai seluruh undangan menyaksikan pantomim seolah membangkitkan kenangan lama Bapak asisten 1 yang dulu sering bermain pantomim kala masih remaja. "Saya dulu juga pemain pantomim", papar bapak aisisten 1 mengawali sambutannya.
Dalam sambutannya ada 3 hal Penting yang disampaikan oleh bapak asisten 1 yaitu leadership, perubahan mindset dan maksimalkan kolaborasi.
Leadership
Program guru penggerak ini harapannya akan menjadi pemimpin pembelajaran dan mampu mencetak generasi penerus bangsa agar mampu menjadi pemimpin masa depan.
Mindsheet
Bagaimana para guru mampu meninggalkan pola lama mengikuti strategi baru agar mampu melakukan transportasi pendidikan sesuai dengan dinamika zaman. Guru diharapkan mampu menciptakan sekolah sebagai sumber belajar, sumber pembelajaran bagi peserta didik agar para siswa merindukan sekolah sebagai taman belajar dan bermain. Guru diharapkan mampu berinovasi yang baysistem dan bisa dilaksanakan di sekolah masing-masing.
Kolaborasi
Guru penggerak tidak hanya berorientasi kepada jabatan namun mampu meningkatakan kolaborasi dengan semua pihak, dengan pemerintah maupun dengan masyarakat sekitar. Apresiasi diberikan kepada bidang kebudayaan terkait terobosan yang akan dilakukan untuk mengangkat kembali mendesain kurikulum muatan lokal.
Tidak lupa juga bapak asisten 1 memberikan apresiasi kepada para calon guru penggerak angkatan 8.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan koordinator angkatan 8 Ahmad Tirmizi oleh bapak Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten.
Pengucapan ikrar dan komitmen guru penggerak angkatan 8 Kabupaten Lombok Barat. Para guru penggerak berkomitmen menjadi agen perubahan di lingkungan pendidikan khususnya kabupaten Lombok Barat dan penandatanganan komitmen yang diwakili oleh koordinator guru penggerak angkatan 8. Pemberian apresiasi pemerintah daerah kepada kepala sekolah calon guru penggerak angkatan 8.
Kegiatan dilanjutkan dengan para undangan menyaksikan secara langsung panen hasil belajar CGP selama 6 bulan. Banyak karya-karya kreatif, inovatif dari para calon guru penggerak yang sudah diterapkan di sekolah masing-masing. Harapannya semoga apa yang sudah dilakukan di sekolah bisa diimbaskan ke sekolah lain.
Pada sesi berbagi praktik baik ada beberapa terobosan baru yang dibagikan oleh tiga orang CGP.
Pemateri pertama adalah CGP yang berasal dari SDN 3 Beleka Bu Denok. Beliau memaparkan aksi nyata yang sudah diterapkan di sekolah. Aksi nyata ini melibatkan 3 orang siswa dalam melakukan observasi, melakukan kolaborasi, mendesain, dan membuat media yang akan dijadikan sebagai tempat sampah.
Kotak sampah ajaib yang dibuat oleh 3 orang siswa mampu mewakili kabupaten Lombok Barat mengikuti Lomba Ki Hajar STEAM sampai jenjang Nasional dalam hal penanganan sampah.
Pemateri kedua akan menyampaikan aksi nyata yang dilakukan oleh CGP kaitannya dengan modul 2. adakah CGP dari SMPN 2 Lingsar Ibu Sri Wahyuni. Materi yang diangkat adalah bagaimana seorang pemimpin melakukan supervisi dengan menerapkan tehnik coaching. Sehingga para guru tidak merasa takut saat kepala sekolah akan melakukan supervisi. Sehingga hasil akhir yang diinginkan bisa tercapai. Ada titik tekan yang disampaikan oleh pemateri yaitu saat melakukan supervisi hendaknya menetapakan tehnik coaching dengan tiga tahapan yaitu pra observasi (kesepakatan awal antar coach dan coachee), observasi (mengambil data yang dibutuhkan saat melakuka observasi) dan pasca observasi (melakukan evaluasi dan refleksi).
Pemateri ketiga menyampaikan aksi nyata untuk modul 3 yang dipaparkan oleh Ahmad Zakaria. Pemateri menitik beratkan kepada Sekolah sebagai suatu ekosistem. Untuk itu sekolah yang tidak lepas dari berbagai pihak antara lain dengan dinas, KS dan guru, murid, orang tua, masyarakat. Tidak hanya itu untuk merencanakan sebuah program dan mencapai mencapai hasil yang diharapkan, maka sekolah terlebih dahulu harus melakukan pendataan terhadap 7 aset yang ada di sekolah mulai dari aset modal manusia, modal sosial, modal fisik, modal lingkungan alam, modal finansial, modal politik, modal agama dan budaya.
Aksi nyata yang dilakukan oleh CGP yang diberikan nama BEKAS SAMPAH yang didaur ulang menjadi beberapa produk yang bisa berguna, auting kelas ke bank sampah.
Kegiatan berbagi si tutup dengan tarian Beriuk Tinjal yang dibawakan oleh dua orang CGP angkatan 8.
Semoga program guru penggerak ini menjadi salah satu strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dan sebagai wujud transpormasi dalam dunia pendidikan.
Foto-foto hasil panen belajar guru penggerak angkatan 8
















Luar biasa, sungguh menakjubkan hasil karya murid berkat guru penggerak, selamat dan terus berkarya guru penggerak harapan bangsa👍
BalasHapusMasyaAllah, keren bapak/ibuu hebat 😍
BalasHapusLuar biasa Lokakarya 7 CGP angkata 8 kab.Lombok Barat. Dari ulasan bunda hj.marwanah saja terasa sekali keseruannya. Maju terus Guru penggerak Lombok Barat
BalasHapusInsyaallah semuanya akan bisa kita raih jika kita semua bergandengan tangan dan berkolaborasi
HapusAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Alhamdulillah Wasyukurillah luarrrrrr biasa tulisannya Ibu Pengawas Shaliha,saya sudah kagum pada semua hasil karya dan penampilan semua CGP angkatan 8,d tambah lagi dengan sebuah coretan indah,rapi dan bermakna.Moga kita semua bisa ATM dari semua ini.Tetap semangat tuk Lombok Barat yg maju.HJ.SITI MARIAM KS 3 BANYUMULEK
BalasHapusTerima kasih bunda
Hapus