BIMBINGAN KONSELING DALAM MPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA

Catatan harianku

Dalam Kurikulum Merdeka peran Bimbingan dan Konseling (BK) sangat sentral, mengapa demikian karena dalam kurikulum merdeka, guru sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) harus memetakan terlebih dahulu masing-masing peserta didik sesuai gaya belajar, bakat dan minatnya. Nah, dalam kegiatan ini sebagai penyedia data adalah guru BK. Tugas guru BK adalah memetakan peserta didik disesuaikan dengan gaya belajar serta bakat dan minatnya. Data yang sudah jadi akan didokumentasikan dan diberikan kepada masing-masing guru yang membutuhkan.

Implementasi Kurikulum Merdeka masih diberlakukan terbatas untuk kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA/SMK sehingga kela 8,9 SMP dan Kelas 11,12 SMA/SMK masih menggunakan kurikulum lama yakni kurikulum 2013.

Sebelum membahas BK dalam implementasi kurikulum merdeka, maka perlu adanya beberapa pertanyaan terkait posisi BK dalam Kurikulum Merdeka agar pokok bahasan nantinya bisa terarah.


Apa peran Bimbingan dan Konseling dalam satuan pendidikan?

Mengapa Layanan Bimbingan dan Konseling menjadi penting dalam Kurikulum Merdeka?

Bagaimana Implementasi layanan Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Merdeka?

Seberapa penting Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum Merdeka,mari kita bahas satu persatu terkait peran BK dalam kegiatan layanan yang dilakukan guru BK.


Peran Guru BK dalam Kurikulum Merdeka


Bimbingan dan Konseling mempunyai peranan yang sangat penting di dalam kurikulum merdeka, karena guru BK harus melakukan beberapa kegiatan antara lain :


1. Pemetaan Kebutuhan Siswa Berdasarkan Gaya Belajar


Di sini siswa dipetakan berdasarkan gaya belajarnya yakni Visual, Auditorial atau Kinestetik. Data ini bisa diambil dengan menggunakan cara Tes atau Non tes. Apabila menggunakan Tes maka yang digunakan adalah tes terstandar, dalam hal ini guru BK tidak mempunyai kewenangan untuk menggunakannya dan harus kerjasama dengan pihak ketiga (Biro Psikologi yang menangani tes psikologi).


Apabila menggunakan cara Non tes maka alat yang digunakan bisa berupa angket seperti contoh di bawah ini :


a. Contoh angket gaya belajar siswa 1


b. Contoh angket gaya belajar siswa 2


2. Pemetaan Kebutuhan Siswa Berdasarkan Bakat dan Minat Siswa


Setiap siswa memiliki bakat dan minat yang berbeda-beda. Ada yang menonjol dalam bidang olahraga, ada yang menyukai bidang seni, ada anak yang memiliki bakat dibidang akademik dan ada pula anak yang memiliki bakat lebih dari satu bidang. Peran guru tidak berhenti sebatas pada mengajarkan pelajaran di kelas saja. Seorang guru juga memiliki peranan yang sangat penting dalam mengarahkan bakat dan minat siswa sehingga mereka mampu mengasah bakat dan minat tersebut dengan tepat.


Peran guru sebagai seorang pendidik yang ditugaskan untuk mendidik, mengajar, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, oleh karena itu guru harus mampu mengidentifikasi bakat setiap siswanya supaya dapat memberikan pengarahan dan mengembangkannya sesuai dengan bakat dan minat yang dimiliki. Jika bakat dan minat siswa terasah dengan baik, maka tidak akan sulit bagi siswa untuk meraih prestasi baik dalam bidang akademik maupun non akademik.


Untuk mengetahui bakat dan minat siswa guru perlu data, nah data inilah nantinya akan disediakan guru BK dengan menggunakan alat tes terstandar untuk mengungkap bakat dan minat siswa . Guru BK akan bekerjasama dengan pihak ketiga yani biro psikologi yang mengadakan tes psikologi.


3. Mengadakan Asesmen Diagnostik Non-Kognitif


Asesmen diagnosis non kognitif yang diberikan pada siswa untuk mengetahui:


1.   Kesejahteraan psikologi dan emosional siswa


2.   Aktivitas siswa selama belajar di rumah


3.   Kondisi keluarga siswa


4.   Gaya Belajar, karakter serta minat siswa


Contoh asesmen diagnostik non kognitif dapat diunduh di bawah ini !


Contoh Diagnostik Non Kognitif


Hal Baru Bagi Bimbingan dan Konseling Dalam Kurikulum Merdeka


1. Asesmen sudah dilakukan oleh guru BK, namun Asesmen Diagnostik Non Kognitif menjadi hal baru digunakan untuk merencanakan layanan.


2. Hasil Asesmen BK menjadi Data penting bagi guru mata pelajaran untuk meningkatkan pembelajaran yang berdiferensiasi.


3. Tidak ada Peminatan di SMA , tetapi memilih mata pelajaran yang sesuai bakat dan minat peserta didik.


4. Peran BK sangat penting dan terpercaya sebagai guru yang mampu menelusuri bakat dan minat peserta didik.


5. Guru BK menjadi leader dalam melakukan asesmen yang terkait dengan diagnostik non kognitif ( gaya belajar, bakat, minat, karir dll)


Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama