Catatan harianku
Rangkuman materi pertemuan pertama untuk mata kuliah kepemimpinan pendidikan dalam Islam yang disampaikan oleh Bapak Dr. M. Iwan Fitriani M. Pd.
Beliau menyampaikan tidak ada satu kesepakatan pun para mengenai difinisi kepemimpinan, namun kepemimpinan itu tetap berjalan walaupun tanpa kesepakatan karena kepemimpinan itu merupakan seni mempengaruhi orang yang biasa dikenal dengan Art of Influenser (AoI).
Jadi bisa kita katakan hakikat dari kepemimpinan adalah seni mempengaruhi orang.
Kepemimpinan itu sendiri memiliki massa atau pengikut. Ada yang mengistilahkan dengan member (anggota), ada juga menyebutnya dengan followers (pengikut), employer (pegawai), staff (karyawan/tim).
Seseorang bisa mempengaruhi orang dengan menggunakan 2 strategi yaitu personal power dan positional power.
Personal power merupakan kekuatan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain dikarenakan ilmu, wibawa atau karisma yang yang dimiliki oleh seseorang. Sementara positional power merupakan kekuatan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain karena jabatan yang dimiliki.
Strategi atau metode terbaik cara mempengaruhi orang tergantung dari orangnya. Namun dari kedua strategi atas Personal Power lebih bertahan lama dibandingkan dengan Positional Power karena Positional Power hanya bersifat sementara.
Inilah ringkasan materi yang bisa saya tangkap saat perkuliahan hari pertama. Jika ada yang perlu ditambahkan, silahkan tulis di kolom komentar agar kami bisa melengkapi. Terima kasih🙏

Tidak ada satu kesempatan pun terkait dengan makna kepemimpinan. Sejauh ini kepemimpinan dimaknai dengan berbagai variasi sesuai sudut pandang orang yang memaknai. Kesimpulan nya berdasarkan asas yuridis, setiap orang bisa berpendapat dan menanggapi mendapat, tidak ada yang menyalahi itu. Maka untuk menarik hakikat tentang kepemimpinan, disederhanakan dalam sebuah buku yang berjudul Leadership tentang istilah art of influence
BalasHapus