Catatan harian pengawas
Kegiatan lokakarya PSP Angkatan 1 tahun ke 1 Kabupaten Lombok Barat yang dilaksanakan hari ini Sabtu, 26 Agustus 2023 di SMPN 1 Gerung akan dilakukan dalam dua sesi yaitu pembukaan dan berbagi praktik baik secara klasikal. Lokakarya ini fokus membahas tentang Perencanaan Pembelajaran.
Pada sesi pembukaan kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan Mars Lombok Barat. Yang dilanjutkan dengan laporan sekaligus pengarahan dari kepala BGP NTB yang dalam hal ini diwakili oleh bapak Kasubag pak Mas'ud S.Pd. Kegiatan ini diikuti oleh 116 orang yang berasal dari utusan dinas, utusan dari dinas pendidikan dan kebudayaan Provinsi Malomba, pengawas, penilik, kepala sekolah dan guru dari PSP baik jenjang PAUD, SD dan SMP. Kegiatan Lokakarya ini dilakukan serentak di 9 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi NTB. Peserta Lokakarya terbanyak berasal dari Kabupaten Lombok Barat mencapai 116 orang.
Dalam pengarahannya juga pak kasubag menjelaskan tujuan dilaksanakannya Kegiatan lokakarya ini yaitu terkait perencanaan Pembelajaran 1 Bagaimana satuan pembelajaran bisa menganalisis keberagaman murid sehingga mampu mendesain pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik.
Sementara pengarahan dari dinas pendidikan Lombok Barat disampaikan langsung oleh bapak Kabid GTK Dikbud Lobar Bapak H. Akhmad Sujai S.Pd, M. Pd.
Dalam sambutannya beliau memberikan selamat kepada 30 sekolah yang sudah berhasil lulus dalam seleksi program sekolah penggerak angkatan 3. Sekolah sudah melewati beberapa tahap seleksi dan mampu bertahap sampai akhir penilaian.
Program sekolah penggerak 2 tahun dibiayai oleh pusat dan 1 tahun akan dibiayai oleh kabupaten. Banyak manfaat yang diperoleh oleh sekolah dan para guru akan mendapatkan ilmu-ilmu baru. Usai mengikuti program sekolah penggerak maka akan mendapatkan dua Sertifikat yaitu Sertifikat sebagai sekolah penggerak dan kepala sekolahnya akan mendapatkan sertifikat guru penggerak.
Harapannya selama melaksanakan PSP agar sekolah dilaksankan dengan sungguh-sungguh dan harapan ke depan Lombok Barat juga bisa tampil secara Nasional. Fasil dan para pengawas juga agar tetap menyinggung 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh guru (kompetensi kepribadian, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional) dan 5 kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah ( kompetensi kepribadian, kompetensi manajerial, kompetensi kewirausahaan, kompetensi supervisi, kompetensi sosial) saat melakukan pendampingan ke satuan pendidikan. Perkembangan generasi kita saat ini sudah banyak mengalami tantangan terutama dalam hal prilaku dan perkembangan tekhnologi saat ini untuk itu harapannya dalam pembelajaran guru hendaknya tetap mengutamakan pembentukan karakter bagi peserta didik. Tidak lupa juga beliau menyarankan agar selama pelaksanaan lokakarya semua peserta bisa mengikuti dengan sungguh-sungguh agar bisa mendapatkan hasil sesuai dengan harapan kita semua.
Acara pembukaan ditutup dengan doa yang dibawakan oleh H. Awaluddin S.Pd
Usai sesi pembukaan kegiatan dilanjutkan secara klasikal. Peserta dibagi menjadi 5 kelas. Isi masing-masing kelas beragam.
Pada sesi klasikal materi terkait perencanan pembelajaran 1 khusus pembelajaran berdeferensiasi pembelajaran yang berpusat pada murid.
Untuk kelas 1 didampingi oleh Dr. Sri Rezeki M.Pd Dosen Ummat dan Bapak Syarif Hidayatullah M.H dosen IAIM Bima. Untuk menciptakan keakraban sesi dimulai dengan perkenalan fasilitator dan perkenalan para peserta secara bergantian.
Kegiatan lokakarya ini merupakan kegiatan bertatap muka yang dikuti oleh semua peserta PSP untuk berdiskusi, berbagi hal positif serta melakukan refleksi diri terkait hal-hal yang sudah dilakukan di sekolah masing-masing. Selama lokakarya berlangsung menggunakan alur MERDEKA (Mulai dari diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontektual, Elaborasi Pemahaman, Koneksi Antar Materi serta Aksi Nyata) yang sudah dilakukan di sekolah.
Kegiatan semakin serunya kala peserta dikelompokkan menjadi dua kelompok sesuai posisinya. Dimana kelompok 1 terdiri dari kepala sekolah, penilik dan pengawas. Sedangkan kelompok 2 terdiri dari para guru. Terlebih lagi saat presentasi dan simulasi pembelajaran di kelas, wajah-wajah peserta tampak sumringah tidak terlihat kejenuhan sama sekali.
Selama kegiatan peserta tampak aktif berdikusi, berpendapat, melakukan simulasi dan berbagi hal positif. PP










