Catatan harian seorang hamba
Kegalauan hati akhirnya terobati, melirik deringan ponsel yang tergeletak di atas nakas. Akhirnya celotehanmu yang sejak tadi kurindukan terdengar juga setelah sepekan tidak ada interaksi.
Seperti biasa pertanyaan bagaiamana kabarku dan paksu selalu mengawali percakapanmu via ponsel.
Gelak tawa terdengar saat engkau bercerita kala engkau pun merasakan bagaimana rasanya harus berdiri di depan, saat hapalanmu mendapatkan skor u alias ulang. Sembari mengulang kalimat ejekan yang sempat keluar dari bibir temanmu. "Seorang Syifa Ilmira yang membawa banyak hapalan ternyata bisa juga berdiri di depan." Aku pun ikut terkekeh membayangkan rupa wajah imutmu menirukan gaya temanmu.
Kisah demi kisah mengalir satu persatu dari bibir mungilmu. Aku pun dengan setia menyimak dan menikmati setiap ucapan yang kau lontarkan. Bagiku mendengarmu bercerita merupakan kebahagian tersendiri.
Semoga setiap waktu yang kau miliki bisa kau gunakan dengan maksimal, selalu berbuat hal yang positif. Mempelajari ilmu Sang Pencipta hingga nanti bisa menjadikanmu menjadi insan yang berharga.

Mantaps bund
BalasHapusApa kbr Bu Siti
BalasHapusAlhamdulillah baik Bu guru. Lama kita Ndak ketemu
HapusMantaappp. Keren
BalasHapusMenginspirasi utk dpt menulis
BalasHapus