Catatan harian seorang guru
Hari ini, Rabu 14 September 2022 Musyawarah Guru Bimbingan Konseling Kabupaten Lombok Barat kembali menggelar kegiatan MGBK yang hampir setiap bulan dilaksanakan. Kali ini berlokasi di SMPN 1 Gunung Sari. Marwanah sebagai salah satu pengurus memaparkan bahwa guru BK juga menjadi bagian yang penting dalam pelaksanaan merdeka belajar yang ada di sekolah dan saat ini menjadi program utama kementrian pendidikan kebudayaan, Bapak Nadiem Makarim. Dimana guru BK mengambil peran dalam berkolaborasi dengan guru bidang studi dan semua unsur yang ada di sekolah untuk membantu menggali potensi yang dimiliki para siswa. Hal ini sangat membantu agar pembelajaran Berdeferensiasi bisa dilaksanakan dengan maksimal.
Untuk memberikan gambaran dan menyamakan persepsi guru BK di Lombok Barat, materi pembelajanran berdefensusi menjadi materi MGBK hari ini yang akan disampaikan oleh salah satu guru penggerak ibu Ida Hardini. Di samping materi di atas, kejadian demi kejadian yang sering terjadi di lingkungan sekolah seperti ada beberapa siswa yang tidak bisa mengikuti pelajaran dengan semestinya juga menjadi perhatian bagi pengurus MGBK. Agar para guru BK memiliki pengetahuan dan tahu bagaimana menangani peserta didik seperti itu, maka pada kegiatan ini juga isi dengan paparan Materi peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) yang disampaikan oleh Ibu Malahayati Putri.
Pembahasan tentang pembelajaran Berdeferensiasi dan penanganan siswa berkebutuhan khusus menjadi materi hangat yang mengundang banyak pertanyaan dari peserta agar bisa menggali dan mengenal kedua hal tersebut.
Kita semua menyadari bahwa kedua materi yang disampaikan ini tidak bisa langsung kita pahami secara mendalam, namun setidaknya dengan mendengarkan informasi seperti ini akan bisa memberikan gambaran kepada kita, bahwa ada hal baru yang sedang berusaha diterapkan oleh pemerintah dengan harapan agar kita sebagai pelaksana langsung bisa mulai merencakan apa yang bisa kita lakukan walaupun itu masih dalam tarap mencoba.



