JURNAL REFLEKSI MINGGU 7 GURU PENGGERAK

Guru Penggerak


 Jumat, 11 Juni - Sabtu 19 Juni 2021

Untuk Minggu ke 7 ini kegiatan dimulai dengan kegiatan koneksi antar materi. Pada tahap ini semakin memantapkan pemahaman saya  tentang bagaimana profil seorang pendidik yang ideal yang diharapkan oleh semua pihak sehingga nantinya bisa membantu membentuk generasi profil pelajar Pancasila yang memiliki Profil Pelajar Pancasila. Sebagai perwujudan pelajar Indonesia memiliki kompetensi global serta memiliki karakter sesuai dengan nilai-nilai Pancasila yang memiliki enam ciri-ciri yaitu Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif. Hal ini tertuang dalam visi yang saya buat yaitu:


 "MENJADI PENDIDIK YANG BERDAYA GUNA UNTUK MENGHASILKAN GENERASI YANG RELIGIUS DAN BERMAKNA"


Dengan adanya visi tersebut menjadi acuan dan panduan saya dalam melakukan perubahan di lingkungan tempat tugas saya. Salah satunperubahan yang saya lakukan adalah menumbuhkan disiplin pada siswa tanpa harus memberikan hukuman dengan menggunakan tahapan BAGJA di bawah ini. 


Koneksi antar materi ini saya rangkum dalam tugas yang saya buat dalam bentuk video terkait visi guru penggerak.


Sabtu-senin, 12-14 Juni 2021 

Kegiatan yang saya lakukan adalah menyusun jurnal mingguan ke 6 yang dilanjutkan pada tahap mulai dari diri. Pada tahap ini saya  diminta  untuk mengingat suasana saat masih bersekolah dulu. Serta prilaku yang saya terima dulu sehingga membentuk karakter saya sampai sekarang. Berikut item pertanyaan dan tanggapan saya.


Pertanyaan 1

Bagaimana budaya interaksi anda sebagai murid dengan guru ketika sekolah dulu?

Apresiasi dalam bentuk senyuman dan ucapan yang diberikan oleh guru saya dulu saat bisa menyelesaikan tugas tepat waktu merupakan motivasi luar biasa bagi saya untuk tidak menunda-nunda pekerjaan


Pertanyaan 2

Bagaimana budaya sekolah anda mempengaruhi karakter anda?

Budaya gotong royong dan tolong menolong dulu mempengaruhi prilaku saya yang selalu ingin berbagi kepada orang lain. Serta kebiasaan guru saya dulu membagikan buku cerita dan memberikan reword bagi siswa yang bisa membaca dan menceritakan kembali isi bacaan membentuk kesenangan saya terhadap buku.


Pertanyaan 3

Dari hasil refleksi pengalaman masa lalu yang dikaitkan dengan filosofi pendidikan KHD dan guru penggerak, seperti apakah konsep budaya positif menurut anda?

Budaya positif merupakan seluruh nilai-nilai kebaikan yang tumbuh dalam diri siapa saja dan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Nilai-nilai inilah yang akan menuntun seseorang menjadi pribadi yang berbudi pekerti luhur sehingga dia bisa mencapai kebahagiaan setinggi-tingginya baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.


Selasa-Jumat 15-18 Juni 2021

Pada hari ini saya mengikuti tahapan Eksplorasi konsep modul 1.4 terkait pendalaman materi di dalam 27 page terkait bagaimana menumbuhkan budaya positif di sekolah. Hal ini semakin menambah wawasan dan pengetahuan saya sebagai seorang pendidik pentingnya budaya positif serta strategi yang bisa diterapkan untuk membangun budaya positif tersebut di sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan anggota E1 dan E2 yang terdiri dari 11 orang untuk mengetahui sejauhmana pemahaman yang bisa ditangkap dari materi yang sudah dibaca sebelumnya. Materi yang akan didiskusikan adalah

A. Apa yang dilakukan guru untuk membangun budaya positif di sekolah

  1. Memberi keteladanan

Keteladanan merupakan penanaman akhlak yang dilakukan oleh seseorang baik dari segi ucapan, sikap dan perilaku sehingga nantinya dapat ditiru oleh orang lain.

Contohnya :

Berpakaian bersih dan rapi hendaknya ditampakkan oleh seorang guru karena hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa.

  1. Membangun komitmen melalui kesepakatan kelas

Komitmen merupakan kebulatan tekad yang ditunjukkan oleh seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama.

Saat membuat kesepakatan ada beberapa hal yangperlu diperhatikan antara lain

  1. Kesepakatan jangan terlalu banyak

  2. Hindari menggunakan kata bernada negatif namun hendaknya menggunakan kata positif

  3. Kesepakatan yang dibuat diletakkan di posisi yang bisa dilihat oleh semua orang

  4. Kesepakatan yang buat hendaknya ditanda tangani oleh semua orang yang menyusun kesepakatan tersebut.

  5. Membangun pembiasaan

Pembiasaan merupakan suatu perbuatan yang dilakukan secara berulang-ulang dan kontinyu atau terus menerus.

Contohnya: 

  • Berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran

  • Membangun 5 S

  • Disiplin pada waktu hadir tepat waktu di sekolah 

  1. Melakukan kolaborasi

Kolaborasi merupakan kemampuan kerjasama yang dimiliki oleh sekelompok orang agar bisa mencapai tujuan yang diharapkan.

Contoh:

Guru memupuk hubungan baik dengan orang tua siswa serta bekerjasama menumbuhkan pembiasaan baik di sekolah maupun di rumah.

  1. Berkesinambungan / berkelanjutan

Berkesinambungan merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan secara berkelanjutan dan terus menerus.

Contoh:

  1. Memberi reword atau penghargaan

Reword merupakan suatu metode atau strategi yang dilakukan untuk memotivasi seseorang agar tetap  melakukan suatu hal yang positif/kebaikan. Reword dapat berupa ucapan, tindakan dan barang.

Contoh:

Memberikan pujian saat siswa melakukan kebaikan dan jangan terlalu sering membeberkan kesalahan yang pernah dilakukan.

  1. Sebagai manajerial, memimpin, mengelola, mengkoordinir kelas

Menejer merupakan kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam mengelola, memimpin, memonitoring serta mengkoordinir kelas dan para siswa.

Sebagai penuntun atau pamong

Penuntun memberikan arahan, bimbingan, asuhan agar seorang siswa bisa berkembang sesuai dengan kodratnya.

B. Cara guru menjalin hubungan dengan murid untuk membangun budaya positif

Menjalin komunikasi efektif dan terbuka, melalui terbentuknya kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas inilah yang akan dijadikan panduan, acuan penerapan disiplin positif sehingga nantinya akan menghasilkan budaya positif di sekolah.

Sehingga dengan terjalinnya komunikasi efektif dan terbuka diharapkan semua visj dan misi sekolah bisa terwujud.

Selanjutnya membuat poster tentang panduan interaksi guru dan murid dalam membangun budaya positif di sekolah dan dilengkapi dengan pembuatan PPT atau google slide sebagai bahan persentasi pada hari Selasa mendatang.

Sabtu, 19 Juni 2021

Kegiatan Minggu ke 7 diakhiri dengan mengikuti kegiatan Lokakarya 2 di Aruna Hotel Senggingi. Materi yang dibahas dalam lokakarya terkait strategi dalam membangun komunitas praktisi di sekolah.

Ada kepuasan tersendiri dalam diriku, walaupun tagihan tugas yang harus diselesaikan dalam LMS sangat padat namun saya semakin bersemangat untuk tetap mengikuti program guru penggerak ini sampai akhir dan membuat saya semakin penasaran dengan isi LMS yang makin menarik bagi saya


BACA JUGA    : Jurnal Refleksi Minggu 1

                            Jurnal Refleksi Minggu 2

                            Jurnal Refleksi Minggu 3

                            Jurnal Refleksi Minggu 4

                            Jurnal Refleksi Minggu 5

                            Jurnal Refleksi Minggu 6



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama