Jurnal Reflekai Minggu 6 Guru Penggerak

 

Guru Penggerak

Senin, 31 Mei 2021 s/d  Jumat, 11 Juni 2021

Setiap mengawali membahas modul baru selalu dimulai dengan kegiatan mulai dari diri. Pada modul 1.3 ini materi yang dibahas tentang Visi Guru Penggerak. 

Mulai dari diri diawali dengan saya membuat lukisan gambaran diri ke depan. Dalam lukisan tersebut harus bisa menggambarkan tentang visi apa yang saya harapkan setelah nantinya selesai mengikuti program guru penggerak. 


Selasa, 1 Juni 2021 dilanjutnya pada tahap eksplorasi konsep. Dimana dalam eksplorasi konsep saya menggambarkan murid impian seperti apa yang saya inginkan kan di kemudian hari. Gambaran murid tersebut tertuang dalam visi yang saya buat. 


Setelah merenung beberapa saya saya bisa menghasilkan visi sederhana namun bagi saya bisa mewakili harapan saya secara keseluruhan. Visi saya adalah "MENJADI PENDIDIK YANG BERDAYA GUNA UNTUK MENGHASILKAN GENERASI YANG RELIGIUS DAN BERMAKNA"


BERDAYA GUNA maksudnya 

1. Memiliki kemampuan untuk mendatangkan manfaat bagi orang lain

2. Memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas dengan baik

3. Memiliki kemampuan untuk membentuk generasi yang memiliki keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

4. Memiliki kemampuan untuk menghasilkan generasi yang sukses dan bermanfaat di kemudian hari.


RELIGIUS maksudnya:

Religius sebagai sebuah bentuk taat kepada ajaran agama. Sebuah bentuk pengabdian atau kepasrahan manusia sebagai makhluk kepada Sang Pencipta atau Pencipta makhluk. Nilai karakter religius memiliki beberapa subnilai yang mencerminkan dimensi hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta. Subnilainya terdiri dari cinta damai, toleransi, menghargai perbedaan agama dan kepercayaan, teguh pendirian, percaya diri, kerja sama antar pemeluk agama dan kepercayaan, antibuli dan kekerasan, persahabatan, ketulusan, tidak memaksakan kehendak, mencintai lingkungan, melindungi yang kecil dan tersisih.

Nilai karakter religius dalam penerapannya harus mendorong anak agar dapat terus belajar meningkatkan hubungan yang harmonis kepada Tuhannya, dan juga ciptaan-Nya, manusia serta alam semesta 


BERMAKNA maksudnya:

Generasi yang dihasilkan akan selalu melakukan hal-hal yang berguna dan menjauhi hal-hal yang sia-sia tak bermanfaat. Ia akan selalu memberikan kemanfaatan kepada manusia lainnya, baik melalui lisan maupun perbuatan


Dalam Eksplorasi konsep Repleksi pada modul 1.3 ini, saya mendalami materi tentang model pendekatan Inkuiri Apresiatif (IA). Dimana model IA ini merupakan strategi untuk menggali kekuatan dan potensi yang dimiliki oleh setiap orang yang ada di sekitar kita dengan menggunakan tahapan BAGJA 

B : Buat Pertanyaan

A : Ambil Pelajaran

G : Gali Mimpi

J : Jabarkan Rencana

A : Atur Eksekusi.


Rabu-Kamis, 3-4 Juni 2021


Setelah memahami materi tentang Inkuiri Apresiatif (IA) maka dilanjutkan dengan memasuki tahapan Ruang Kolaborasi untuk mendiskusikan tentang visi guru penggerak. Ruang diskusi dibagi menjadi dua sesi dan tetap melalui pantauan fasilitator dan P4TK PKn dan IPS. Sesi pertama diskusi diikuti oleh bapak Fasilitator dan anggota kelas E2. Materi yang dibahas adalah bagaimana strategi mengungkapkan kekuatan yang dimiliki oleh semua pihak yang ada dilingkungan sekolah baik siswa, guru, pemangku kepentingan dengan menggunakan model IA dengan mengikuti tahapan BAGJA. Hasil diskusi kelompok kecil selanjutnya dibawa di kelompok besar untuk dipresentasikan. Dalam kelompok besar ini diikuti oleh dua kelompok yaitu kelas E1 dan E2.



Hasil presentasi yang sudah di revisi selanjutnya di upload di Galeri Walk. 


Senin, 7 Juni 2021 

Tahapan berikutnya adalah Refleksi Terbimbing. Ada beberapa hal yang saya lakukan dalam tahapan ini diantaranya:

Peristiwa yang terjadi dalam diskusi antara lain

1. Masing-masing kelompok memaparkan materi hasil diskusi terkait dengan visi guru penggerak, pemetaan kekuatan serta pemangku kepentingan.

2. Ada beberapa masukan yang sifatnya membangun guna saling melengkapi hasil presentasi antara kedua kelompok

3. Adanya saling menghargai saat menyampaikan kritikan , masukan dan saran guna penyempurnaan dan menambah wawasan dari semua CGP.

4. Saat diskusi tidak ada adu debat, semua anggota kelompok ingin menyamakan persepsi yang sama terkait dengan visi guru penggerak.


Selasa, Rabu 8-9 Juni 2021

Menyelesaikan tugas Demonstrasi Kontektual tentang visi guru penggerak 

PERASAAN APA YANG MUNCUL SAAT PROSES PEMBELAJARAN


Perasaan yang muncul saat diskusi adalah kebebasan dalam mengemuka usul, saran dan pendapat terkait dengan materi. Disamping itu timbul motivasi dan rasa ingin tahu lebih mendalam khususnya tentang tahapan BAGJA. 



PEMBELAJARAN APA YANG DIPEROLEH MELALUI PETA KEKUATAN

Melalui peta kekuatan saya mendapatkan beberapa pembelajaran dan manfaat diantaranya.

a. Pihak mana saja yang bisa saja ajak bekerjasama dan ikut berperan dalam mensukseskan kegiatan program guru penggerak yang saya ikuti.

b. Apa model dukungan yang diberikan 

c. Memudahkan saya dalam menentukan langkah, strategi apa yang akan saya terapkan dalam mencapai visi yang sudah saya tetapkan.


JIKA INGIN MEMBUAT PERUBAHAN DENGAN KONSEP INKUIRI APRESIATIF


1. Yang perlu saya pelajari lebih lanjut adalah bagaimana cara mengasah diri saya agar mampu menggali dan menemukan kekuatan, bakat, minat yang dimiliki oleh orang-orang yang ada di lingkungan saya dan menemukan strategi yang paling sesuai agar mampu melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan berbagai unsur dan kalangan

2. Strategi yang akan saya gunakan dalam melakukan perubahan di sekolah dan lingkungan sekitar adalah menentukan visi terlebih dahulu, selanjutnya melakukan koordinasi dengan rekan sejawat terkait visi tersebut. Menjelaskan gambaran ideal yang diharapkan ke depan, selanjutnya menjabarka rencana kegiatan yang akan dilakukan dan terakhir lakukan aksi nyata atau eksekusi dari apa yang sudah direncanakan sebelumnya.




Kamis, 10 Juni 2021

Mulai pukul 15.30 WITA semua CGP yang berasal dari Lombok Barat mengikuti kegiatan Elaborasi Pemahaman lewat zoom meeting. Kegiatan inj merupakan penguatan materi modul 1.3 yang diberikan oleh instruktur ibu Andri Nurcahyani, beliau merupaka kepala sekolah di salah satu SMP yang menerapkan kurikulum nasional dan internasional yang berlokasi di Bogor. 


Kali ini materi yang dibahas adalah Apa Visi yang dimiliki oleh seorang guru penggerak, strategi apa yang diterapkan untuk mencapai visi tersebut serta bagaimana keterkaitan visi yang sudah kita rumuskan dengan filosofi Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan. 


Dalam pemaparan beliau menyampaikan bahwa tugas guru adalah menuntun bukan membentuk, mendesain atau menyuruh. Beliau juga menyampaikan bagaimana cara kita agar seorang guru bisaenuntun peserta didik agar menjadi generasi sesuai profil pelajar Pancasila. Disamping itu beliau juga memaparkan materi bagaimana strategi yang bisa digunakan oleh seorang guru dalam mencapai visi yang sudah ditetapkan 


Setelah mengikuti kegiatan elaborasi pemahaman wawasan dan pengetahuan saya semakin bertambah dan membuat saya tertantang dan penasaran dengan kegiatan guru penggerak selanjutnya. Kegiatan modul 1.3 saya tutup dengan melakukan kegiatan aksi nyata bagaimana menetapkan model inkuiri apresiatif dengan menggunakan tahapan BAGJA. Mateti yang saya angkat pada aksi nyata saya adalah bagaimana membangun disiplin tanpa hukuma kepada peserta didik dengan melibatkan dan melakukan berkolaborasi dengan beberapa pihak diantaranya rekan sejawat dan orang tua siswa.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama