Jurnal Refleksi Minggu 8 Guru Penggerak

 

Guru Penggerak


Selasa, 15 Juni s/ 30 Juni 2021


Seperti biasa kegiatan ini dimulai dengan tahapan Mulai dari diri membahas modul 1.4 terkait tentang membangun disiplin positif sehingga bisa terbentuk budaya positif di sekolah. Pada tahapan ini saya menceritakan bagaimana ucapan, senyuman guru saya dulu, gotong royong yang terjadi dilingkungan sekolah serta  kebiasaan memberikan pinjaman buku cerita yang diberikan bapak/ibu guru saya dulu saat masih bersekolah bisa membentuk karakter saya sampai saat ini dan itu sangat membekas dalam ingatan saya dan berdampak sangat luar biasa dalam perjalanan hidup saya.

Rabu-Kamis, 16-17 Juni 2021 merupakan tahapan eksplorasi konsep mandiri dan diskusi. Dimana pada tahap ini   saya harus membaca materi tentang budaya positif di sekolah, materi yang terdiri dari 26 page dan saya langsung memberikan tanggapan di setiap pagenya. Kemudian dilanjutkan dengan diskusi dengan kelompok membahas tentang pembuatan poster yang berisi apa yang harus saya lakukan sebagai guru dalam menanamkan budaya positif di sekolah serta bagaimana strategi yang harus saya lakukan agar mampu menjalin hubungan baik dengan siswa. Rangkuman hasil diskusi kelompok kami antara lain:

  1. Yang dilakukan guru dalam membangun budaya positif yaitu memberikan keteladanan, memberikan perhatian berupa kasih sayang, empati perhatian kepada peserta didik serta mampu memenej dan mengelolan semua sumber daya yang ada di sekolah.

  2. Semua kegiatan diatas bisa dilakukan jika seorang guru itu mampuenjalin komunikasi yang efektif dan terbuka dengan siswa dan orang tua.

Jumat, 18-21 Juni 2021

Kami secara berkelompok menyelesaikan tugas membuat poster setelah melalui diskusi terlebih dahulu dan menghasilkan poster yang bisa dilihat di link di bawah ini seperti ini

https://drive.google.com/file/d/1JmLvb_sjaj-_v2j0HnNdmU6cr1ehuKVp/view?usp=drivesdk

Sabtu, 19 Juni 2021

Saya mengikuti kegiatan Lokakarya 2 di Aruna Hotel Senggingi. Materi inti yang dibahas pada saat lokakarya adalah seputar membentuk komunitas praktisi di sekolah dan pemecahannya bisa dilakukan dengan membentuk komunitas praktisi . Mulai dari kendala yang terjadi di sekolah, pengertian komunitas praktisi, manfaat jika ada komunitas praktisi serta strategi dalam membuat komunitas praktisi di sekolah.

Bagi saya pribadi kegiatan ini menumbuhkan motivasi dalam diri saya agar mau berbuat mulai saat ini, dari hal kecil, dari diri sendiri dan secara berlahan mengajak orang lain agar mau tergerak dan bergerak mengadakan perubahan dalam hal membuat pembelajaran lebih berkualitas.

Selasa-Rabu, 22-23 Juni 2021 diadakan ruang kolaborasi diskusi bersama kelompok lain untuk mempresentasikan tugas kelompok membuat poster tentang budaya positif sekaligus mempertanggungjawabkan hasil diskusi kelompok. Selanjutnya dilakukan refleksi Terbimbing di bawah arahan bapak fasilitator Bapak DRS. HM. Imron Rosyadi, M.M

Kamis-Jumat, Rabu 24, 25, 30 Juni 2021

Selama dua hari saya menyelesaikan tagihan pada tahapan demonstrasi kontektual. Pada tahap ini membuat kesepakatan kelas yang diinginkan dengan terlebih dahulu saya menggali pendapat  para siswa tentang kelas impian seperti apa yang mereka harapkan ke depan. Setelah para siswa menuliskan di stike note dan menempelkannya di papan tulis. Selanjutnya saya menggali kembali ide, gagasan yang akan sama-sama kita terapkan nantinya untuk  bisa menghasilkan kelas impian dambaa guru dan siswa. Semua ide serta gagasan inilah yang saya bersama para siswa merangkum dan dijadikan kesepakatan kelas.
Agar dalam diri siswa timbul motivasi untuk sama-sama mau melaksanakan kesepakatan tersebut, maka saya mengajak para siswa mengikrarkan dengan suara yang keras dan lantang isi dari kesepakatan tersebut.

Kegiatan di atas langsung menjadi Aksi Nyata yang saya lakukan di sekolah,
terkait dengan bagaimana strategi saya dalam membangun disiplin positif yang nantinya akan berdampak pada terbentuknya budaya positif di sekolah.

Sabtu, 26 Juni 2021

Saya mengikuti kegiatan elaborasi pemahaman secara daring dengan instruktur seorang dosen di universitas negeri yang ada di Banten, Beliau adalah DR. Siti Suharsih, M.Pd.

Ada beberapa point penting yang bisa saya tangkap dari paparan materi serta diskusi bersama seluruh CGP diantaranya:

  1. Kata peraturan/tata tertib kelas yang identik dengan adanya hukuman atau sanksi jika ada siswa yang melanggar diganti dengan menggunakan kata kesepakatan kelas atau kenyakinan kelas.

  2. Bagaimana hukuman itu akan menimbulkan Ketakutan, trauma pada diri siswa sehingga lambat laun akan berdampak pada jangka panjang pada siswa itu sendiri.

  3. Berbeda dengan sanksi/konsekuensi. Konsekuensi merupakan suatu bentuk tanggung jawab seorabg siswa atas apa yang sudah dilakukan, hal ini juga berdampak dalam jangka pendek. Karena dalam diri siswa ini konsekuensi yang harus dia terima karena melanggarvkesepakatan yang sudah dibuat bersama.

Semua pemahaman saya dalam modul 1 PPG ini saya rangkum menjadi satu poster, mulai dari modul 1.1 sampai modul 1.4 ini bisa terlihat pada tahapan koneksi antar materi modul 1.4 yang bisa dilihat di link di bawah ini.

https://drive.google.com/file/d/106na540tbo17qNmTEvydiDAqLDGfrf0b/view?usp=drivesdk

Sebagai penutup modul 1 PPG, saya mengikuti post tes (tes akhir paket) untuk mengevaluasi sejauhmana pemahaman saya terhadap materi yang sudah saya dapatkan selama dua bulan.

Saya semakin tertantang mengikuti program ini, karena bagi saya pribadi selalu ada hal-hal baru dan menarik dari setiap modul yang saya pelajari. Dan ini menjadi motivasi luar biasa bagi diri saya untuk bisa meningkatkan kompetensi diri sehingga nantinya mampu menggerakkan orang lain sebagai bukti nyata kita menjadi pribadi yang berdaya guna dan bermakna.

BACA JUGA    : Jurnal Refleksi Minggu 1

                            Jurnal Refleksi Minggu 2

                            Jurnal Refleksi Minggu 3

                            Jurnal Refleksi Minggu 4

                            Jurnal Refleksi Minggu 5

                            Jurnal Refleksi Minggu 6

                            Jurnal Refleksi Minggu 7

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama