Pengalaman Belajar Daring

 ✨Pengalaman Belajar Daring. ✨



 


Bagiku, belajar daring ada saat-saat yang menyenangkan dan tidak.


   Saat-saat menyenangkan dari belajar daring ialah,adanya soal-soal dari tugas yang diberikan oleh bapak dan ibu guru. Hal itu yang membuat aku jadi gak cuman duduk,  tidur, makan, dan lain-lain dirumah. Dengan kata kerennya nih gak boring walaupun di rumah aja seharian. Sebenernya sih kalok boleh jujur, enak juga kalok gak ada tugas, bisa main sama temen, bisa nonton, iiihhh apalagi aku itu DRAKOR LOVERS, jadi bisa nonton drama Korea kalok gak ada tugas. Tapi kita juga harus tetep belajar demi masa depan yang cerah.


    Aku sangat berterima kasih kepada bapak dan ibu guru yang tetap mengirimkan materi- materi dan tugas-tugas, ya walaupun sedikit anak yang aktif dalam mengumpulkan tugas, kebanyakan mereka mengerjakan tugas hanya saat tugas itu mudah untuk dikerjakan atau saat akan mendekati ujian semester saja, ataupun ujian kenaikan kelas.


      Kalau aku tipenya cepet ngerjain tugas, tapi yang membuat aku lama mengerjakan ataupun mengumpulkan tugas adalah,karna aku gak punya handphone. Aku menggunakan HP orang tua untuk mengerjakan semua tugas. Itu baru satu alasannya ya. Alasan lainnya adalah aku milih-milih tugasnya. Maksudnya itu, kalau misalnya materi yang dikirim dan di suruh mencatat akan aku tunda dulu untuk mengerjakannya. Tetapi kalau tugas soal-soal aku langsung mengerjakannya, apalagi tugas ulangan harian. Aku paling seneng ketika saat ulangan harian aku mendapat nilai yang aku harapkan ataupun memuaskan. Kalau aku dapat nilai di bawah rata-rata wah wah wah aku gak bisa tidur di buat, pengen ngulang tapi gak bisa.


     Astaga aku lupa ngasik tau saat-saat tidak menyenangkan dari belajar daring karna keasikan cerita. Hehehe maaf ya. Ok kita lanjut ke topiknya. Hal yang tidak menyenangkan dari belajar daring menurut aku adalah karena tugas-tugas yang sangat banyak. Misalnya satu Mapel memberikan dua tugas dalam satu hari. Belum Mapel lainnya juga. Aku dalam satu hari mempelajari 2 mata pelajaran. Jadi, bisa jadi dalam 1 hari ada 2, 3, atau 4 tugas. Selain itu juga aku gak bisa belajar bareng temen-temen di sekolah. Materi-materi pelajaran gak bisa dijelaskan langsung sama bapak dan ibu guru. Jadi aku harus pintar-pintar dalam memahami materi yang diberikan. Dan juga aku gak bisa melakukan ekstra kurikuler yang aku ikuti yaitu PASKIBRA. Semua itu terjadi Karena adanya virus yang telah banyak memakan korban jiwa, yaitu virus covid-19. Jadi virus itu yang membuat kita semua harus belajar Daring, Karena kita tidak boleh berinteraksi secara langsung dengan orang lain, karena virus ini bise dengan cepat menular. Kalau mau keluar rumah harus patuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun minimal 20 detik atau bisa juga menggunakan HAND SANITIZER, menjaga jarak minimal 1 meter, itu dilakukan supaya kita bisa terhindar dari virus covid-19 ini.


    Oke semuanya. Sekian dulu pengalaman yang bisa aku ceritakan ke kalian. Semoga kalian suka ya sama cerita aku ini.


    Oooowwhh iya aku lupa ngasik tau nama aku. Ok nama aku ANGGY YULISTYANI SALSABILA biasa di panggil ANGGY sih sama temen-temenku, salah satu murid kelas  viii di SMPN 4 Gerung.


    Semoga aku bisa buat cerita lain lagi ya, biar aku bisa bagiin cerita aku ke kalian


Salam dari aku🤗🤗

Nama : Anggy yulistyani Salsabila

TTL: Selong , 13 Agustus 2006

Anak ke : 1

Alamat: BTN griya menang asri Kuripan, blok BB 11

Cita2: guru agama

Harapan: semoga menjadi anak yg berguna tuk keluarga, sekolah dan negara

Kalimat motivasi: meraih cita-cita yang d i impikan

Pesan: teruslah berkarya tuk massa depan yg cemerlang

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama