Impian...,impian seseorang memang berbeda-beda,tergantung bagaimana orang itu menginginkan nya,dan bagaimana seseorang itu sangat mengidolakan nya.
Inilah secercah kisah dari seorang anak remaja laki-laki yatim piatu,yang memiliki mimpi besar untuk bisa menjadi orang sukses,dan membuat bangga almarhum ayah dan ibunya. Namun ia memang memiliki sifat kenakalan dalam dirinya.
Dialah *Zaky Aditama*,kerap di panggil Zaky, oleh teman sebaya nya.
Zaky merupakan anak bungsu dari *Pak M.Hasanudin, dan ibu Yuning* ,kedua orang tua Zaky telah meninggal dunia, ayah nya meninggal saat Zaky masih balita,karna penyakit kanker yang ia idap selama ini, sedangkan ibunya meninggal karna sudah sakit-sakitan, mungkin karna beban kehidupan yang selama ini ia tanggung sendiri,tanpa adanya sang suami yang akan menyemangati nya,semua beban nya ia tangung sendiri,semua kesedihan batin ia rasakan,kesepian pasti selalu menyerang lubuk hati nya yang paling dalam. Hingga akhirnya tibalah waktu nya untuk ia pergi bersama almarhum suaminya.
Kembali lagi kepada Zaky, Zaky Seorang anak remaja SMP,yang kini masih kelas 8, terkenal nakal di skolah,dan paling bandel di antara Murib kls 8. Zaky memiliki 3 saudara.
mereka di besarkan oleh paman dari almarhum ayah mereka.
Yaitu *Yazid Abdussamad*,panggil saja pak Yazid.
Dan *sutiem*,istri dari pak Yazid.
Mereka hanya di berikan tempat tinggal dan makan seadanya saja,kadang ketika ada makanan,mereka makan,kalau tidak,mereka pergi mencari makanan sendiri,entah itu buah di pinggir jalan,atau tanaman ubi milik orang di sawah.karna paman mereka juga hidup dengan serba kecukupan. Terlebih lagi,paman Yazid nya,
mempunyai 3 anak laki-laki.
Yaitu, Andi,Surya,dan Habib.
Masih untung jika paman nya bisa mengambil tanggung jawab untuk mengurus mereka ber 3.
Owh iya,saking asik Nya menceritakan kisah sang Zaky, saya jadi lupa memberitahu nama-nama saudara dari Zaky.
*M.nurhadi Sholihin*,panggil saja Hadi,merupakan kakak tertua dari Zaky,ia tak pernah sekolah,dan bahkan buta huruf,kini,ia memilih bekerja sebagai kuli panggul di pasar dekat dengan rumah paman nya. Agar bisa membantu pengeluaran paman nya untuk menghidupi mereka ber 3.
*Agus Marto*,kakak kedua dari Zaky,ia bekerja di bengkel desa sebelah,ia di upah per hari 7ribu. Uang nya,ia tabung untuk membiayai kebutuhan skolah Zaky ketika ada yang harus di beli maupun di bayarkan
Nah,sudah kenalan kan dengan saudara-saudara Zaky.
Setiap pagi,Zaky pergi untuk ke skolah,hingga siang hari,ketika pulang,iya biasanya berjualan es lilin.
Ia mengambil es di tempat pemborong es lilin,yang ada di desa nya.
Banyak juga orang-orang yang berjualan es lilin keliling sambil berjalan kaki,seperti Zaky.
Tapi tak ada yang bisa menyamai bagaimana es jualan Zaky laku keras. Kadang penjual lain iri kepada Zaky,bagaimana mungkin,anak kecil seperti ia bisa menjual es lilin yang banyak nya 1 rombong es hingga habis.
Sedangkan,orang dewasa saja,biasanya paling banyak berjualan,hanya 10 batang,sampai 15 batang. Itupun bila sedang ramai.
Bagi Zaky,berjualan seperti itu sudah biasa,ia menggunakan kecerdikan nya untuk berjualan,agar bisa mendapat upah ketika ia pulang berjualan nanti.
Zaky selalu menawarkan es nya kepada anak-anak kecil,sambil menyodorkan bebarapa potong es lilin kepada anak-anak itu.
Ia mengatakan bahwa ia memberikan nya,tentu saja anak itu akan mengambil banyak bukan?. Haha...tapi setelah itu.
Zaky malah mendatangi orang tua anak itu,sambil meminta uang bayaran.
Pasti orang tua anak itu akan memberikan uang pada Zaky,karna tidak mungkin mereka mengembalikan es yang anak mereka telah makan.
"Astagfirullah...nak Zaky,cerdik sekali kamu berjualan"
Ucapan itu sudah tak asing lagi di telinga zaky
Karna ia memang selalu berjualan seperti itu,agar dagangan nya laku.
Bukan hanya berjualan es saja,Zaky juga suka berjualan bakso keliling, ia menjajakan bakso-bakso milik tetangganya,sambil berjalan ke skolah,kadang sebelum sampai di sekolah pun,bakso nya sudah di borong habis oleh anak-anak di perjalanan.
Uang hasil bayaran berjualan nya,ia gunakan untuk berbelanja ketika di skolah.
Kadang bila ada sisa, Zaky memberikan nya pada bibi nya,untuk membeli lauk pauk,agar mereka nanti bisa makan.
Begitu sederhananya kehidupan mereka. Saling membantu walau kehidupan mereka serba kekurangan.
Anak dari paman Yazid malah hidup dengan damai,hanya pergi skolah dan menyantai ria di rumah,mereka hanya di fokuskan untuk sekolah oleh ayah nya,hanya ayah dan ibunya saja yang banting tulang bekerja serabutan,untuk menghidupi mereka,berbeda dengan Zaky dan kedua saudara nya.
Iya,mereka juga sadar,bahwa mereka tidak boleh hanya menumpang dengan bermalas-malasan di rumah paman nya,mereka juga sadar,bahwa paman nya juga mempunyai keluarga sendiri yang harus ia hidupi.
Oleh sebab itu,Zaky dan kedua kakak nya,slalu bekerja sebisa mereka untuk membantu meringankan beban paman nya.
***
Pagi ini,Zaky mendapatkan kabar dari pak RT setempat,bahwa nanti sore,akan ada donatur yang akan memberikan sedikit sedekah untuk para anak yatim dari kedua desa yang ada di sini. Tempat nya di balai desa Tambun ampara.Dan Zaky pun juga di undang untuk menghadiri acara pembagian sedekah tersebut
Zaky pun mengucapkan syukur kepada Tuhan yang maha esa. Karna ia nanti bisa membantu
Paman nya untuk melunasi hutang.
**Beberapa jam pun berlalu**
Kini tibalah waktu untuk Zaky berangkat ke balai desa Tambun ampara. Dengan mengenakan baju Koko berwarna putih,lengkap dengan sarung putih,dan tak lupa ia memakai peci hitam.
Ia berjalan menuju balai desa,karna jarak nya yang cukup dekat. Terlihat banyak anak-anak yatim yang sudah rapi duduk di pelataran balai desa. Zaky pun mengambil posisi duduk di tangah paling depan.
Yang besar seharusnya di belakang,tapi yah,namanya Zaky. Pasti bandel kalo di bilang. Alhasil dia duduk paling depan bersama barisan anak-anak kecil.
Zaky pun bercanda ria dengan anak-anak lain,hingga tak terasa,tibalah waktu untuk sang donatur untuk maju ke depan sambil sedikit ber pidato
Terlihat dua orang suami istri yang berpakaian formal. Berjalan menuju kedepan mreka sambil di temani oleh pejabat desa.
Pandangan Zaky seketika tertuju kepada dua orang itu,ia ber khayal seandainya ia nanti akan bisa sukses seperti seorang donatur itu,dan bisa membagikan sedikit dari hartanya kepada anak-anak yatim,alangkah bahagianya dirinya bisa berbagi.
Saking tenggelam dalam khayalan nya,Zaky sampai lupa menjawab salam yang di ucapkan donatur tersebut.
Karna ia duduk di barisan paling depan. Alhasil,pandangan sang donatur itu,tertuju pada Zaky
Sambil berkata.
"Nak,kamu yang pakai baju putih,nama kamu siapa?" Kata sang bapak donatur.
Zaky terkejut,sambil menjawab dengan terbata-bata.
"N-nama sa-saya, za-zaky ad-aditama pak" ucap Zaky.
Seluruh tatapan tertuju padanya,ingin rasanya Zaky sembunyi di bawah selimut saja jika tau begini. Alangkah menyesal nya dia karna terlalu melamun tadi nya.
"Nama yang bagus nak,sini maju kedepan,bapak akan kasih hadiah,jika kamu berani Maju kedepan" ucap sang donatur tersebut.
"Baik" ucap zaky. Ia pun maju kedepan.
Ia pun melangkah ke depan dengan penuh keberanian.
Setelah sampai di depan,sang bapak donatur itu menyodorkan sebuah Al-Qur'an kepada Zaky. Sambil berkata
"Bacalah nak,bapak akan mengetes kamu,apakah bisa mengaji atau tidak?" Sambil tersenyum ramah,bapak donatur itu menyerahkan Al-Qur'an kepada Zaky.
"Saya hampir menghafal semuanya pak,saya bukan hanya bisa membaca nya" ucap Zaky sambil tersenyum.
"Alhamdulillah...,bisakah kamu menunjukkan hafalan mu nak? Kepada kita semua yang ada di sini?" Kata pak donatur itu lagi
"Bisa pak" ucap Zaky
Ia pun di persilahkan menuju mimbar.
Sambil meyakinkan dirinya agar tak takut dengan keramaian,Zaky pun mulai melafadz kan hafalan nya.
Pak donatur yang melihat bersama istri nya pun hanya tersenyum bangga kepada seorang anak yang kini sedang melafadz kan hafalan nya di depan puluhan orang yang sedang berkumpul di depan nya.
Entah kenapa,sejak pertamakali memasuki aula,bapak donatur itu sudah mulai tertarik dengan Zaky.
Bapak donatur itupun diam-diam membisikkan sesuatu ke pak RT desa Zaky,yang ada di samping nya. Dan pak RT pun memberitahukan semua yang pak donatur tanyakan padanya tadi dengan begitu lengkap dan cermat.
Sebentar lagi. Iya...,sebentar lagi,kehidupan sang Zaky akan berubah.
Berubah sangat jauh. Tunggu saja,apa yang nantinya akan datang kepada seorang Zaky Aditama.
*Setelah beberapa lama*
Akhirnya Zaky telah usai membacakan sedikit hafalan nya.
Dan ia langsung di minta oleh pak RT untuk nanti agar tidak pulang terlebih dahulu,akan ada hal yang akan di beritahukan pada Zaky.
Zaky pun mengangguk,dan kembali duduk di tempat nya semula.
*Beberapa jam pun berlalu*
Akhirnya acara amal ini pun usai,semua anak yatim mendapat bingkisan perlengkapan sekolah dan sedikit uang tunai dari pak donatur.
Dengan perasaan senang dan bersyukur,semuanya pun mulai pergi dari balai desa.
Berbeda dengan zaky.
Ia langsung di panggil oleh pak RT untuk bertemu dengan pak donatur.
Zaky sangat heran bercampur penasaran. Mengapa ia sendiri yang di minta menemui pak donatur?. Hatinya berkecamuk dalam pertanyaan nya sendiri.
Zaky pun di bawa menuju sebuah ruangan,yang disana telah duduk pak donatur beserta istri nya,dan para pemerintah desa lain nya.
Zaky pun di persilahkan duduk di sebuah bangku yang tepat berada di depan pak donatur.
Dengan tersenyum ramah,pak donatur pun memperkenalkan dirinya pada Zaky.
"sebelumnya,bapak akan memperkenalkan diri bapak dulu sama kamu nak,Nama bapak, *Ali Fikri Darmawan*,panggil saja pak Ali,dan ini istri bapak,namanya *Eva adawiah* , panggil saja bu Eva.
Maksut bapak memanggil nak Zaky kesini,karna ada satu hal yang bapak akan tanyakan kepada nak Zaky,apabila nak Zaky berkenaan untuk menjawab nya"
Ucap pak Ali dengan ramah.
"Bisakah saya tau pak? Apa itu?" Ucap Zaky secara Trang-trangan
"Bisakah nak Zaky menceritakan kehidupan nak Zaky? Dengan siapa nak Zaky tinggal sekarang,dan apakah nak Zaky punya saudara atau bagaimana kehidupan nak Zaky setelah almarhum orang tua nak Zaky meninggal?"
Ucap pak ali
Zaky pun menceritakan semua yang di tanyakan pak ali tersebut,dan ia pun menjadi lebih penasaran lagi,karna pak Ali ,meminta untuk melihat tempat tinggal Zaky saat ini.
Zaky pun meng iyakan permintaan pak Ali untuk melihat tempat tinggalnya.
"Baik pak,bapak bisa datang kapanpun ke tempat tinggal saya" ucap Zaky.
"Baik lah,besok pagi,saya dan pak RT setempat akan berkunjung ke rumah kamu nak" ucap pak Ali.
Setelah itu,zaky di perbolehkan pulang, tapi sebelum itu,ia di berikan bingkisan berisi makanan kebutuhan rumah tangga oleh pak Ali.
Dengan penuh rasa syukur,Zaky membawa bingkisan tersebut pulang ke rumah nya.
Ia manyusuri jalan menuju rumah nya dengan amat sangat bahagia,bagaimana tidak,kini ia bisa menghemat sedikit pengeluaran untuk berbelanja makanan yang di butuhkan untuk makan.
"Paman....,bibiiiii...lihat ini...,Zaky dapat iniiii" ucap zaky sambil berlari ke arah rumah nya
"Jangan lari nak,pelan-pelan saja" kata paman Zaky yang sudah menunggu Zaky pulang di depan rumah nya.
"Ini paman...,ini...,Zaky dapat ini" kata Zaky,sambil menunjukkan apa yang iya dapat.
"Alhamdulillah..." Ucap pak Yazid sambil mengusap kepala Zaky.
Syukur? Ya...,tentu saja...,mereka sangat ber syukur mendapatkan bingkisan itu.
Memang menurut sebagian orang,mungkin hal itu biasa saja,namun bagi sebagian orang di bawah sana,hal itu sangat amat berharga bagi mereka.
Itulah kehidupan. Ada orang yang berada,ada juga tak tak mampu.
Apapun keadaan kita saat ini,syukurlah,dan hargailah semuanya.
*Keesokkan harinya*
Terlihat betapa bahagianya semua keluarga Zaky saat ini,mereka dapat menyantap nasi dengan puas,dan tentu saja mereka juga memasak telur yang mereka dapatkan dari bingkisan itu.
Mereka bisa bahagia hanya dengan sederhana,rasa syukur slalu mereka panjatkan karna mendapatkan hal yabg sangat berarti bagi mreka.
Saat mereka telah usai sarapan pagi,masing-masing dari mereka sedang bersiap untuk menyambut kedatangan pak Ali,sang donatur yang katanya akan berkunjung kerumah mreka.
Karpet lusuh yang sudah usang,terlihat sudah rapi di gelar di dalam rumah tua usang yang sempit itu. Karna hanya itu satu-satunya karpet yang mereka miliki.
Setelah sekian waktu berlalu,datanglah 4 orang berpakaian rapi. Mereka mengucapkan salam di depan rumah Zaky.
"Assalammualaikum,pak Yazid?" Ucap salam dari pak RT.
"Waalaikumussalam pak..." Ucap pak Yazid beserta semuanya pun keluar sambil bersalaman kepada ke 4 orang tersebut.
Salah satu dari mereka adalah pak RT,dua di antaranya adalah pak Ali beserta buk Eva,dan satu lain nya adalah asisten pribadi pak Yazid,yaitu pak *Sukron mahmudin*. Panggil saja pak Sukron.
"Silahkan pak" ucap pak Yazid kepada tamu-tamunya tersebut.
Mereka semua masuk menuju tempat yang sebelumnya sudah di siapkan.
Pak Ali dan buk Eva nampak prihatin melihat keadaan rumah yang di tempati Zaky,bukan hanya sudah tak layak huni,bahkan bila ada badai datang,pasti rumah itu akan roboh.
Atap yang sudah usang,dinding pagar yang bolong,dan di tambak oleh kain perca. Lantai tanah yang bersemut.
Bahkan di tengah-tengah rumah itu,terdapat kayu penyangga,agar rumah itu tak roboh.
Pak Ali pun membayangkan,bagaiman dingin nya malam yang mereka lewati,dan bagaimana panas nya siang hari ketika di rumah yang sudah usang ini
Karna terbuai dengan lamunan nya,pak Ali sampai lupa untuk mengatakan inti pembicaraan mereka. Segera saja pak Ali berbicara dengan paman Zaky.
"Pak,kedatangan saya....,hariini adalah untuk meminta izin,kepada bapak. Bahwa saya beserta istri saya,ingin mengadopsi Zaky menjadi anak kami. Apabila bapak memperbolehkan dan nak Zaky sendiri dengan suka cita menerima izin saya,tanpa adanya tekanan keterpaksaan. Bolehkan saya menjadikan nak Zaky sebagai anak laki-laki Saya satu-satunya" ucap serius pak Zaky
Seketika pak Yazid dan Bu sutiem pun terdiam sambil meneteskan air mata haru. Bagaimana tidak?,Zaky akan di angkat oleh orang yang nantinya pasti bisa membuat hidup Zaky jauh lebih bahagia dari saat ini.
Para saudara Zaky dan anak dari pak Yazid pun memeluk Zaky dengan erat. Zaky sendiri terkejut bahkan sampai tak bisa berkata-kata lagi.
Karna terlalu tak sanggup mendengan kebahagiaan itu, bu Sutiem sampai pingsan beberapa saat. Bukan bahagia lagi,tapi sangat ber syukur,akhirnya inilah jalan yang di tunjukkan oleh Allah SWT kepada Zaky untuk menjulang kesuksesan nya. Zaky sendiri,sudah seperti anak kandung nya bagi Bu sutiem. Ia tak prnah membedakan kasih sayang antara Zaky dan anak-anak nya. Oleh sebab itu,ialah yang kini paling amat sangat bersyukur atas apa yang akan Zaky dapat.
Karna fihak keluarga Zaky setuju dengan pengadopsian ini,pak Ali pun mengurus semua berkas yang di perlukan untuk pengadopsian Zaky ini.
Dengan di bantu oleh pak Sukron,asisten pribadi nya.
*Setelah pengadopsian selesai*
Akhirnya,semua berkas-berkas pengadopsian pun telah selesai. Zaky kini menjadi seorang putra dari pak Ali dan Bu Eva.
Dan tibalah saatnya,Zaky di bawa oleh pak Ali ke tempat tinggal pak Ali di kota.
Sebelum Zaky di bawa pergi oleh pak Ali, kehidupan pak Yazid pun sudah di majukan oleh pak Ali sendiri, ia di belikan sebuah perumahan yang cukup bagus,serta di berikan modal untuk menempuh hidup.
Sukur,iya...,beribu-ribu kali syukur slalu di panjatkan oleh pak Yazid dan keluarga,ketika mendapatkan hidupnya kini berubah 180 Drajat,dari kehidupan lamanya.
"Slamat tinggal paman,bibi,kakak-kakak ku semua,tunggu Zaky balik lagi ya" ucap Zaky sambil tersenyum kearah keluarganya.
Semua nya memeluk Zaky,sambil memberikan semangat kepada Zaky
Zaky pun di bawa pergi oleh pak Ali dan Bu Eva menggunakan mobil BMW mewah,yang sudah di siapkan.
Semuanya menatap haru kepada Zaky yang kian menjauh dari pandangan mreka.
.ya....inilah yang terbaik bagi Zaky,mendapat orang tua angkat yang nantinya bisa menjamin kehidupan nya.
*Beberapa tahun kemudian*
Kini Zaky telah di angkat menjadi CEO perusahaan milik pak Ali.
Karna pak Ali sudah tak sanggup untuk memimpin perusahaan,maka tanggung jawab nya pun di berikan kepada Zaky.
Pak Ali dan Bu Eva sangat menyayangi Zaky,karna Zaky anak yang berbakti kepada mereka dan taat beragama.
Hal itulah yang membuat pak Ali pun bersyukur mendapatkan anak angkat seperti Zaky.
Setelah acara pengangkatan nya menjadi CEO di perusahaan *Aksa Arlantis*, Zaky pun meminta izin kepada pak Ali dan Bu Eva untuk mengunjungi keluarganya di kampung.
Tak terasa,waktu berjalan dengan cepat,kepergian Zaky pun sudah berlalu beberapa tahun.
Kini saatnya Zaky untuk bertemu kembali dengan keluarga nya dulu.
Pak Ali pun mengizinkan Zaky untuk pergi,awal nya Zaky mengajak mereka ber 2 juga,tapi karna keadaan mereka yang skarang tak seperti dulu lagi,sering sakit-sakitan dan mudah lelah di perjalanan,membuat pak Ali dan Bu Eva memilih untuk tinggal di rumah saja. Hanya Zaky yang akan pergi menemui keluarganya, pak Ali dan Bu Eva hanya menitipkan salam dan sedikit oleh-oleh untuk keluarga Zaky di sana.
*Sampai di tempat yang sama saat ia pergi*
Zaky berdiri terpaku di depan rumah yang ia tinggalkan dulu ketika ia berlalu pergi sambil di bawa oleh orang tua angkat nya.
Iya,rumah yang di hadiahi okeh pak Ali kepada pak yazid.
Kini sudah menjadi jauh lebih besar dari sebelumnya.
Modal usaha yang di berikan pak Ali pada pak Yazid,di pergunakan oleh pak Yazid untuk membuka warung bakso,yang kini sudah membuka 3 cabang di daerah nya.
Zaky pun mengetuk pintu rumah itu,sambil mengucapkan salam.
"Assalamualaikum"
Ucap Zaky.
"Waalaikumsala-" ucap pak Yazid sambil membuka pintu
Alangkah terkejut nya,ketika ia melihat seorang laki-laki dewasa
Sedang berdiri di hadapan nya dengan pakaian yang sangat mencerminkan ke wibawaan nya sebagai seorang bos besar di perusahaan nya
Tanpa berkata-kata lagi,pak Yazid pun langsung memeluk zaky.
Rindu. Rindu yang sangat melebihi batas. Hampir bertahun-tahun mereka tak pernah bertemu. Hingga tibalah waktu ini...,pertemuan mereka untuk yang pertama kalinya,setelah kepergian Zaky.
Kini keadaan mereka semua jauh berbeda dari sebelumnya.
Yang dulunya sangat serba kekurangan,dan kini serba berkecukupan.
Sungguh perubahan nasib bukan?. Yah..Itulah kehidupan.
Tak slamanya kita berada di bawah,dan tak slamanya juga kita berada di atas.
Tergantung bagaimana kita memanfaatkan serta mensyukuri apa yang kita dapatkan saat ini.
Inilah akhir kisah dari sang *Zaky Aditama* . Seorang anak remaja laki-laki yang merubah nasib keluarganya,dari yang amat sangat kekurangan,menjadi serba berkecukupan.
"Jangan malu hidup susah,karna susah itu tidak selamanya"
Itulah kata-kata yang slalu harus di ingat teman.
Semoga saja. Sedikit cerita ini bisa meng inspirasi teman-teman semua.
Tentang kehidupan yang tak slamanya akan bertahan pada titik terendah.
Pasti akan ada masanya,kehidupan itu naik dari titik terendah,ke titik yang lebih tinggi.
Sekian dari saya. Bila ada kesalahan penulisan kata,maupun perkataan yang kurang bisa di masukkan ke hati para pembaca. mohon di maafkan.
Wassalamu'alaikum wr.wb
BIODATA PENULIS
Assalamualaikum teman-teman semua.
Sebelumnya izinkan saya mengenalkan sedikit tentang diri saya kepada kalian semua.
Kenalkan,nama saya YUNIA PUTRI SALSABILA.
Saya lahir di *Tegal*, *tanggal 16, bulan Juni, tahun 2007.*
Pasti kalian langsung berfikir,saya terlahir di kota Tegal,yang ada di provinsi Jawa timur bukan?. Hmm tapi sayang nya itu salah teman.
Saya terlahir di sebuah desa yang bernama TEGAL,yang terletak di kecamatan KURIPAN-NUSA TENGGARA BARAT. Di sanalah tempat masa kecil saya. Bermain dengan bahagia bersama teman-teman sebaya .
Saya merupakan anak satu-satunya. Jadi yah,mungkin anak tunggal banyak yang merasakan hal seperti saya. Kadang sering merasa kesepian di rumah. Kadang juga suka iri kepada teman yang mempunyai saudara.
Owh iya teman,saya juga akan mengenalkan nama orang tua,serta pekerjaan beliau, kepada kalian semua.
Pertama,dari ibu dulu ya.
Ibu saya bernama MASIRATUZZAHRAH. Beliau adalah seorang ibu rumah tangga.
Kedua, ayah saya.
Ayah saya bernama Muhamat lukman,beliau adalah seorang Wiraswasta.
Agar kita semua menjadi semakin dekat lagi,saya juga akan menyebutkan alamat saya saat ini kepada teman-teman sekalian.
Saya tinggal di BTN Pemda Gerung-jl. Mahoni 5,RT. 04, blok BJ.06
Teman-teman mau tau tidak? Cita-cita saya? Baiklah saya akan menyebutkan nya.
Saya bercita-cita menjadi seorang Pengacara wanita.
Mau tau tidak?saya terinspirasi dari siapa?,tentu saja dari pengacara terkenal kita,yaitu *HOTMAN PARIS HUTAPEA*.
Saya sungguh sangat mengidolakan beliau. Beliau merupakan seorang pengacara yang sangat ber bakat.
Harapan saya adalah,bisa menjadi pengacara seperti beliau,seorang pengacara kondang yang begitu pintar dan terkenal. Saya juga sangat ingin membuat orang tua saya bangga dengan keberhasilan saya nantinya.
Owh iya teman,ingatlah kata-kata motivasi dari saya ini. Mungkin bisa sedikit memberi semangat pada teman-teman sekalian.
"jika kamu menginginkan nya,berusahalah dengan giat,tanpa ada kata menyerah"
Semoga saja,teman-teman sekalian bisa slalu mengingat kata motivasi ini.
Pesan saya adalah.
"Usaha yang tak kenal lelah,dan kata menyerah saat di tengah usaha itu,pasti akan membuahkan hasil yang sangat- sangat akan membuatmu bangga di kemudian harinya.
Jadi...,teruslah berjuang untuk keberhasilan mu,tanpa mendengar hinaan dan kata-kata orang yang membuat mu patah semangat.
Yah,intinya,bila kalian ingin berhasil,harus giat berusaha ya.
Smangat teman-teman semua😊
Yah,mungkin cukup sampai sini saja perkenalan kita ya teman
Nonton tivi sambil makan
Makan buah juga kecapi
Niat hati hanya berkenalan
Jika ada yang salah : I'm sorry
Sekian dari saya,selamat berjumpa di lain hari teman-teman sekalian😊
