Awal tahun 2020 tepatnya bulan maret 2020 wabah covid 19 yang sedang berkeliaran di seluruh dunia ternyata sampai di negeriku tercinta ini. Semua stasiun, televisi, dan radio menggambarkan hal itu. Kondisi ini mengakaibatkan semua keadaan berubah sama sekali. Sehingga penerinta mengeluarkan aturan untuk semua sekolah di liburkan siswa siswanya. Begitupun dengan sekolahku yang tercinta. Lewat whatsApp grub kelas, Aku mendapatkan kabar bahwa sekolah akan di liburkan.
Kabar itu membuatku tersenyum sendiri di kamarku yang sunyi ini. Ku pencet nomor ponsel temanku Anita untuk memastikan bahwa informasi itu benar.
"Hallo Nit.., Nit apa benar kita akan libur sekolah"
"Iya... Besok kita libur" Jawab Anita
Mendengar informasi yang di sampaikan itu memang benar, Aku langsung loncat dari kamar tidurki yang begitu sunyi menuju wanita yang melahirkanku, saking senangnya seluruh tubuhku tak berhenti bergerak, seluruh wajahku terlihat gembira saat mendengar kabar itu.
"Bu.. Besok aku sudah mulai libur sekolah loh, aku seneng banget bu" Sambil meloncat loncat.
Akan tetapi wajah wanita itu tak sebahagia diriku, wajahnya begitu sedih mendengar kabar yang Ku sampaikan kepadanya. Wanita itu adalah ibuku, aku langsung bertanya kepadanya. Wanita itu adalah ibuku, aku langsung bertanya kapadanya "Bu kenapa kau begitu sedih mendengar kabar ini" Dengan menatap wajahnya yang begitu sedih. Tetapi wanita itu tidak menjawab pertanyaanku. Aku langsung menuju kamar tidurku sambil memikirkan menggapa wanita itu begitu sedih mendengar kabar yang aku sampaikan. Setelah aku pikir pikir jika belajar dari rumah pasti banyak masalah yang terjadi.
Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, ayahku bekerja sebagai buruh, sedangkan ibuku bekerja sebagai ibu rumah tangga (IRT). Aku adalah anak bungsu dari dua bersaudara. Ayahku memiliki tanggung jawab untuk menyekolahkan kedua anaknya.
Pembelajaran daring telah dimulai, semua anak setenbay di depan leptop dan ponselnya, tapi sayangnya aku baru saja membuka tugas yang di berikan "ah sial" kuotaku habis, terpaksa aku tidak bisa mengikuti daring saat itu, dan toko biasa tempak ku membeli paket semuanya tutup terpaksa pada sore harinya aku membeli paket. Sehingga aku harus mengerjakan tugas pada malam hari.
Lama kelamaan belajar daring sangat tidak menyenangkan dan membosankan.
Aku mencari suasana baru mulai belajar main game online, di saat itu game merajalela sehingga banyak tugas yang terbengkalai. Setiap hari guru menagih tugas tugas yang di berikan, akan tetapi aku terlalu memprioritaskan game dari pada tugas tugasku. Karna lebih memprioritaskan game aku selalu beralasan membeli paket untuk belajar, tapi sebenarnyaku gunakan untuk bermain game. Padahal pada saat itu keuangan keluargaku sangat menipis. Setiap hari ayahku banting tulang untuk mencari uang hanya untuk membeli paket, tetapi kerja keras yang di lakukan ayahku untuk aku sekolah tidak ku pergunakan dengan baik malah aku menggunakannya untuk bersenag senang.
Hari demi hari pun telah berlalu, berbagai peraturan peraturan"aneh" Telah banyak di tetapkan. Setiap hari angkak yang terdampak virus korona semakin meningkat. Semua orang resah dengan semua itu. Dan belajar dari rumah tetap di laksanakan
Setiap hari guru hanya memberikan tugas, tugas, tugas dan tugas tanpa memberikan pemahaman materi. Jujur hal itu membuatku merasa tidak hormat kepada guru karena tugas yang terus berdatangan. Aku tak menyalahkan setiap hari di berikan tugas, tetapi aku hanya menuntut guru untuk memberikan pemahaman materinya telebih dahulu.
Karena tak paham dengan sumua materi yang di berikan, aku semakin malas mengerjakan tugas. Setiap hari aku hanya bermain game, game, game dan game. Akibat dari semua itu aku semakin melalaikan tugas tugas yang di berikan.
Masalah bukan hanya itu saja, masih banyak masalah lainnya yang terjadi karena pandemi ini. Semua perlombaan di batalkan karena wabah yang menyerang seluruh dunia. Waktu itu saya dan tim mading sedang mempersiapkan pelombaan. Kalau tidak salah perlombaan itu di laksanakan pada tanggal 17 A
BIODATA PENULIS
Hy... Saya Dina lebih tepatnya Dina karunia, saya lahir pada tanggal 25 Juni 2005, saya berasal dari Desa Ombe Baru Dusun Dasan Tebu Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat, saya adalah anak bungsu dari dua bersaudara, dan saya juga memeiliki ayah dan ibu. Ayah saya bernama Sadeni dan ibu saya bernama Suginah, ayah saya bekerja sebagai buruh, dan ibu saya bekerja sebagai IRT ( Ibu Rumah Tangga)
Cita-cita saya ingin menjadi seorang dokter.
Harapan saya kedepannya, saya bisa mengangkat derajat kedua orang tua saya dan membanggakan mereka. Dan saya berharap saya bisa menggapai cita-cita saya setinggi langit.
Raihlah cita-cita kalian dengan belajar, kelak kalian akan meraih kesuksesan. Dan jangan lah kalian bermalas malasan kelak kalian akan mendapatakan kesengsaraan. jangan pernah menyianyiakan waktu, karna waktu adalah emas. Jika kalian ingin meraih kesuksesan janagan ikhtiar dengan berdoa dan berserah diri (ikhtiar).
