Tak terasa pertemuan menulis PGRI yang di gagas oleh Om Jay angkatan ke 17 sudah memasuki materi ke 15 dari 20 materi yang direncanakan. Pada pertemuan kali ini tepatnya Hari Jumat, 5 Februari 2021 mulai pukul 19.00-21.00 WIB, materi akan disampaikan oleh Ayah Salwa merupakan nama lain dari Mr Bambang Purwanto S.Kom. Beliau merupakan pendiri dari TBM AS Lebakwangi, Serang Jawa Barat
Bermula dari kecintaan beliau terhadap dunia mendongeng dan membaca membuatnya terpanggil untuk mendirikan TBM yang dipusatkan di rumahnya yang hanya berukuran tipe 21. Namun baginya kecil bangunan rumahnya tidak menjadi penghalang baginya untuk menjadikan TBM AS Lebakwangi menjadi sebesar dan sepopuler ini.
TBM AS Lebakwangi ini pertama kali didirikan sebelas tahun lalu tepatnya tanggal 5 Oktober 2011 Dengan hanya bermodalkan 200 buku yang terdiri dari cerita dongeng, majalah bobo yang ditempatkan di teras rumahnya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar khususnya anak-anak untuk bermain sambil belajar membaca.
Seiring dengan berjalannya waktu jumlah buku yang disediakan semakin banyak sehingga membuat tempat bacaan yang dulunya hanya berupa meja dilengkapi tempat duduk dari bambu berubah menjadi rak buku dengan tempat duduk permanen yang terbuat dari pasangan bata.
Usaha keras ini tidak sia-sia sebelas tahun berjuang mendirikan TBM yang awalnya bernama TBM Ayah Salwa ini berkembang pesat dan banyak penghargaan yang diraih diantaranya
1. Tahun 2013 mendapat juara 2 tingkat Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Pengelolaan TBM dalam Apresisi PTK PAUDNI
2. Tahun 2014 menjadi Juara 1 Tingkat Provinsi Jawa Barat dalam Lomba Pengelolaan TBM dalam Apresisi PTK PAUDNI
3. Yang tak kalah hebatnya lagi tahun 2018 beliau mendapatkan Sbilulungan Sword dari Bupati Kabupaten Bandung.
TBM AS Lebakwangi tidak hanya bergerak dalam kegiatan membaca, namun banyak kegiatan lain diantaranya: pinjam buku, mendongeng, menggambar, mewarnai, belajar membaca, menulis puisi, main catur, puzzle, pelatihan dan masih banyak lagi.
Konsisten dan berani berkorban merupakan modal yang beliau terapkan di sana. Mr Bambs panggilan akrabnya ini tidak segan-segan mengeluarkan uang pribadinya untuk menggaji petugas yang disuruh menunggubTBM tersebut. Keikhlasan berbuah manis, TBM ini ramai dikunjungi dan mendapatkan bantuan dana dari para donatur yang peduli dengan kemajuan generasi bangsa. Disamping bantuan dana, ada juga donatur yang memberikan bantuan buku, hingga akhirnya sampai saat ini koleksi buku di TBM AS Lebakwangi mencapai 6000 eksemplar.
Satu hal yang bisa kita ambil dari sosok Ayah Salwa yang lebih di kenal dengan Mr Bams adalah tidak perlu menunggu kaya untuk bisa berbagi dan bermanfaat untuk orang lain. Mulailah dari diri sendiri, mulailah saat ini dan mulailah dari hal kecil. Semoga kita bisa mengikuti jejak beliau untuk jadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Aamiin...



semoga omjay juga bisa membuka taman bacaan masyarakat di rumah
BalasHapus