Senin, 8 Februari 2021
Penulis : Siti Marwanah
Setelah anda tahu beberapa alasan
yang sering dilontarkan oleh orang yang malas menulis diantaranya di bawah ini:
· Saya belum sempat menulis karena saat ini saya
terlalu sibuk, banyak sekali pekerjaan yang harus saya selesaikan, saya tidak
punya waktu,
· Saya bingung cara menuangkannya ke dalam tulisan
padahal banyak sekali ide dalam kepala saya tapi saya tidak tahu harus menulis
dari mana?.
·
Saya tidak tahu mau menulis apa dan dari mana
saya memulai.
·
Saya tidak bisa menulis dan tidak punya bakat
dalam menulis
Berbagai macam alasan di atas seolah menjadi pembenaran diri bagi seseorang
yang malas menulis, tanpa disadari alasan itulah yang membuat kita tidak pernah
mau mencoba. Setelah anda tahu beberapa alasan yang dilontarkan orang lain
sebagai hambatan anda untuk belajar menulis “SELANJUTNYA APA YANG HARUS ANDA
LAKUKAN?
a.
Merubah Mindset
Banyak orang yang menganggap
menulis itu sulit. Padahal menulis itu hampir sama dengan berbicara. Menulis
merupakan rangkaian kata-kata yang dituangkan ke dalam tulisan, sementara
berbicara merupakan rangkaian kata-kata yang diucapkan. Bedanya hanya terletak
pada cara penyampaian, ada yang di berupa tulisan dan ada juga yang berupa
ucapan.
Mengapa menulis dianggap sulit sementara
berbicara dianggap gampang. Hal ini disebabkan karena faktor kebiasaan saja.
Setiap hari kita berbicara tanpa beban, tanpa pernah berpikir salah atau
keliru, rangkaian kalimat mengalir begitu saja sehingga membuat kegiatan
berbicara itu menjadi mudah.
Sangat berbeda dengan menulis,
orang jarang mau menuangkan apa yang dibicarakan, didengar, dilihat, dirasa ke
dalam rangkaian kata berupa tulisan karena perasaan takut salah, takut dihina,
takut di cemooh, takut di ejek sehingga membuat seseorang tidak jadi melakukan
aktifitas menulis. Tekanan itulah yang membuat seseorang tidak percaya diri. Padahal
kalau menulis sering dilakukan, maka kegiatan menulis akan sama entengnya
dengan kegiatan berbicara.
b.
Belajar
Menunbuhkan Motivasi dari Anak Balita
Untuk menumbuhkan
semangat dan tekad dalam menulis, cara yang bisa anda gunakan adalah belajar dari
anak balita.
Saya dan anda mungkin
sering melihat dan memperhatikan seorang anak balita yang sedang belajar
berjalan. Dengan perjuangan yang tak kenal lelah, rela menahan rasa sakit,
harus jatuh berkali-kali tidak menyurutkan semangatnya untuk belajar berjalan.
Saat jatuh dia berusaha bangun dan mencoba. Dia tidak malu saat harus
ditertawakan diejek.
Bahkan saat
ditertawakan, dia balas dengan senyuman. Dia tetap tegar dengan satu tujuan
ingin bisa berjalan. Semangat untuk bisa berjalan yang dimiliki oleh balita perlu
kita tiru.
Begitu juga dengan
belajar menulis. Kalau anda masih malu, takut dikritik, takut ditertawakan maka
anda tidak akan pernah bisa menulis.
c.
Hargai dulu karya anda
sendiri baru harapkan orang lain.
Anda yang harus terlebih dahulu menghargai karya anda
sendiri. Jangan tunggu orang lain untuk melakukan hal itu. Masing-masing orang
diberikan kelebihan oleh Allah dalam segala segi. Termasuk kelebihan anda dalam
menyampaikan sesuatu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara berbicara atau melalui
tulisan.
