Kegiatan gelar karya P5 TKIT Amirul Ummah mengangkat tema Aku Sayang Bumi (Sampahku Kreativitasku). Kegiatan P5 ini merupakan kolaborasi antara siswa dan orang tua dalam pembelajaran sehingga tujuan dan hasil pembelajaran sesuai dengan harapan. Kegiatan ini dilaksanakan di sekolah TKIT Amirul Ummah yang berlokasi di Sembung, Kecamatan, Narmada.
Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pengalaman kepada anak agar mampu mengklasifikasikan sampah serta anak mampu mengetahui manfaat dan mendesain sampah. Untuk memberikan pembelajaran kepada semua siswa maupun wali murid maka setiap tahapan P5 di dokumentasikan dalam banyak video sehingga semua kegiatan bisa disaksikan langsung oleh orang tua siswa. Pihak sekolah juga mencanangkan narasumber untuk memberikan pendampingan kepada orang tua untuk membuat desain yang diinginkan oleh para siswa dan orang tua.
Dalam sambutannya ketua yayasan Bapak Rusli Amrul SE. M.Ak menyampaikan perjalanan yang sudah dilalui oleh yayasan Amirul Ummah sejak tahun 2019 sehingga berkembang sampai saat ini dan sudah memiliki jenjang sampai dengan SD yang awalnya hanya jenjang TK.
Sementara pengawas TK kabupaten Lombok Barat Bu Hj. Hadijah memberikam apresiasi kepada kepala sekolah dan para guru serta orang tua dan semua stakeholder yang telah begitu kreatif semua
Hal senada juga diungkapkan oleh perwakilan Desa Sembung Bapak Burhanuddin memberikan apresiasi karena TKIT Amirul Ummah merupakan satu-satunya sekolah yang sangat kreatif dan memiliki banyak kegiatan. Beliau mengungkapkan bahwa Desa pun Selalu mendukung program yang dilakukan oleh yayasan Amirul Ummah. Harapannya agar semua pihak yang ada di TKIT agar menularkan ilmu dan pengalamannya kepada sekolah lain agar berbuat hal yang sama.
Pada kesempatan ini juga TKIT menyerahkan kenang-kenangan kepada Pengawas Hj Hadijah yang akan purba tugas. Usai kegiatan doa para siswa mulai unjuk kemampuan di depan tamu undangan. Mulai dari membawakan tari amaq teganag amaq tegining, fasion show dengan menampilkan hasil karya para siswa dan orang tua masing-masing. Di akhir sesi pihak sekolah memberikan penghargaan kepada 3 orang siswa dengan kostum terbaik.
Harapan ke depan agar semakin banyak satuan pendidikan yang melaksanakan hal serupa sehingga sedikit demi sedikit masalah sampah yang ada di masyarakat ini bisa teratasi.











