Catatan harian pengawas
Untuk memperingati Hari Anak Nasional tahun 2023 yang jatuh pada tanggal 23 Juli, Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI-PGRI) Kabupaten Lombok Barat Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Barat melaksanakan Seminar Anti Bullying dan Pencegahan Stunting. Kegiatan ini dilaksanakan pada Hari Senin, 31 Juli 2023 di Aula Kantor Bupati Lombok Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam menangani kasus stunting dan bullying yang ada di sekolah.
Ini merupakan salah satu bentuk implementasi dari visi Hari Anak Nasional yang sudah di rumuskan pemerintah yaitu mewujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah dan peduli anak, seperti dikutip dari laman Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.
Kegiatan seminar ini dihadiri oleh Bunda PAUD Kabupaten Lombok Barat, Sekdis Dikbud Lombok Barat, Kabid PAUD Dikbud Lobar, Kabid SMP dikbud Lobar, Pokja PAUD Lombok Barat. Sekdis BKKBN Kab. Lombok Barat. Pengurus IGTKI Kabupaten Lombok Barat dan pengurus IGTKI masing-masing kecamatan, Pengawas PAUD dan Penilik PAUD Kab. Lombok Barat serta para guru PAUD SE Lombok Barat serta narasumber dari beberapa instansi.
Dalam sambutannya Sekdis Dikbud Lombok Barat yang menjadi ketua panitia pelaksana mengungkapkan bahwa efek Bullying dan stunting tidak hanya berdampak psikis namun juga akan berdampak pada psikologis anak.
Kegiatan ini dilaksanakan selama satu hari dan diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang berasal dari kepala TK, guru dan orang tua siswa. Kegiatan ini disponsori oleh penerbit Erlangga. Harapan ke depan dengan adanya kegiatan seminar ini diharapkan Bullying maupun stanting tidak terjadi lagi di lingkungan sekitar.
Sementara Bunda PAUD Lombok Barat Hj. Haerani Fauzan dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar pencegahan Stunting dan bullying. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pemahaman masyarakat dan mensukseskan program pemerintah menciptakan generasi Indonesia emas pada tahun 2050.
Stunting dan bullying akan berdampak pada perkembangan generasi ke depan. Dampak stunting antara lain Menurunkan produktivitas pada masa 15 tahun mendatang. Mempengaruhi perkembangan otak yang berdampak pada gagal tumbuh dan perkembangan kognitif dan motorik, serta potensi kerugian ekonomi dari rendahnya produktivitas SDM.
Pemerintah bekerjasama dengan berbagai pihak untuk menurunkan resiko stanting. Ada juga kegiatan parenting yang dilakukan agar masyarakat juga memiliki pemahaman agar kasus stunting ini bisa ditekan.
Penyerahan buku terkait stunting yang diberikan oleh penerbit Erlangga kepada Bunda PAUD Lombok Barat sebagai bentuk kepedulian penerbit terhadap kasus stunting dan bullying di masyarakat.
Kegiatan bullying hampir terjadi di setiap sekolah dan bahkan setiap hari. Tidak itu saja kekerasan atau bullying banyak terjadi di media massa bahkan banyak tontonan atau sinetron juga terkait bullying. Dampak yang akan terjadi pada diri siswa antara lain akan memunculkan rasa rendah diri dan kurang percaya diri.
Dengan adanya seminar ini diharapkan para guru dapat memberikan pelayanan maksimal kepada anak didik dan pemahaman kepada orang tua agar bullying tidak terjadi dilingkungan sekolah dan lingkungan rumah. Sehingga pola asuh antara sekolah dan rumah bisa sejalan.
Materi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat Bidang Kesehatan disampaikan oleh Mutmainnah dari Bapeda Lombok Barat. Tim percepatan penurunan stunting melibatkan semua UPTD yang ada di Lombok Barat. Pencegahan Stunting ini merupakan misi ke 4 Lombok Barat untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang dijabarkan menjadi 3 ranah yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan serta meningkatkan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Stunting ini merupakan tanggung jawab bersama dan melibatkan semua UPTD yang ada di Lombok Barat. Ada beberapa kegiatan dan upaya yang dilakukan oleh masing-masing UPTD untuk menurunkan stunting disesuaikan dengan UPTD masing-masing antara lain gerakan terpadu kejar paket, pendidikan anak usia dini, BOK stunting, Bina Keluarga Balita, Program pemberdayaan PMKS, Program pengelolaan sanitasi layak, program.penibgkatan akses air minum layak, Program peningkatan rumah layak huni, program pengembangan sistem penyusluhan perikanan, program peningkatan produksi pertanian, program perlindungan jaminan sosial, program pelayanan administrasi kependudukan, program pengembangan perdagangan, program pasangan ranah anak, program peningkatan pastisupasi masyarakat dalam membangun desa, program kursus cantin.
Gerakan yang dilakukan dimasyarakat untuk pencegahan Stunting dimodifikasi dengan istilah yang sudah memasyarakat antara lain Gemadazi, Aksi Bergizi, Berpijak Sehat, Selaras, BKB Emas, Gerdu Doa, Gerasak, Gamak, Aning Solah Sugih, Germas, Gemarikan, Si Begama.
Yang bisa dilakukan oleh seorang ibu adalah merawat anaknya agar tidak gagal tumbuh dan diharapkan orang tua memperhatikan asupan gizi dari masa kehamilan sampai anak memasuki usia dua tahun. Di samping itu pasca melahirkan anak balita hendaknya secaravrutin di bawa ke posyandu untuk memantau perkembangan dan pertumbuhan anak.
Dampak stuting adalah mempengaruhi kecerdasan (kognitif) dan penyakit tidak menular misalnya kencing manis, kegemukan, darah tinggi dan jantung.
Kecerdasan kognitif ini berhubungan dengan seorang pemimpin di masa depan sedangkan penyakit tidak menular seperti diabetes, obesitas, darah tinggi dan jantung akan berdampak pada besarnya biaya perawatan yang harus dikeluarkan oleh negara terkait penyakit yang dialami oleh masyarakat luas.
Komposisi Asi hampir sama dengan komposisi otak sehingga anak yang baru lahir makanan terbaik adalah langsung diberikan asi. Sedangkan untuk satu tahun pertama buah dan sayur diperkenalkan ke anak, yang lebih utama adalah diberikan protein hewani.
Usai materi terkait stunting, Nara sumber memberika Materi Pencegahan perundungan anti bullying pada anak usia dini di sampaikan Hj Erni Suryana SST. MM Sekretaris PPKBPPPA.
Tahun 2011-2018 terdapat 37.381 terjadi kekerasan pada anak dan 2.473 terjadi di dunia pendidikan. Faktor pemicu antara lain keluarga dan pola asuh. Orang tua fokus dengan pertumbuhan anak dan agak lalai pada perkembangan anak.
• Terganggunya kesehatan mental seperti sedih, pemarah.







Mantap bu pengawas, tulisannya rapi, mudah dipahami, terstuktur. Pokoknya keren. Terima kasih informasinya.
BalasHapusSama-sama
BalasHapus