Catatan harian pengawas
Komunitas Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat kembali melakukan kegiatan pelatihan komunikator literasi digital bagi guru melalui pendekatan komunikasi antar pribadi (KAP). Kegiatan ini akan dilaksanakan sebanyak 4 kali. Kegiatan 1 dilaksanan tgl 10 Juni 2023 di SMAN 1 Lembar. Kegiatan 2 dilaksakan tgl 12 Juni 2023 di SMAN 1 Gerung. Kegiatan 3 dilaksanakan tgl 14 Juni 2023 di SMAN 1 Narmada. Kegiatan 4 dilaksanakan tgl 15 Juni 2023 dilaksanakan di SMPN 1 Gunung Sari.
Pada tulisan kali ini, saya ingin memberikan gambaran singkat isi kegiatan yang dilaksanakan pada hari Senin, 12 Juni 2023 di SMAN 1 Gerung yang diikuti oleh 49 orang.
Pada sesi pembukaan kegiatan diawali dengan doa yang disampaikan oleh bapak Ridhan Hadi. Kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Lombok Barat dan Mars Guru Penggerak di pimpin oleh Ayu Nurmala Sari. Dilanjutkan dengan beberapa sambutan dari Kepala sekolah SMAN 1 Gerung. Perwakilan dari BGP dan Bapak Kabid GTK Dikbud Lobar.
Kepala sekolah SMAN 1 Gerung yang diwakili oleh Bapak Drs. Sudirman M. M sebagai tuan rumah mengucapan terima kasih disampaikan kepada penyelenggara yang sudah mempercayakan kegiatan ini dilaksankan di SMAN 1 Gerung dan menyediakan semua fasilitas yang dibutuhkan selama kegiatan dan meminta maaf kepada semua peserta jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama kegiatan berlangsung.
Sambutan dari BGP NTB yang diwakili oleh ibu Dani Soraya M. PD (Widya Prada). Diharapkan kepada guru penggerak untuk membagi waktu sebaik mungkin karena padatnya kegiatan sehingga semuanya bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dan harapan ke depan agar guru penggerak juga mampu menggerakkan komunitas yang ada di sekolah maupun yang ada di masyarakat. Tidak hanya itu, guru penggerak juga hendaknya melibatkan diri dalam kegiatan literasi digital. Literasi digital sangat dibutuhkan agar masyarakat kita tidak cepat percaya dengan informasi yang tersebar di dunia Maya.
Guru penggerak diharapkan agar memberikan pengenalan kepada siswa yang akan masuk ke SD tidak mengajarkan calistung pada usia PAUD. Biarkan anak berkembang sesuai usianya dan kebutuhannya. Sudah ada aturan dari kementrian untuk tidak memberikan tes calistung saat baru masuk SD.
Pada akhir sambutan Bu Dani Soraya juga berharap semoga semua sekolah di Lombok Barat sudah mendaftar sebagai pelaksana kurikulum merdeka.
Sambutan dari Bapak Kabid GTK DR. H. Ahmad Sujai M.Pd sekaligus membuka kegiatan. Beliau mengapresiasi KGP Lombok Barat sejak mulai di bentuknya pada 20 Desember 2021 selalu mengadakan berbagai macam kegiatan, Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Barat akan tetap mendukung secara maksimal semua kegiatan yang dilakukan oleh KGP Lobar.
Harapannya ke depan agar guru penggerak ini juga mendorong dan ikut berkontribusi dalam pelaksanaan IKM yang ada di sekolah masing-masing. Harapan Dinas semoga semakin banyak sekolah yang mendaftar untuk melaksanakan IKM baik menggunakan IKM Mandiri belajar maupun IKM Mandiri berubah.
Namun ada beberapa kendala yang ditemukan dilapangan bahwa masih banyak guru yang tidak memiliki akun belajar yang akan digunakan untuk mendaftar maupun untuk login di PMM. Di samping itu juga ada guru yang sudah mendaftar di PMM namun tidak menyelesaikan pembelajaran sampai akhir. Untuk mengatasi hal tersebut Dinas akan membuat kebijakan agar pada hari Sabtu semua sekolah diwajibkan untuk membuka PMM dan belajar di PMM. Guru penggerak agar mendampingi guru yang ada di sekolah untuk membuka dan belajar di PMM.
PBD (Perencanaan Berbasis Data), bisa di buka menggunakan akun belajar dan akan ditemukan beberapa rapot sekolah yang memiliki warna berbeda tergantung kondisi sekolah. Jika ada sekolah masih berwarna merah harus ada upaya dari sekolah agar bisa berubah menjadi kuning, dan dari kuning ditingkatkan menjadi hijau. Dibutuhkan kerjasama semua pihak agar IKM Lombok Barat meningkat sesuai dengan harapan kita semua.
Yang tidak kalah pentingnya sebagai seorang pendidik juga memperhatikan cara berkomunikasi dan berpakaian karena seorang pendidik ini merupakan profesi yang harus jadi panutan di masyarakat.
Usai acara pembukaan kegiatan dilanjutkan pada sesi pelatihan komunikator Literasi Digital ini disampaikan langsung oleh narasumber yaitu Romadhan Bordasari Putra dari Mafindo NTB, dan Andy Hardiyanti Hastuti dari Komunitas Emak-Emak Blogger.
Kegiatan yang berlangsung selama empat jam ini tak terasa karena dari awal sesi pelatihan diberikan dengan strategi game, namun syarat makna dan dipenuhi dengan materi yang padat, mantap dan berisi. Hingga 3 prinsip komunikasi antar pribadi
Menambah keakraban, saling mendengarkan dan mengunci komitmen bisa diserap oleh peserta secara maksimal.
Perlu menjadi perhatian kita semua untuk memerangi hoaks. Untuk menghindari diri maupun keluarga agar tidak menyebarkan dan mempercayai hoaks yang merajalela di media sosial, maka hendaknya kita semua, saat mendapatkan informasi dari manapun agar terlebih dahulu mencari tahu apakah info tersebut benar atau hanya hoaks. Kita bisa melakukan klarifikasi info yang kita terima tersebut melalui webside di bawah ini:
• s.id/cekhoaks
• komin.fo/inihoaks
• turnbackhoaks.id
• @antihoaksbot
Atau bisa melaporkan melalui chat whatshapp ke:
• MAFINDO dengan WA 0859 21 600 500
• Liputan 6 Cek Fakta dengan WA 0811 978 7670
Demikian gambaran kegiatan pelatihan komunikator Literasi Digital yang diselenggarakan oleh KGP Lombok Barat, semoga bisa menambah bekal dan wawasan kita serta bisa membuat kita tidak langsung percaya dan ikut meneruskan berita hoaks ke masyarakat.




