Perjalanan Religi Para Pemburu Surga

 

Ziarah makam

Catatan harianku

Sang Surya baru menampakkan wajah, walau pun begitu makam Tuan Guru yang berlokasi di Dasan Geres, Gerung sudah dipenuhi oleh jamaah majlis taklim Baituttohirin yang akan melakukan ziarah ke beberapa makam yang ada di wilayah Lombok, mulai dari Lombok Barat sampai dengan Lombok Timur. Kegiatan ini akan menjadi agenda rutin tahunan dari kelompok pengajian ini disamping kegiatan lainnya. 


Kegiatan yang seyogyanya dilaksanakan pada hari Minggu 14 Mei 2023, namun karena keterbatasan ketersediaan bis, maka kegiatan ziarah makam ini dilaksanakan hari ini Minggu, tanggal 21 Mei 2023. Ada 4 Bis yang akan membawa 115 jamaah yang terdiri dari 18 orang laki-laki  dan 97 orang perempuan. 2 bis althaff yang masing-masing berisi 33 orang penumpang dan 1 bus SMKN 1 Gerung berisi 17 orang. 

Ziarah makam


Sekitar pukul 07.20 wita, sebelum rombongan menuju ke makam TGH, Saleh Hambali Bengkel. Terlebih dahulu para jamaah melakukan doa bersama di makam leluhur para jamaah yaitu TGH. Muhammad Tahir yang ada di Dasan Geres. Lima belas menit menuju pukul 8 tepat satu persatu Bis yang akan membawa rombongan mulai meninggalkan area makam menuju ke makam berikutnya. 


Kurang lebih lima belas menit menyusuri kepadatan jalan raya rombongan sampai di makam Bengkel. Makam yang berada di pusat desa ini seketika dipenuhi oleh para jamaah untuk melakukan doa bersama. Hanya membutuhkan waktu 20 menit, rombongan pun melanjutkan perjalanan menuju Makam Ketak yang ada di wilayah Lombok Tengah tepatnya di Desa Muncan, Kopang. 

Ziarah makam


Alunan musik yang mendayu-dayu menemani sepanjang perjalanan membuat perjalanan ini semakin mengasikkan. 


Tepat pukul 09.30 wita bis pun memasuki area Makam Ketak. Tempat ini adalah makam salah satu waliyullah yang ada di Lombok Tengah TGH. Mohammad Saleh yang lebih dikenal dengan TG. Lopan atau Datuk Lopan. Kondisi makan yang sangat ramai membuat jalanan sedikit macet. Terlebih sekarang banyak masyarakat Lombok yang melakukan ziarah makam, terutama yang akan melaksanakan ibadah haji. 

Ziarah makam


Posisi makam ada di atas bukit, membuat para penziarah harus berjalan kaki sekitar 300 meter dengan posisi menanjak agar bisa berada di dekat makam. Sepanjangan jalan pengunjung disambut oleh pedagang kaki lima yang menjajakan air, rampai, buah-buahan maupun makanan ringan serta pernak pernik yang lain. Hal ini bisa meningkatkan prekonomian masyarakat setempat. 

Ziarah makam


Setelah satu jam berada di makam Ketak, pukul 10.30 Perjalanan dilanjutkan ke makam TGH. Muhammad dan TGH. Jamiluddin Muhammad yang ada di Pringgasela, Lombok Timur. Tepat pukul 11.25 menit para jamaah sampai di masjid sulukul muttakin, lokasi pemakaman TGH. Muhammad yang ada di Pringgasela. Setelah zikir dan doa, para jamaah melaksanakan sholat Zuhur berjamaah dan dilanjutkan dengan makan siang. 

Ziarah makam


Pukul 13.45 menit para jamaah meninggalkan makam yang ada di Pringgasela dan dilanjutkan ke makam pahlawan sekaligus waliyullah TGH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang ada di Pancor, Lombok Timur. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih  15 menit dari Pringgasela, tepatnya pukul 14.15 wita rombongan sudah tiba dilokasi makam yang dikenal dengan Datuk Pancor. Beliau merupakan pendiri dari NWDI dan NBDI. Usai melantunkan zikir dan doa dua puluh menit kemudian perjalanan dilanjutkan menuju makam TGH. Ali Batu yang berlokasi di Sakra. 

 


Ziarah makam

Ziarah makam


Tepat pukul 3 sore rombongan sampai di Sakra. Seperti sebelumnya para jamaah hanya melantunkan zikir dan doa dan dilanjutkan dengan sholat berjamaah ashar sebelum akhirnya akan menuntaskan perjalanan ke masjid Nurul Bilad yang berlokasi di Kuta, Lombok Tengah. 


Jam menunjukkan pukul 16.00 wita rombongan pun berangkat menuju ke lokasi terakhir. Karena kondisi AC di bis yang tidak aktif menyebabkan penumpang khususnya di bis 3 berusaha menikmati perjalanan ditengah suasana bis yang sangat panas. Banyak cerita-cerita lucu yang dilontarkan para ibu-ibu dan bapak-bapak untuk sekedar menyegarkan suasana dan menghilangkan kebosanan dan mengusir ketidaknyamanan karena kondisi bis yang tidak sesuai dengan ekspektasi. 


Menjelang Magrib para rombongan pun memasuki area Parkir Masjid Nurul Bilad. Di wilayah pantai Kuta, Lombok tengah. Setelah istirahat beberapa saat, terdengar kumandang azan Magrib sebagai tanda bahwa perjalan hari ini mencapai finis dan akhirnya usai menjalankan kewajiban sebagai seorang hamba kepada Sang Pencipta 4 Bis pun meninggalkan lokasi untuk kembali ke Lombok Barat. Tepat pukul 20.00 wita semua jamaah selamat sampai ke tujuan masing-masing. Semoga perjalanan ziarah kali ini akan semakin menambah keimanan para jamaah dan menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa suatu hari nanti kita pun akan menutup usia seperti para waliyullah yang dikunjungi makamnya hari ini. 

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama