Renungan Di Ketinggian

Awan di ketinggian

Catatan harian seorang hamba 

Allahu Akbar!!! 

Hanya kata itu yang bisa terucap dalam relung hati terdalam. Terkesima dengan begitu hebat dan luar biasanya ciptaanmu. Aku begitu terpesona menyaksikan ciptaanmu yang begitu Agung dan sempurna. 


Perasaan langka yang jarang terbersit di relung kalbu. Namun saat berada di atas ketinggian, diatas awan. Saat pandanganku menyaksikan gumpalan awan yang ada di bawah pesawat ku tumpangi. Desiran halus itu tiba-tiba muncul. 


Tidak pantas rasanya menyombongkan diri dan menganggap diri hebat. Kita tidak ada apa-apanya di hadapan Sang Khalik. Bumi dan semesta yang begitu luas merupakan hasil karya nyata yang tidak bisa dipungkiri oleh siapa pun. 


Saat pesawat meluncur, gedung-gedung pencakar langit yang berdiri megah, gunung-gunung yang tinggi menjulang tampak seperti butiran debu dari ketinggian. Lalu bagaimana dengan raga manusia yang besarnya tidak seberapa. Seolah lenyap dari pandangan. 


Apa yang bisa kita banggakan.

Apa yang bisa kita sombongkan

Apa yang bisa kita pamerkan

Pada saatnya nanti, semua tidak ada arti.


Jadilah pribadi yang tahu diri

Jadilah pribadi yang rendah hati

Jadilah pribadi yang mandiri

Jadilah pribadi yang mumpuni

Jadilah pribadi yang religi

Jadilah pribadi yang suka berbagi

Jadilah pribadi yang ingat mati

Agar hidupmu jadi lebih berarti

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama