Suatu hari ada enam siswa yaitu Afina, Putri, Nabila, Dini, Fadila, yang sedang belajar kelompok di salah satu rumah siswa yang bernama Putri. Keenam siswa tersebut memiliki karakter yang berbeda. Putri merupakan siswa yang memiliki karakter pendiam, alim dan pintar. Sementara Afina dan Nabila memiliki sifat setiakawan, peduli dan supel. Namun agak sedikit berbeda dengan karakter Dini dan Fadila yang suka ngejulit jika melihat suatu peristiwa yang kurang berkenan. Mulut mereka akan ramai membicarakan hal tersebut.
Afina. : Put, jadi kita belajar dirumahmu nanti kan?
Putri. : Jadi, ayo mungkin ada yang ikut bareng pulang dengan saya.
Dini dan Fadila : Kalau kami mau pulang dulu, nanti baru ke rumahmu jawab mereka berdua hampir bersamaan.
Nabila. : Kalau saya mau ganti baju dulu, baru ke rumahmu ya put.
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing. Setelah pukul 3 sore mereka pun sampai di rumah putri hampir bersamaan.
Para siswa : Assalamuaikum Putri, Jawab mereka hampir serentak.
Putri. : Waalaikumsalam, jawab putri dari dalam sambil membuka pintu dan mempersilahkan teman-temannya masuk ke rumah.
Dini dan Fadila langsung bergegas masuk begitu pintu terbuka. Sementara siswa yang lain mengikuti dari belakang.
Tanpa sengaja mata Dini melihat beberapa botol bekas minuman keras ada di pojok ruangan. Tanpa ada aba-aba dia pun mencolek Fadila.
Fadila : Ada apa? Tanyanya dengan suara berbisik
Dini : sssttt....sembari melirik ke arah botol.
Ada beberapa siswaa yang sedang mengalami kesulitan mengerjakan soal langsung bertanya ke Putri. Tanpa mengalami kesulitan gadis itu menjelaskan ke beberapa temannya yang belum paham.
Afina. : Wah Hebat banget kamu put, dari tadi kami bingung. Tapi kamu dengan gampang menjelaskan ke kami.
Nabila. : Saya juga terima kasih ya put.
Di saat beberapa temannya sedang memperdalam materi yang sedang di ajar Putri. Justru raut muka Dini dan Fadila langsung berubah saat mendengar Afina dan Nabila menyanjung Putri.
Usai mengerjakan tugas, semua siswa pulang ke rumah masing-masing.
Keesokan harinya tanpa sengaja Dini dan Fadila melihat putri berbelanja di warung dan karena rasa penasaran dengan botol minuman yang dilihatnya kemarin akhirnya saat putri pulang ke rumah Dini dan Fadila membuntutinya dari belakang denga berjalan mengendap-endap.
Dari kejauhan dia melihat ayah putri sedang asyik minum-minuman keras.
Dini. : Ayo kamu ambil foto dulu
Fadila : Siap...jawabnya sambil mengarahkan kamera ponselnya ke arah bapaknya Putri.
Setelah mengambil foto, dengan bujukan dari Dini akhirnya Fadila mengshare foto tersebut ke gruf wa kelas.
Sejak kejadian itu semua siswa tahu dan satu persatu para siswa menjauhi Putri dan sering membicarakannya saat mereka bertemu. Saat sedang asyik ngerumpi seorang ustad lewat dari depan mereka dan mengingatkannya untuk tidak begibah.
Ustad. : Kalian tidak sepantasnya membuka aib teman sendiri. Itu sama artinya kian memakan bangkai teman kalian sendiri. Coba kalian bayangkan jika itu terjadi pada diri kalian, apa kalian bisa membayangkan bagaimana respon temanmu tersebut.
Setelah mendengarkan penjelasan pak ustad kelima siswa tersebut menyesal dan keesokan harinya meminta maaf ke putri atas kelakuakan mereka selama ini.