Setelah para calon guru penggerak dinyatakan lulus sebagai guru penggerak dan sudah menerima sertifikat berhak menyandang gelar Guru Penggerak maka langkah selanjutnya adalah mengikuti simposium guru penggerak dengan tema yang sama di setiap angkatan yaitu "Sinergitas Guru Penggerak Dengan Pemerintah Daerah Dalam Proses Transportasi Pendidikan Bagi Wilayah Kabupaten....."
Kegiatan simposium ini berlangsung selama tiga hari yang dilaksankan di hotel tempat CGP mengikuti lokakarya setiap bulan. Simposium dihadiri oleh Kepala Pusat P4TK, Bapak Bupati beserta jajarannya, Bapak Kepala Dinas beserta Kabid GTK, serta Pendamping Praktik, Fasilitator, undangan dari beberapa unsur pemerintahan dan seluruh guru penggerak yang dinyatakan lulus.
Ada beberapa agenda kegiatan yang akan dilalui selama tiga hari antara lain penyerahan kembali guru Penggerak kepada pemerintah daerah setempat agar bisa diberdayakan untuk memajukan pendidikan di wilayah tersebut serta bisa bersinergi, berkolaborasi dengan semua unsur yang ada di pemerintahan dan instansi lain dalam proses transpormasi pendidikan guna meningkatkan kompetensi para guru serta untuk bisa menghasilkan generasi yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila.
Usai dilakukan penyerahan kepada pemerintah daerah, para guru penggerak membentuk Komunitas Guru Penggerak yang terdiri dari pengurus inti yaitu Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Pengurus ini dibantu oleh tiga sampai empat komisi yaitu Komisi Pengabdian Masyarakat, Komisi Penelitian dan Pengembangan, Komisi Organisasi dan Sumber Daya Manusia serta Komisi publikasi dan dokumentasi.
Keempat komisi ini memiliki koordinator dan beberapa anggota yang nantinya akan mendiskusikan program kerja untuk satu tahun ke depan. Rencana kerja terlebih dahulu akan dipresentasikan oleh masing-masing komisi di depan semua peserta simposium sebelum dirumuskan oleh Ketua Umum besera jajarannya.
Ketua Umum akan membentuk panitia kecil untuk merumuskan semua program kerja dari masing-nasing komisi sebagai program kerja Komunitas Guru Penggerak selam satu tahun ke depan. Program kerja yang sudah final inilah yang kemudian akan di serahkan ke Kepala Pusat P4TK dan kepada Pemerintah daerah dan kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan.
Sembilan bulan bukan waktu yang pendek untuk menempa para guru menjadi pribadi yang bertanggung jawab, mandiri dan memiliki dedikasi hal ini bisa dibuktikan saat lokakarya 7 dan simposim para guru penggerak unjuk kebolehan untuk menari, menyanyi , membaca puisi atau atraksi lainnya sebagai bukti nyata bahwa mereka siap menjadi pemimpin pembelajar dan pantang menolak saat diberikan tanggung jawab untuk menyelesaikan sesuatu.
BACA JUGA : Lokakarya 5 Guru Penggerak
BACA JUGA : Aksi Nyata Modul 3.3 Membentuk Siswa Blogger
Pada kesempatan ini pula semua peserta simposium bisa mendengar langsung sejauhmana respon pemerintah daerah dalam memberdayakan guru penggerak yang ada di wilayah masing-masing.
Semoga dengan adanya kolaborasi antara Pemerintah dan Guru Penggerak akan memacu transpormasi pendidikan di negara tercinta kita ini.
Terus himpun tulisannya bu guru akan lahirkan mahkota penulisnya
BalasHapusTinggal eksekusi program 2 yg udh disusun
BalasHapusSelamat menjadi guru penggerak dan bukan guru yang digerakkan
BalasHapusTerima kasih om Jay...
HapusMantab, ternyata Pemerintah Daerah tidak hanya diam terpaku akan hadirnya Guru Penggerak.
BalasHapusTinggal kita selaku Guru Penggerak, bagaimana kita dapat memikul tanggung jawab dan tugas baru ini. Tetap semangat dan semoga kita seluruh Guru Penggerak selalu mendapat Petunjuk dan Ridho dari Alloh, sehingga kita dapat senantiasa mendapatkan kemudahan dalam menjalankannya.
Sukses untuk guru penggerak... Terimakasih ulasnnya..
BalasHapusYeyyy...
BalasHapus