Cara paling mudah membedakan di sebagai awalan dan di sebagai kata depan.


Pernahkah kita memperhatikan penulisan "di-" pada tulisan-tulisan yang kita buat.? Hal ini sering kali hilang dari pantauan kita. 


Tidak sedikit dari kita yang mungkin masih melakukan kekeliruan dalam penggunaan "di-" sebagai awalan dan "di-" sebagai kata depan. Walaupun saat melakukan komunikasi secara lisan, hal ini tidak begitu berpengaruh. Namun kekeliruan ini akan tampak terlihat jika kita melakukan kegiatan komunikasi secara tertulis. 


Saat membaca tulisan di beberapa media cetak atau di Kompasiana. Kita sering menemukan penulisan kata "di-" yang disambung dan kata "di-" yang dipisah.  Kapan penulisan di-itu dipisah dan disambung, hal ini tergantung dari posisi "di-" pada kalimat tersebut. 


1. Pertama "di- sebagai awalan, atau imbuhan penulisannya dirangkai dengan kata dasar yang mengikutinya. Cirinya adalah "di-" sebagai awalan diikuti kata kerja.

Misalnya : Parasetamol harus diminum jika anda mengalami demam.


2. Kedua "di-" sebagai kata depan, penulisannya dipisah dengan kata dasar yang mengikutinya. Cirinya adalah jika "di-" diikuti dengan kata tempat. 

Misalnya: Saya meletakkan ikan di dalam kulkas agar tidak cepat rusak. 


3. Ketiga mengganti "di-" menjadi "me-"

Jika kata di diganti menjadi me dan menjadi kata kerja aktif, di yang digunakan adalah sebagai awalan. Sehingga penulisannya harus digabung.

Misalnya: 

• Kopi itu diminum Andi (kalimat pasif)

• Andi meminum kopi  (kalimat aktif)


4. Keempat memperhatikan kata yang mengikutinya.

• "di-" sebagai awalan diikuti oleh kata kerja

• "di-" sebagai kata depan diikuti oleh kata yang menunjukkan tempat.


Demikian sekilas tentang bagaimana kita bisa membedakan antara penulisan "di-" sebagai kata depan dan "di-" sebagai awalan. 







1 Komentar

  1. Terimakasih bu Hj.
    Tulisannya sangat menginsfirasi.
    Klok tulisan "di beberapa" betul niki nggih.

    BalasHapus
Posting Komentar
Lebih baru Lebih lama