Aku hanya ingin terlihat baik-baik saja. Aku tidak ingin wajahku menyiratkan ketidakridhoan akan ketentuan dari-Mu. Walau semakin hari ketakutan ku semakin menjadi-jadi menatap wajah putriku yang terlihat semakin pucat terbaring di ranjang.
Demam pasca operasi ini menyita perhatianku. Tidak biasanya demam terjadi pasca operasi. Tiga kali keluargaku mengalami hal serupa. Namun kali ini berbeda dengan operasi sebelumnya.
Lantunan doa mengalir lembut dari relung hati paling dalam. Berharap semuanya akan baik-baik saja.
Pekikan suara gadis kecilku di ponsel menandakan kepanikan yang dialami.
"Bu keluar darah banyak sekali dari bekas operasi kakak Aulia", ucapnya dengan napas yang tertahan seakan berusaha menguasai keadaan.
Tanpa berpikir panjang, aku pun langsung meninggalkan laptop yang masih menyala di ruang TIK tempatku mengajar. Langkahku ku percepat hingga membuat beberapa teman yang memanggilku tak begitu kubhiraukan. Aku hanya memberinya kode kalau ada hal yang perlu di bicarakan agar menghubungiku lewat telpon.
Tak kuasa melihat rok yang sudah berlumuran dengan cairan yang bercampur dengan darah dan nanah. Ku peluk erat putriku yang sedang tergeletak di teras rumah sembari menahan rasa sakit yang dialaminya.
Pak su langsung tancap gas menuju UGD RS provinsi.
"Semuanya akan baik-baik saja." Hanya kalimat itulah yang mampu keluar dari bibirku untuk menyemangati diri dan putriku melawan rasa sakit yang dideritanya.
"Semua ini terjadi atas ijinmu ya Robb. Dan engkau tahu apa yang terbaik untuk kami semua. Hambamu hanya berharap jangan tinggalkan kami, tenangkan hati kami dalam mengahadapi semuanya. Agar kami bisa berpikir positif menerima nikmatmu saat ini." Kuusap wajahku sembari mengaminkan doa yang sempat terucap.
Dengan cekatan Beberapa medis dan para medis langsung memberikan penanganan untuk membersihkan cairan yang keluar. Dan tindakan yang dibutuhkan. Beberapa injeksi masuk dalam waktu bersamaan. Cairan infus pun langsung dipasangi.
" Keluarga Aulia!" Terdengar panggilan dari salah seorang dokter jaga.
Lelaki yang berperawakan sedang ini mengajukan beberapa pertanyaan terkait pendarahan yang terjadi. Sembari berbisik pak dokter mengatakan pihak rumah sakit harus melakukan pemeriksaan lengkap kepada putri bungsuku untuk mengetahui penyebab terjadinya pendarahan pasca operasi.
"Putri ibu harus dirawat inapkan di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif," ucap lelaki 30 tahun ini menjelaskan panjang lebar.
"Nggih pak dokter, silahkan saja kalau memang itu yang terbaik.." jawabku sembari menganggukan kepala.
Usai melakukan beberapa pemeriksaan Aulia pun dipindahkan ke ruang pemeriksaan intensif sebelum akhirnya dipindahkan ke ruang rawat inap.
#allahsedangberbicarapadakusaatini#
#segalayangterjadisudahadaijindarimuyarobby#
#masihbanyaknikmatlainyangharuskamisyukuri#
#selaluadahikmahdibaliksemuaperistiwa
Yang sabar dan tegar bu hj..ketegaran akan menjadi semangat buat nanda Aulia...semoga diberi kesembuhan, aamiin yra..
BalasHapusSabar bu hj nggih,bahwa dibalik ujian pasti ada hikmahx yg kita ndak tau n semoga ananda Aulia diberikan kesembuhan oleh Alloh swt aamiiin yra...
BalasHapusKami ikut prihatin bu Hajjah.....benar..semua terjadi atas ijin Allah...karena itu tetap berpikiran positif kepada Allah, dan memohon segala kesembuhan padaNya....doa kami selalu...tetap sabar dan semangat ya bu Hajjah🙏🙏💞💞
BalasHapusSemoga lekas sembuh dan diberi kekuatan
BalasHapusSemoga cepat sehat Nanda Aulia putrinya bu Hj. 🙏🙏🙏
BalasHapusYg sabar bu hj Allah sedang menguji keluarga bu hj, yg penting berusaha dan berdoa, dan semoga nanda aulia diangkat segala penyakitnya dan kembali berkumpul dengan keluarga. Aamiin.
BalasHapusSemoga lekas sembuh ananda Aulia.
BalasHapusLekas sembuh ananda aulia
BalasHapusSemoga cepat sembuh ananda Aulia, seperti dulu kala
BalasHapus