Untuk Minggu ke 21 ini diawali dengan kegiatan elaborasi pemahaman yang disampaikan oleh Instruktur Dr. Murti Ayu Wijayanti M.Pd. Materi yang sangat luar biasa ditambah dengan cara penyajian yang begitu mengasikkan dari ibu dosen yang memiliki empat orang putri ini membuat waktu hampir dua jam terasa begitu cepat. Pertanyaan pemantik yang diajukan di awal membuat semua peserta CGO Lobar terkecoh
Pemaparan materi yang dikemas dengan begitu asyik oleh instruktur semakin menambah pemahaman
saya pribadi terkait bagaimana kit sebagai seorang pendidik diharapkan mampu memberdayaan sumber daya atau aset yang dimiliki sekolah dengan menggunakan pendekatan aset dan meminimalisir menggunakan pendekatan kekurangan atau defisit based thinking.
Dalam pendekatan berbasis kekuatan atau asset Based thingking ini kita diajak untuk selalu berpikir positif dalam kondisi apapun. Dengan berpikir positif akan bisa memunculkan ide, serta gagasan baru untuk kemajuan sekolah.
Selanjutnya seperti biasa pada sesi koneksi antar materi, saya mengaitkan semua materi yang sudah saya peroleh selama mengikuti PGP. Baik dari modul 1 sampai modul 3. Sebagai seorang guru yang menjadi pemimpin pengelolaan sumber daya maka kita dituntut untuk menggali semua aset yang ada di sekolah baik terkait unsur biotik dan abiotik. Unsur buotik seperti kepala sekolah, rekan sejawat, siswa, pengawas, orang tua, komite dan lain sebagainya. Sementara unsur abiotik adalah semua aset yang dimiliki oleh pihak sekolah terkait dengan benda tak hidup seperti keuangan, sarana prasarana dalam upaya memajukan sekolah.
Untuk menggali semua aset (kekuatan) yang dimiliki sekolah maka perlu menggunakan metode BAGJA agar seorang guru bisa menuntut tumbuh kembangnya siswa serta menerapkan sistem merdeka belajar kepada para siswa.
Aksi nyata pada modul 3.2 ini saya melakukan aksi nyata memberdayakan para siswa yang memiliki bakat dalam bidang kepenulisan. Mereka saya ajak untuk menulis pengalaman sendiri dan dibuat menjadi buku antologi yang berjudul "Merajut Asa Di atara Duka Dunia."
Ada kepuasan tersendiri saat saya bisa mengajak para siswa berkolaborasi membuat karya yang bisa mereka persembahkan untuk orang tua tercinta dan menjadi motivasi berharga bagi para siswa untuk lebih berkarya di kemudian hari.