Senin-Sabtu, 6-11 September 2021
Memasuki bulan kelima saya mengikuti kegiatan guru penggerak, banyak kesan dan pengalaman yang saya peroleh dari awal kegiatan sampai saat ini. Selalu ada saja hal-hal baru dari setiap modul yang membuat kata "o, iya, ya selalu keluar dan muncul dalam benak saya.
Seperti pada modul 3.1 ini saya sempat mengalami kebingungan dan kejenuhan membaca materi pada tahapan eksplorasi konsep. Namun setelah memasuki tahapan selanjutnya membuat wawasan saya mulai terbuka, walau masih samar-samar. Di samping itu keingintahuan saya kembali muncul untuk melanjutkan pelatihan guru penggerak ini sampai akhir.
Kejenuhan yang sempat saya rasakan menyebabkan saya tidak begitu inten dan serius membaca dan memahami materi pada modul 3.1. Hal inilah yang menyebabkan saya kurang menguasai masalah tersebut. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Seperti tanaman kering yang disiram air, semangat untuk belajar, berlahan namun pasti muncul kembali.
Setelah mengikuti sesi Elaborasi pemahaman yang disampaikan oleh ibu Siti Luthfah M.Pd, serta mendengar pendapat dari teman-teman CGP membuat beberapa pertanyaan yang sempat muncul di benak saya terkait pengambilan keputusan yang dilakukan oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran terjawab sudah.
Diantara beberapa pertanyaan yang muncul dalam benak saya antara lain
1. Jika kita menghadapi permasalahan dilema etika antara keluarga dan sekolah, sebagai seorang guru bagaimana cara kita mengambil keputusan agar tetap profesional dalam menjalankan tugas sebagai pendidik? Tanggapan yang diberikan oleh teman CGP baik melalui kolom chat maupun berkomentar langsung, dapat saya simpulkan yaitu menggunakan skala prioritas, permasalahan yang membutuhkan penyelesaian cepat lebih diutamakan untuk diselesaikan terlebih dahulu.
2. Bagaimana kita bisa terlepas dari bujukan moral yang sering terjadi di sekolah.
Hal yang bisa dilakukan agar kita tidak cepat tergoda dengan bujukan moral diantaranya dengan meningkatkan keimanan(religius), meningkatkan olah hati, olah rasa, olah karsa, menetapkan tehnik STOP saat menghadapai kondisi bujukan moral serta menyeimbangkan antara IQ, EQ dan SQ.
3 Apakah dalam pengambilan keputusan, 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 tahapan pengambilan keputusan harus dilakukan, apa alasannya, dan jika saat pengambilan keputusan dari permasalahan tersebut bertentangan dengan atasan atau pengambil kebijakan, bagaimana menyikapi hal tersebut?
Perlu dipahami terlebih dahulu bahwa keputusan apapun yang kita buat tidak akan pernah bisa memuaskan semua pihak. Yang paling penting adalah semua tahapan kita lakukan agar keputusan yang kita ambil bisa dipertanggung jawabkan dan bisa diterima oleh banyak orang. Jika terjadi kasus seperti pertayaan diatas yang menyebabkan terjadi hal yang tidak kita inginkan seperti tiba-tiba kita dimutasi. Maka hal yang perlu kita sadari adalah apapun yang terjadi sudah sesuai dengan ketentuan Allah, dan nyakinlah Allah punya rencana indah dikemudian hari karena hanya Dia yang maha tahu apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.