Di samping guru berperan sebagai penuntun, seorang pendidik juga berperan sebagai pemimpin pembelajaran. Salah satu tugas seorang pemimpin pembelajaran adalah dia dituntut untuk mampu membuat keputusan yang tepat dan bertanggung jawab baik sebagai seorang pendidik, orang tua, maupun anggota masyarakat.
Di dalam modul 3.1 saya mendapatkan pengetahuan sekaligus pengalaman terkait bagaimana seorang guru dalam mengambil keputusan yang tepat dan bertanggung jawab.
Strategi yang akan saya gunakan untuk mentransper pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan di program guru penggerak ini kepada rekan guru di sekolah atau di MGBK adalah:
1. Saya menyusun rencana program
2. Program tersebut selanjutnya saya sampaikan dengan cara mengkomunikasikan kepada kepala sekolah dan pengurus MGBK.
3. Saya akan melakukan pengimbasan kepada rekan-rekan guru dan anggota MGBK tentang pengetahuan dan pengalaman saya dapatkan di program guru penggerak.
Sementara tahapan yang akan saya lakukan dalam hal pengambilan keputusan adalah:
1. Saya terlebih dahulu harus memahami apakah permasalahan itu termasuk dilema etika ataukan bujukan moral.
2. Melakukan identifikasi penyebab dari permasalahan tersebut.
3. Menentukan paradigma apa yang ada dalam permasalahan tersebut. Pada permasalahan dilema etika dapat dikatagorikan menjadi beberapa jenis yaitu individu lawan masyarakat (individual vs community), rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy), kebenaran lawan kesetiaan (truth vs royalty), dan jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term).
4. Kemudian saya akan menentuka prinsip apa yang bisa digunakan dalam pengambilan keputusan. Prinsip-prinsip yang dimaksud adalah prinsip berfikir berbasis hasil (Enda Based Thinking), prinsip berfikir berbasis rasa peduli (Care Based Thinking), dan prinsip berfikir berbasis peraturan (Rule Based Thinking).
5. Selanjutnya saya akan melakukan pengujian terhadap keputusan yang saya ambil dengan menerapkan sembilan tahap pengujian pengambilan keputusan yang terdiri dari:
• Mengenali nilai-nilai yang saling bertentangan dengan cara mengindentifikasi masalah yang sedang saya dihadapi.
• Menentukan siapa saja yang terlibat dalam permasalahan tersebut.
• Mengumpulkan fakta-fakta atau bukti-bukti yang relevan dengan masalah yang sedang terjadi
• Melakukan pengujian benar atau salah yang meliputi beberapa tahapan diantara : Uji legal, uji regulasi, uji intuisi, uji publikasi, uji panutan atau idola.
6. Pengujian benar lawan benar bukan saja bertujuan tujuan untuk mengelompokkan permasalahan. Namun untuk membuktikan bahwa permasalahan yang saya hadapi itu betul-betul mempertentangkan dua nilai kebajikan yang sama-sama penting.
7. Jika dua opsi yang saya buat belum membuahkan hasil maka saya akan melakukan Investigasi opsi trilema. Dimana saya akan membuat opsi lain untuk menyelesaikan permasalhan yang ada.
8. Selanjutnya saya akan menentukan keputusan akhir dengan tetap memperhatikan norma, aturan, yang berlaku.
9. Melakukan refleksi dan evaluasi diri atas keputusan yang sudah saya ambil agar bisa melakukan perbaikan saat saya harus menyelesaikan permasalhan yang terjadi ke depannya.
Sambil berlatih secara kontinyu kegiatan ini ini akan secepatnya saya lakukan, mulai dari diri dan dari hal-hal kecil. Serta permasalahan yang terjadi di sekolah dan akan melibatkan rekan-rekan guru yang lain sebagai tan diskusi dan mencari solusi terbaik dari permasalahan yang terjadi khususnya menyangkut permasalahan yang dialami oleh para siswa.
