TRIK MERUBAH KARYA ILMIAH JADI BUKU

 




Senin 12 April 2021 merupakan pertemuan perdana siang hari di bulan Suci Ramadhan tahun 1442 H ini dan merupakan pertemuan keempat di kelas menulis PGRI gelombang 18. Saat ini materi akan diisi oleh Bu Nora, seorang guru yang saat ini sedang bertugas SMPN 8 Semarang. Ibu mida yang sudah menorehkan banyak prestasi dari dunia kepenulisan ini merupakan bukan narasimber asing lagi bagi kami peserta menulis PGRI karena beliau sudah beberapa kali menjadi narasumber. Sementara yang menjadi moderator adalah Ibu Rita dari Bali.

Materi yang akan disampaikan kali ini tentang bagaimana trik merubah karya ilmiah menjadi buku tunggal. Ini merupakan pengalaman pribadi beliau, berkat piawainya beliau merubah PTK yang pernah dibuatnya menjadi sebuah buku yang banyak diminati oleh orang lain sehingga berkat buku tersebut  mengantarkannya bisa belajar STEAM di negeri tirai bambu selama 21 hari.

Materi yang sama pernah Bu Nora peroleh saat mengikuti kelas menulis di gelombang 8. Saat itu yang memberikan materi merubah karya ilmiah jadi buku adalah ibu Haiti, dan rangkuman materi yang dibuat ibu Nora bisa dibaca dilink di bawah ini. https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/06/kiat-membukukan-laporan-ptk.html

Saat ini menyusun karya ilmiah merupakan salah satu persyaratan yang harus dibuat agar bisa menyelesaikan suatu jenjang program studi. Misalnya untuk jenjang S1. salah satu prasyarat untuk lulus S1 adalah menyusun skripsi. Sementara S2 dia harus membuat tesis. Begitu pun bagi seorang guru aturan kenaikan pangkat saat ini, seorang pendidik harus memiliki karya tulis berupa PTK, Best Practise, artikel ilmiah dan lain sebagainya.

Namun karya ilmiah yang sudah dibuat hanya dibaca oleh kalangan terbatas saja, karena karya tersebut hanya terpajang di perpustakaan kampus atau sekolah tersebut. Terlebih-lebih jika tahun skripsinya sudah lama bisa dipastikan jarang yang menggunakan sebagai literatur. Untuk itu agar ilmu yang pernah kita teliti dulu bisa dimanfaatkan oleh kalangan yang lebih luar alangkah baiknya di buat menjadi sebuah buku.

Karya ilmiah yang dirubah menjadi buku memiliki banyak keuntungan dan manfaat diantaranya:

  1. Lebih banyak orang yang bisa membaca karya ilmiah kita tersebut termasuk masyarakat luas.
  2. Bisa memberikan keuntungan dari segi finansial karena buku tersebut bisa dijual.
  3. Bagi seorang ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit
  4. Jika buku yang anda tulis banyak peminatnya, maka bisa dipastikan nama anda juga akan dikenal oleh khalayak umum. ad
  5. Ilmu yang ada, dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah menjadi BUKU

Selanjutnya yang tidak kalah pentingnya adalah anda perlu tahu Langkah-langkah merubah karya ilmiah jadi buku.

  1. Merubah judul. Judul karya ilmiah versi buku kita fokuskan pada obyek penelitian. Materi, Subyek penelitian dan tempat penelitian harus dihilangkan.

Contoh dengan judul Tesis “Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMjA”. Saat dijadikan buku, maka judul tersebut bisa di rubah menjadi “ Kiat Menulis Modul Berbasis Riset.”

Dari kedua contoh judul diatas bisa anda bandingkan bahwa obyek atau focus penelitian terletak pada pengembangan/pembuatan modul. Tinggal ditambahkan kata Kiat, Jurus, Strategi, Cara Sukses dan lain-lain.

Contoh lain “Pengaruh penggunaan metode I pada pembentukan matematika materi KPK dan FPB kelas .... SD ..... maka judul diatas saat menjadi buku bisa dirubah menjadi “Asyik Belajar Matematika Dengan Metode I.”

  1. Merubah DAFTAR ISI.

Pada Karya Ilmiah daftar isi berupa

·         BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakang masalah, tujuan, manfaat, batasan masalah, definisi operasional, rumusan masalah

·         BAB 2 Landasan Teori

·         Bab 3 Metode Penelitian, berisi rumus-rumus statistika

·         Bab 4 hasil dan pembahasan

·         Bab 5 penutup, berisi kesimpulan dan saran.

Semua daftar isi diatas kita rubah total dengan cara mengikuti daftar isi sesuai buku. Tehnik yang bisa digunakan adalah dengan menggunakan pediman 2W + 1H, bisa dijabarkan di bawah ini.

*      Bab 1 (Why) yang berisi tentang mengapa metode itu penting digunakan, alasan menggunakan metode, media, strategi  atau model yang menjadi focus penelian. Bisa juga ditambahkan dengan masalah-masalah yang menjadi dasar kita menggunakan metode tersebut, serta manfaat yang diperoleh setelah menggunakan metode tersebut. Oleh karena itu saat dirubah menjadi buku rumusan masalah, difinisi oprasional, tujuan penelitian dalam karya ilmiah harus dihilangkan.

*      Bab 2 (Apa) berisi tentang penjabarandari landasan  teori yang terdapat dalam karya ilmiah tersebut. Contoh. Dalam karya ilmiah ada penjelasan tentang media, jenis media, manfaat media, karakteristik media, hasil belajar dan lain-lain. Bagian ini bisa dijadikan menjadi beberapa bab saat kita rubah menjadi versi buku.

Misalnya.

Bab 2 hanya menjelaskan ap aitu media yang berisi tentang pengertian, jenis, manfaat dan karaktertik media tertentu.

Bab 3 berisi tentang belajar dan pembelajaran, yang terkait dengan hasil belajar, faktor yang mempengaruhi hasil belajar, kendala dalam belajar dan sebagainya. Kalau buku yang kita buat lebih spesipik lagi membahas suatu mata pelajaran tertentu maka bisa dijabarkan tentang ap aitu pembelajaran matematika yang berisi tentang belajar matematika, kesulitan dalam belajar matematikaa, paradigma belajar matematika dan sebagainya.

Jika dalam karya ilmiah anda masih terdapat teori yang belum dijelaskan saat dirubah menjadi versi buku, bagian ini bisa dijelaskan pada bab 4, 5 dan seterusnya.

*      Selanjutnya How. Bagian ini bisa anda tuliskan setelah selesai menjabarkan dari beberapa teori. Pada bagian How berisi tentang penjelasan bagaimana tahap pembuatan, bagaimana hasil pembuatan, dan bagaimana penerapannya. Sementara untuk semua rumus statistik hendaknya dihiangkan

  1. Merubah sedikit isi karya ilmiah. Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian saat merubah isi karya tulis diantaranya:

a.       Dalam mengubah karya ilmiah  menjadi buku, penting sekali memperbanyak isi materi variabel bebasnya. Kita dapat menentukan perluasan materi tersebut berdasarkan kata kunci judul buku kita. Dengan kata lain, karya ilmiah yang diubah menjadi buku berarti lebih memperluas isi bacaannya  berdasarkan sumber yang relevan. Misalkan  judul implementasi Media  stereofoam  pembelajaran  Organisasi kehidupan untuk meningkatkan kreativitas, maka yang harus dikembangkan adalah  tentang Media (Pengertian, manfaat, jenis),  Pembelajaran (materi tentang  belajar mengajar),  Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya).

b.       Hilangkan semua kata Penelitian/ laporan PTK, laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah

c.       Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak. Cukup grafik yang penting saja. Grafik lain yang tidak ditampilkan, ubah dalam bentuk kalimat

d.       Saat merubah BAB 4 VERSI KARYA ILMIAH MENJADI BUKU biasanya akan menemukan kesulitan. Cara mengatasinya bagaimana? Kembali lagi, ikuti HANYA PEDOMAN HOW.  Jadi cukup ambil isi di bab 4 itu tentang bagaimana pembuatan yang menjadi objek penelitian, ceritakan bagaimana ketika diaplikasikan dalam sebuah pembelajaran, kira2 menemui kendala apa, masalah apa, kelebihan apa, dan bagaimana hasilnya ketika yang menjadi fokus penelitian itu diterapkan di pembelajaran (dilihat dari hasil belajar siswa, aktivitas siswa selama pembelajaran, respon siswa dan sebagainya). Kita dapat menyematkan sedikit hasil penelitian bapak ibu ketika menjelaskan tentang bagaimana hasil penerapannya.

  1.  Secara kebahasaan dan penyajian, karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas  terserah penulis, karena setiap penulis memiliki ide  dan kreativitas masing-masing  sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis  maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan. Selain itu, kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap, dan mengena apabila menjadi karya ilmiah kita diubah menjadi buku.

Kita sering menjumpai seseorang merubah karya ilmiah versi buku dengan cara mencopy paste isi KTI secara keseluruhan hanya mengganti bagian judul sementara isi persis sama. Jika kita melakukan hal ini maka kita bisa selp plagiarisme. Lalu bagaimana caranya agar kita tidak terkena selp plagiarism.

1.       Dapat menggunakan teknik parafrasa

Teknik parafrasa itu salah satu cara merujuk suatu tulisan atau lebih dikenal dengan KUTIPAN. Ada 2 jenis kutipan, yaitu kutipan langsung dan tak langsung. Parafrasa adalah salah satu cara mengutip secara tak langsung. Nah bagaimana caranya memparafrase? Kita dapat mengikuti panduan dari  OWL Purdue, yaitu :

§  Bacalah kembali teks asli sampai Anda  benar-benar memahami isi dari teks tersebut

§  Singkirkan teks/naskah asli tersebut dan tulislah ulang gagasan dalam teks tadi dalam sebuah kertas.

§   Buatlah daftar beberapa kata penting dari naskah asli. Ini akan membantu Anda untuk mengingatkan kembali isi dari kalimat pada naskah asli tersebut.

§  Kembangkan kata-kata penting tadi menjadi sebuah kalimat utuh dengan gaya bahasa Anda sendiri. Pilih diksi yang mudah dipahami oleh pembaca.

§  Bandingkan tulisan parafrase Anda tadi dengan naskah aslinya untuk mengecek apakah semua gagasan, terutama gagasan yang penting telah tercantum dalam hasil parafrase tersebut.

§  Gunakan tanda petik ganda untuk mengidentifikasi istilah-istilah khusus, terminologi, atau frase yang Anda pinjam dari naskah asli, dan yang Anda ambil sama pesis dengan naskah asli.

§  Tuliskan sumber (termasuk halaman) pada kertas catatan Anda sehingga ini mempermudah Anda untuk menuliskan sumber pustaka atau referensi, bila Anda bermaksud mengambil parafrase tersebut

Contoh 1:

ü  Kalimat asli         : Sebuah kejutan di bidang realita maya (virtual reality) terjadi pada tahun 1961 dengan kemunculan Sensoramanya Heilig.

ü  Hasil parafrase            : Hasil karya Heillig yang dikenal dengan nama Sensorama membawa perubahan yang signifikan dalam sejarah realita maya (krisnawati, 2000, hlm 55).

Contoh 2:

ü  Kalimat asli         : Komputer mampu membawa orang ke tempat-tempat yang belum pernah bisa mereka kunjungi sebelumnya, termasuk ke permukaan planet lain.

ü  Parafrase            : Melalui komputer, orang dapat pergi ke tempat yang belum pernah mereka kenal. (Krisnawati, 2000, hlm 57).

Jadi dengan mengotak atik susunan kalimat, mencari padanan kata (sinonimnya), mengambil inti sari dari kalimat itu dan membahasakannya dengan kalimat kita sendiri adalah cara paraphrase Untuk rujukan tidak harus jurnal, boleh e book, buku cetak, media cetak, blog namun blog resmi, dll

2.       Tambah rujukan baru ke dalam karya ilmiah versi buku kita. Jadi akan ada informasi terbaru yang kita sematkan dalam karya ilmiah versi buku tersebut.

3.       Pilah isi dari karya ilmiah asli yang benar-benar dianggap penting untuk dicantumkan dalam karya ilmiah versi buku

Dengan demikian, meskipun beberapa daftar pustaka ada yang sama, namun isi karya ilmiah versi buku kita akan berbeda karena kita sudah memparafrase kan isinya.  Selain itu, dengan adanya tambahan rujukan baru, akan semakin memperkaya daftar pustaka karya ilmiah versi buku

  1.  Laporan Karya Ilmiah yang dibukukan, haruslah yang sudah dipublikasikan, minimal tingkat sekolah atau MGMP di wilayah masing-masing.
  2. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut
  3. Jika ada rujukan baru, maka rujukan yang diambil boleh menggunakan blog,  namun situs blognya haruslah situs blog resmi seperti Kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah, e book,,atau karya ilmiah lainnya. Jangan gunakan daftar pustaka berupa blog pribadi dengan domain blogspot, wordpress, dll
  4. Karya ilmiah versi buku minimal 70 halaman format A5 dengan ukuran huruf, jenis huruf, dan margin disesuaikan Dengan aturan Penerbit masing-masing
  5. Agar karya ilmiah kita memiliki manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya. Ini lebih baik daripada berbagi file laporan karya ilmiah kita. Jika karya ilmiah kita dibukukan, selain memberikan manfaat dalam berbagi ilmu, buku karya ilmiah karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat penting  dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit. Selian itu, karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.
Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama