Dasar Kepenulisan



Jumat, 9 April 2021 kegiatan menulis PGRI gelombang 18 untuk pertemuan ketiga ini akan diisi oleh Ibu Rita Wati S.Kom dan yang menjadi moderator adalah Bapak Sucipto Ardi yang biasa kami panggil pak Cip.


 Ibu Rita Wati merupakan alumni kelas menulis gelombang 10. Beliau mulai menulis sejak terjadinya pandemi covid 19, dan tidak tanggung-tanggung dalam waktu satu tahun beliau sudah menyusun 4 buku solo dan 10 buku antologi. Pencapaian yang luar biasa bagi guru kelahiran tahun 1402 H.  


Materi malam ini tentang Dasar Kepenulisan. Pemaparan materi dibuka dengan memaparkan hambatan yang sering dialami oleh penulis pemula diantaranya:

1. Susah ide.

2. Miskin kosa kata.

3. Sulit merangkai kata.

4. Susah memulai.

5. Bingung mau menulis apa.

6. Tidak percaya diri.

7. Merasa tulisannya jelek.

8. Merasa tulisan tidak layak untuk di baca.


Untuk bisa menjadi penulis yang sukses, hendaknya semua hambatan tersebut harus di kubur dan dibunag jauh-jauh, dan yang perlu dilakukankan adalah menulis, menulis, dan menulis.


Trik yang paling jitu saat kita berlatih menulis adalah hendaknya kita menggunakan rumus 5W dan 1H yang terdiri dari what (apa), where (dimana), when (kapan), who (siapa), Why (mengapa) dan How (bagaimana). Atau biasa disingkat dengan istilah ADIKSIMBA (apa, dimana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana).


*What* : Peristiwa apa yang sedang terjadi? Apa dampaknya? apakah peristiwa tersebut menimbulkan kerugian?


 *Who* dalam 5W1H memfasilitasi untuk memberikan informasi seputar orang-orang yang terlibat dalam cerita yang yang tulis.


*When*

Kapan kejadian dari peristiwa yang diceritakan


*Where*

Dimana kejadian/ peristiwa yang diceritakan


*Why*

Suatu peristiwa pasti terjadi bukan tanpa alasan.


*How atau bagaimana*

Penggunaan unsur how ini akan membantu pembaca memahami alur cerita


Disamping hambatan dan trik di atas, penulis pemula juga sering melakukan kesalahan diantaranya:

1. Penulis pemula sering menulis dengan paragraf panjang-panjang.

2. Tanda baca yang sering keliru.

3. Penggunaan kata yang masih banyak salah tidak menggunakan kata baku.

4. Sering ditemukan kata yang tidak efektif.


Untuk itu seorang penulis saat membuat karya tulis hendaknya memperhatikan hal-hal di bawah ini: 

1. Penggunaan huruf kapital/ besar 

    a.  Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat.

Contoh : 

Dia sedang mengikuti pelatihan menulis.

Hari ini pertemuan ke-3 kelas belajar menulis gelombang 18.


b. Huruf kapital dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung.

Contoh :

“Ayo kita pulang Bu!” Rengek Joni pada ibunya.


c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan, termasuk sebutan dan kata ganti untuk Tuhan.*

Contoh: 

Islam, Alquran, Kristen, Alkitab, Hindu, Weda.

Allah selalu bersama hamba-Nya.


d. Huruf kapital dipakai sebagai *huruf pertama setiap kata* (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas,


e. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur *singkatan nama gelar, pangkat, atau sapaan.*

Contoh : 

S.H. = Sarjana Hukum

S.Kom. = Sarjana Komputer

Dt.        = Datuk

Tb.        = Tubagus



Disamping itu penggunaan di, ke, dari, dan, untuk juga harus diperhatikan.

seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.


*Penggunaan kata depan di*

Kata di- menunjukkan fungsi sebagai imbuhan.

Kata di- diikuti dengan pembentuk kata kerja pasif. Artinya, penulisan di jenis ini dinilai tepat jika kata kerja pasif bisa diubah menjadi kata kerja aktif (dengan imbuhan me-).


a. *Contoh* : ditinggalkan (bisa diubah jadi meninggalkan), ditulis (bisa diubah jadi menulis), diingat (bisa diubah jadi mengingat)


Kata di menunjukkan fungsi sebagai *kata depan*. Berarti ia harus dipisah dari kata belakang.

Kata di diikuti dengan kata lain selain kata-kata pembentuk kata kerja pasif. Kata di jenis ini bisa diikuti dengan nama tempat, waktu, nama orang, penunjuk lokasi, dan lain sebagainya, serta tidak bisa diubah menjadi kata kerja aktif.


*Contoh:* di sini (tidak bisa diubah jadi menyini), di siang hari (tidak bisa diubah jadi menyiang hari), di dirimu (tidak bisa diubah jadi mendirimu).


*Kesimpulan* di sebagai imbuhan + kata kerja (maka penulisannya serangkai) selain itu terpisah.


Penggunaan tanda seru (!)

*Tanda seru* dipakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan, ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat.

Contoh: 

Alangkah indahnya pemandangan di Nusa Dua!

Ayo belajar!


Salah satu trik membuat tulisan kita runtut, beraturan dan berkesinambungan adalah sering latihan dan banyak membaca karya orang lain. Jika dua hal ini kita lakukan maka lambat laun tulisan kita akan menjadi karya yang berkulaitas. 


Untuk menumbuhkan motifasi diri menulis agar sering menulis adalah dengan menulis semua hal tentang apa saja yang berada di benak kita, apa yang kita lakukan, kita alami dan apa yang kita rasakan selanjutnya posting di blog kemudiannya linknya di share di gruf wa.


Untuk menghindari pengulangan kata atau kalimat yang berulang-ulang dalam tulisan kita, caranya adalah kita baca tulisan tersebut secara berulang-ulang dengan intonasi keras maka kita akan menemukan di bagian mana yang perlu dirubah.


Dalam membuat tulisan fiksi dari kisah nyata yang kita alami salah satu trik untuk mengelabuhi pembaca adalah dengan merubah tokoh menggunakan orang ketiga.


Pemaparan materi ditutup dengan memberikan motivasi agar terus menulis, jangan takut salah, jangan menunda menulis saat ide itu muncul di kepala karena jika tidak langsung di tulis maka bisa dipastikan ide itu akan menguap dan menghilang karena sifat manusia yang sering lupa.

1 Komentar

  1. Trik yang paling jitu saat kita berlatih menulis adalah hendaknya kita menggunakan rumus 5W dan 1H yang terdiri dari what (apa), where (dimana), when (kapan), who (siapa), Why (mengapa) dan How (bagaimana). Atau biasa disingkat dengan istilah ADIKSIMBA (apa, dimana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana).

    super sekali singkatannya.

    BalasHapus
Posting Komentar
Lebih baru Lebih lama