Karya : AULYA VAIQAH SYALSABILA
Pagi itu tepatnya tanggal 13 Maret 2020. Seperti biasa aku mempersiapkan diri untuk berangkat sekolah. Terdengar suara bundaku mengingatkan
"Ika, ayo cepat nanti kita terlambat ssmpai sekolah!"
Mendengar sirine dari bunda tercinta akhirnya aku pun buru buru untuk memasang sepatu. Seperti biasa aku selalu berangkat dan pulang sekolah bersama kedua orang tuaku. Maklum aku sekolah di tempat mamaku bertugas.
Mobil Avanza warna hitam dikemudian oleh bapak tercinta. Kendaraan itu mulai menyelinap diantara ramainya kendaraan lain yang melewati jalur bay pas. Kalau masalah menyalip bapakku jagonya. Dia sudah terlatih membawa kendaraan dengan jarak tempuh ratusan kilo meter.
Kalau kami mudik ke Bima kampung halaman orang tuaku, beliau yang selalu mengemudikan mobil dari pulau Lombok sampai Bima yang memiliki jarak tempuh hampir 418 km yang biasa ditempuh dalam waktu kurang lebih 10 jam perjalanan.
Sesampainya di sekolah aku pun segera pergi ke kelas, tampak teman-temanku sudah berkumpul disana. Mereka sedang asyik membahas tentang virus corona yang berasal dari china itu.
"eh...eh... tahu ngak katanya ada virus yang berasal dari china terus sudah ada satu orang indonesia yang kena" kata salah satu teman ku .
"Jadinya gimana dong apa kita tidak di liburkan sementara dulu oleh pemerintah?" Ucap temanku menimpali .
"eh udah nanti kita tunggu saja informasi dari bapak dan ibu guru " jawabku.
Tidak berapa lama terdengar pak guru Noviar melalui pengeras suara menginformasikan kepada kami tentang libur selama dua Minggu
Sontak teman temanku yang mendengar ada informasi seperti itu langsung senang dan lompat kegirangan. "Yeyy liburr!!" Kata mereka bahagia. Aku pun yang mendengarnya juga ikut bahagia.
Setelah penggumuman itu pun semua siswa dan siswi di izinkan untuk pulang usai kami gotong royong membersihkan lingkungan sekolah.
Tanpa terasa sudah dua minggu berlalu, aku kira akan masuk sekolah kembali seperti biasa ternyata tidak karena virusnya semakin cepat menyebar dan banyak yang telah menjadi korban di indonesia.
Maka dari situlah di mulai sistem belajar daring. Awalnya aku masih bisa memahami materi dengan mudah tapi semakin lama aku mulai kesulitan dalam memahami materi pelajaran terutama Matematika dan IPA (Fisika).
Selama libur kegiatanku lebih banyak berdiam diri di rumah, hal itu yang membuatku iseng iseng mencoba jualan online dan ternyata itu sukses. Aku lumayan mendapatkan uang sekitar 300 - 400 ribu rupiah dari hasil berjualan.
Barang yang ku jual aku pesen di salah satu online shop karena aku jadi resseler di sana. Pembelinya biasanya di dominasi sama kalangan remaja. Tapi ada beberapa juga yang dari kalangan orang tua.
Biasanya jika barangnya sudah datang aku dan pembelinya akan melakukan perjanjian tempat di mana kita akan melakukan transaksi jual beli atau COD. Sistem pembayarannya dengan cara transaksi di tempat yang telah di sepakati ketika barangnya sampai.
Oh iya...barang yang aku jual itu bermacam macam mulai dari tas,sepatu, silicon hp, baju, sweater dan lain lain. Dari berjualan online inilah aku mendapat banyak pengalaman, pembelajaran dan manfaat. Diantaranya aku jadi bisa menghasilkan uang sendiri walaupun belum seberapa, namun ada kebahagian dan kepuasaan tersendiri. Disamping itu aku jadi bisa membeli kebutuhan ku sendiri tanpa harus meminta uang ke orang tua, dan yang paling penting aku jadi tau ternyata mencari uang itu tidak gampang.
Walaupun orang tua ku selalu memberi uang, tapi uang yang kita hasilkan dari kerja keras kita sendiri itu rasanya berbeda dengan uang yang diberikan orang tua.
Balik lagi bahas tentang belajar daring, tanpa terasa sudah satu tahun lebih aku belajar daring. Sebenarnya sekarang aku mulai jenuh dengan pembelajaran sistem online ini, namun aku yakin semua ada hikmahnya dan suatu saat nanti semua akan kembali seperti semula karena hidup itu terus berputar. Aku berharap semoga pandemi ini cepat berlalu dan aku bisa belajar kembali seperti dulu lagi.
BIODATA PENULIS
Oh iya karena ke asikan cerita jadi aku lupa memperkenalkan diri . Kenalin aku AULYA
Haii nama aku AULYA VAIQAH SYALSABILA , aku lahir di mataram tanggal 13 maret 2007 , aku anak ke 2 dari dua bersaudara, aku tinggal di BTN BHP Telagawaru jalan neptunus raya no 80 block c, aku punya cita cita pengen jadi dokter atau ngak jadi apoteker. Oo iya aku belum ngenalin orang tua aku
Ibu aku namanya SITI NURMI kalo ,ayah aku namanya WAHYUDDIN , mereka bekerja sebagai seorang guru di salah satu sekolah negeri di lombok barat. Harapan aku kedepannya semoga aku bisa nulis banyak cerita atau pengalaman lain yang bisa aku bagiin ke kalian.
Buat kalian semua yang mungkin lagi ada masalah atau ada di titik terendah di mana kalian ngerasa kalian itu bener bener cape sama semuanya , heyy it's okayy kalo kamu ngerasa cape , lelah , kamu boleh kok istirahat tapi nanti setelah itu kamu harus bangkit lagi dan hadapi masalahnya tidak ada masalah yg tidak ada jalan keluarnya.
Dan pesan dari aku buat kalian semua adalah tetap semangat belajar
VAIQAH SYALSABILA masih duduk di bangku SMP kelas 8. Biasanya teman-temanku memanggilku dengan panggilan Faika. Bagiku nama itu enak ditelingaku.
Sampai sini dulu ya cerita semoga bisa menginspirasi siapa pun yang sempat membaca tulisanku ini dan semoga kita bisa bertemu di lain waktu dalam cerita yang berbeda .

