Semua penulis tentu ingin menerbitkan
bukunya di penerbit mayor. Namun sulitnya menembus penerbit mayor seringkali
membuat penulis putus asa, apalagi bagi penulis pemula yang belum mengantongi
pengetahuan dan strategi yang cukup agar tulisannya dilirik penerbit mayor.
Bapak Joko Irawan
Mumpuni, selaku direktur penerbitan Andi berbagi trik bagaimana strategi yang
harus dilakukan penulis agar bisa menembus penerbit mayor.
A. Carilah tema yang
menarik.
Untuk pemula carilah tema-tema yang
menarik dan punya peluang pasar yang bagus agar diterima oleh penerbit. Tehnik
yang bisa digunakan untuk mengetahui tema yang populer atau tema yang tidak populer
adalah
1. Cara pertama dengan
menggunakan google trends.
Caranya tinggal mengetik kata kunci
yang kita cari dan langsung akan tampil di layar. Contoh : kata batu akik, mugiti, penasaran dan
sebagainya.
2. Cara yang kedua
dengan mencari di google cendekia.
Untuk mengetahui sejauh mana
reputasi yang dimiliki oleh seseorang. Hal ini bisa mengetahui sudah berapa
desitasi (diambil orang/dipetik oleh orang lain) yang diambil oleh orang. Untuk
itu diharapkan kepada bapak/ibu silahkan
mebuat akun google store, agar pihak penerbit bisa mengetahui sudah berapa
orang mensitasi tulisan yang kita buat. Karena penerbit andi syaratnya adalah
2000 kali desitasi.
3. Perhatikan pangsa
pasar buku atau market share
Kalau kita menulis buku dengan
konten yang tinggi yang digunakan oleh mahasiswa S3 atau DOKTOR, maka dari segi
kebutuhan pasar buku tersebut jarang dicari karena yang membutuhkan buku itu
hanya beberapa orang yang memiliki kemampuan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang tinggi sampai DOKTOR.
Tapi kalau kita menulis buku untuk
jenjang SD, apalagi buku yang jarang di tulis oleh orang lain maka bisa dipastikan buku tersebut akan laku
di pasaran karena yang membutuhkan buku jenjang SD banyak sekali sementara yang
menuliskan sedikit. Itulah salah satu kriteria yang harus diperhatikan saat
menulis buku agar buku yang dijual laris.
4. Memahami minat
calon pembaca
Sebelum menulis pastikan naskah yang
hendak di tulis sangat sesuai dengan kondisi masyarakat, sehingga nantinya buku
tersebut bisa menjadi solusi, inspirasi dan motivasi bagi pembacanya.
Buku yang cepat laku adalah buku
populer dibandingkan buku sekolah. Hal ini disebabkan karena buku populer bisa
dibutuhkan kapan saja oleh orang tapi kalau buku sekolah biasanya dibutuhkan
setiap enam bulan atau bahkan satu tahun sekali.
B. Sesuaikan naskah
dengan visi misi penerbit
Diindonesia ada sekitar 1200
penerbit. Setiap penerbit memiliki visi misi yang berbeda, karenanya penulis
harus jeli melihat naskah yang dibuatnya tersebut apakah sejalan dengan visi
misi dari penerbit yang dituju.
C. Caritahu prosedur
pengirian naskah
Masing-masing penerbit memiliki
prosedur pengiriman naskah dan pernah mempublikasikannya kepada khalayak luas. Misalnya
dipublikasikan lewat wbside, facebook, Instagram atau akun media social yang
lain. Ikutilah cara dan prosedur pengiriman naskah tersebut. Baca dengan teliti
serta pahami isinya. Perhatikan apakah menggunakan naskah yang didetak (print
out), jenis font yang digunakan, line spacing, kelengkapan naskah, dan lain
sebagainya.
D. Siapkan naskah
terbaik.
Naskah terbaik itu bersifat relative.
Intinya buatlah naskah yang fokus pada satu pokok bahasan, tidak bertele-tele,
memiliki ide yang unik, berisi ide-ide segar dan memberikan solusi terhadap permasalahan
yang dihadapi masyarakat. Buatlah tokoh yang unik, karakter yang hidup,
seolah-olah tokoh itu ada dan nyata. Serta perhatikan penulisan baik dari segi
KBBI dan PUEBI. Hendaknya penulis membuat naskah agar focus pada keilmuan yang
dimilikinya, supaya buku yang diterbitkan memiliki ciri khas dan informatif.
E. Jangan mudah
menyerah
Setiap penulis pasti pernah
merasakan naskahnya ditolak. Lagi pula penolakan itu hal yang wajar. Meski
begitu jangan berkecil hati. Penulis J.K. Rowling yang melahirkan buku best
seller Harry Potter juga pernah mengalami 12 kali penolakan oleh penerbit. Namun
dia tidak pernah berputus asa. Hingga akhirnya dari kerja kerasnya sekarang
buku Harry Potter terjual jutaan copy dan sudah diterjemahkan ke dalam 73
bahasa.
Jangan berputus as ajika naskah kita
di tolak oleh penerbit, teruslah berusaha untuk memperbaiki kekurangan dari
naskah yang kita miliki. Suatu saat nanti naskah kita akan semakin berkualitas
dan bisa diterbitkan oleh penerbit mayor.

Niat dan tekad yang kuat diimbangi dengan tulisan berkualitas maka yakinlah naskah buku akan tembus ke penerbit mayor. Sukses Bu..lanjut berkarya. Salam literasi
BalasHapushttps://etiknurintobantarbolangpemalang.blogspot.com/2021/02/guru-vs-google.html?m=1
BalasHapusMantap bin keren, lanjutkan!
BalasHapus