Industri
penerbitan ada kaitannya dengan banyak orang mulai dari pengarang, penerjemah,
seniman, pembuat perlengkapan kertas, lem, tinta, nenang dan sebagainya.
Artinya saat kita menerbitkan satu buku maka itu berarti kita sedang berbagi
dengan banyak orang.
Penerbit mayor
banyak diminati oleh para penulis, khususnya penulis pemula karena merupakan
penerbit berskala besar atau nasional. Penerbit mayor merupakan penerbit yang
dipunyai oleh perusahaan besar. Selain memiliki modal yang besar, biasanya
penerbit mayor memiliki percetakan sendiri.
Penerbit mayor
memiliki empat komponen penting yaitu penerbit, penyalur, pembaca, dan penulis.
Penulis disini pelaku industri, pembaca merupakan target pasar, sedangkan
penerbit dan penyalur merupakan suplayer terhadap toko-toko buka yang ada.
Jika ada satu
buku yang diterbitkan, siapakah yang paling diuntungkan apakah penulis penerbit atau toko penjual. Disini penulis
mendapat royalti 10%, toko buku 35-40 %.
Contoh jika ada sebuah
buku seharga 100.000 dan jika dalam satu semester atau 6 bulan, buku itu
terjual 5000 eksemplar, maka otomatis penerbit akan memberikan royalti kepada
penulis sebesar 50 juta.
Sistem penilaian
di penerbit
* Editorial
bobot kurang lebih 10%
* Peluang
potensi pasar bobot kurang lebih 50%
* Keilmuan
bobot kurang lebih 30%
* Reputasi
penulis bobot kurang lebih 10%
Saat ingin
menerbitkan sebuah buku hendaknya penulis memilih penerbit yang baik, ciri
penerbit yang baik adalah
1.
Memiliki visi dan misi yang jelas
2.
Memiliki bussenis core link produk tertentu
3.
Lihat pengalaman penerbit
4.
Perhatikan jaringan pemasaran dari penerbit yaitu pemasaran yang luas/nasional
agar penulis bisa dikenal.
ISBN
itu kode unik.
5.
Memiliki percetakan sendiri
6.
Keberanian me cetak jumlah eksemplar
7.
Kejujuran dalam membayar royalti. Cirinya adalah penerbit menginformasikan
kepada penulis jumlah eksemplar yang diterbitkan.
Ciri-ciri
penerbit yang perlu diwaspadai adalah
1.
Hanya bertindak sebagai broker naskah. Cirinya membeli naskah dari orang lain
dengan harga murah, selanjutnya dia jual lagi kepada orang lain dan dia juga
akan dapat royalti dari penerbit.
2.
Alamat tidak jelas
3.
Tidak ada dokumen perjanjian penerbitan yang baik
4.
Tidak memiliki jaringan pemasaran dan distribusi sendiri
5. Tidak
memiliki percetakan sendiri
6.
Prosentase royalti tidak wajar
7.
Laporan keuangan tidak jelas
