AWAL MULA BELAJAR MENULIS
- ISENG MEMBACA POSTINGAN DI
GRUF WA
Tidak sengaja membaca postingan teman
di gruf WA, dia memposting sebuah novel. Entah motivasi dari mana, saat saya
membaca novel tersebut dari awal sampai akhir, timbul dalam diri saya keinginan
menulis, namun belum menemukan trik yang pas, bagaimana saya akan mengawali
diri saya untuk menulis. Hingga akhirnya
saya mencoba mengikuti kelas menulis online yang langsung di bimbing oleh Pak
Cahyadi Takariawan (Penulis Buku Best Seller Wanderfull Series), beliau juga
sudah menerbitkan lebih dari 50 buku lainnya.
Kelas yang diselenggarakan selama
tiga bulan ini, sedikit tidak membuka gambaran saya tentang kepenulisan. Mulai dari
bagaimana cara memotivasi diri agar mau menulis, cara mengumpulkan tulisan,
cara menemukan ide dan masih banyak lagi ilmu baru yang saya dapatkan saat itu.
- MENDAPAT HIKMAH DARI
PANDEMI
Sejak merebaknya pandemic Covid 19
di hampir penjuru dunia, termasuk Indonesia membuat kebiasaan berubah masyarakat
berubah secara drastis. Sejak awal, virus ini cepat sekali menyebar dan memakan
korban. Untuk mengantisipasi penambahan korban serta memutuskan mata rantai
penyebaran virus, pemerintah mengambil kebijakan untuk meliburkan peserta didik
dan melakukan pembelajaran dari rumah (BDR). Kondisi ini memaksa untuk berdiam
diri di rumah sepanjang hari. Untuk menghilangkan kebosanan saya mencoba
menulis di laptop seadanya. Tulisan itu hanya berdiam diri di sana tanpa pernah
di posting di medsos atau di blog. Saya hanya mengandalkan jaringan internet
lewat kuota hanphone. kuota hanya digunakan untuk mengirim tugas anak-anak saya
kepada gurunya dan saya gunakan untuk mengirim yugas kepada peserta didik saya.
Sejak BDR ini, banyak kendala yang
ditemui diantaranya menambah pengeluaran biaya keluarga untuk membeli kuota
internet. Maklum di rumah saya ada lima orang yang setiap hari membutuhkan
layanan internet. Agar lebih ekonomis dan
sinyal kencang, maka saya memasang indihome di rumah. Sejak saat itu keluarga
saya tidak pernah ada keluhan terkait sinyal. Agar pemakaian internet lebih
maksimal dan diarahkan ke hal yang positif, maka saya mulai mencoba membuat serta
memposting tulisan di blog dan mengikuti kelas menulis online yang banyak bertebaran
di dunia maya yang bisa kita ikuti secara gratis.
Tanpa di sangka sampai akhir
tahun 2020 selama kurang lebih bulan melatih diri menulis, akhirnya saya bisa
menghasilkan 3 karya berturut-turut yaitu dua buku antologi dan satu buku solo.
Buku Antologi pertama berjudul, Wabah, Fitnah dan Hikmah Covid 19 yang
diterbitkan oleh Amma Alamia, Bogor. Corona an Episode of My Life merupakan buku
antologi kedua Bersama Pak Cahyadi Takariawan, Ida Nurlaila dan Peserta KMO
Alineaku. Buku Ketiga saya berupa Novel yang berjudul “Semburat Asa.” Ini
merupakan buku solo pertama yang saya tulis hanya 21 hari mencapai 206 halaman dan
diterbitkan oleh “Penerbit Pustaka Bangsa”, salah satu Anggota IKAPI yang ada
di Lombok, NTB.
Itulah kisah awal saya mulai
belajar menulis, padahal sebelumnya saya tidak pernah membuat tulisan apapun, bisa
dikatakan saya tidak memiliki bakat menulis. Saya berharap lewat tulisan ini
ada orang yang selalu menganggap dirinya tidak bisa menulis, jadi mau untuk
belajar menulis. Hingga akhirnya nanti akan menghasilkan karya yang berguna
untuk orang lain.

Hebat..sudah menghasilkan buku solo,,,
BalasHapus