Jumat, 29 Januari 2021
RSUP Provinsi
03.45 WITA.
Menunggu hasil sweb membuat hatiku semakin gelisah, lembar demi lembar buku kubuka, namun tak mampu kucerna isinya. Ku lantunkan doa panjang berharap yang terbaik. Malam semakin larut, seorang laki-laki berseragam lengkap APD tiba-tiba menyebut nama ibuku dan menginstruksikan akan dipindahkan ke ruangan lain. Melihat gelagat petugas yang tampak terburu-buru membuat hatiku bertanya-tanya. Dengan terbata-bata ku coba mencari tahu.
"Apakah hasil swebnya sudah keluar"?
"Ya Bu, jawabnya singkat,"
Tidak puas dengan jawaban petugas rumah sakit. Akupun kembali mengorek informasi yang membuat napasku teras tersekat di kerongkongan. Serasa tidak percaya, namun ini nyata adanya.
Dinginnya ruang isolasi membuat dadaku semakin sesak, kupandangi wajah wanita tua yang tampak semakin tak berdaya di ranjang rumah sakit. Butiran bening mulai menerobos keluar, seakan menyesali diriku tidak bisa berbuat apa-apa melihat kondisinya yang semakin tak berdaya.
"Apa yang sudah kamu korbankan untuknya," rutukku dalam hati. Seolah menyesali diri atas keterbatasanku.
Deru suara AC membuatku semakin terjaga, dinginnya malam berpadu dengan dinginnya ruangan membuat mataku tak bisa kupejamkan.
Kubiarkan dia terlelap, dengan setia aku menunggunya di sisi ranjang berharap saat dia terbangun dia masih bisa melihatku dan memanggilku.
Satu demi satu bayangan masa kecil melintas manis di benakku. Tangan lembut yang dulunya kekar menggendongku kesana kemari, kini tampak keriput dipenuhi selang dan kabel. Dekapan hangatnya kini sudah tak terasa lagi. Suara celotehan saat kami kecil menidurkam kami anak-anaknya dengan rangkaian cerita yang berbeda setiap malam, masih terukir indah di benakku. Lantunan syair nan merdu masih terngiang di telingaku sampai saat ini.
"Akankan lantunan Al-Qur'an yang selalu kau baca setiap sholat subuh akan mampu aku dengar lagi?
"Ibu, apa yang bisa kulakukan untukmu saat ini, ingin rasanya memelukmu, memberikan jiwa ragaku. Aku ingin selalu mendengar suara lembutmu, aku ingin tetap menatap wajah beningmu, aku ingin selalu melihat senyum di wajahmu. Aku ingin memberikan pelayanan terbaikku untukmu.
Akankah terjadi semua yang kutakutkan selama ini?
Hanya Lantunan Doa dan harap keluar dari relung kalbu yang terdalam
Memohon keajaiban kepada sang Khaliq Ilahi Robbi.
Sudi kiranya memberi kesempatan waktu sedikit lagi agar bisa terbebas.
Agar bisa menghadapmu dalam keadaaan suci bersih lahir batin.
Kugantungkan asa hanya pada-Mu ya Allah Ilahi Robbi
