Jumat, 29 Januari 2021
Di RSUP Privinsi
Jam di dinding ruang isolasi RSUP Provinsi NTB menunjukkan pukul 10.45. saat seorang petugas menggunakan pakaian APD lengkap memasuki ruangan. Benda berbentuk gelembung balon warna hijau, dirangkai dengan penutup kepala berbentuk maskes plastik yang tersambung dengan selang spiral berada ditangannya.
Tanpa berkata-kata, dengan cekatan dia mulai mengganti selang oksigen yang menempel di hidung ibuku. Dan menggantinya dengan alat yang baru saja dibawanya. Alat itu baru saja terpasang wanita enam puluh enam tahun itu merintih
"Saya tidak bisa napas, saya tidak bisa napas," suaranya terdengar dari balik alat tersebut.
Untuk sesaat aku memalingkan wajah, tidak tega melihat wanita yang melahirkan ku mengerang kesakitan. Napasnya turun naik, pompaan jantungnya terpacu hebat. Aku pun berusaha mencari tahu penggunaan alat yang menyerupai jantung yang memiliki katub itu.
Lelaki dengan postur tegap itu tanpa keberatan memberikan penjelasan.
"Kami memantau dari monitor yang terpasang, ternyata kondisi oksigen di tubuh ibu jauh berkurang, dikhawatirkan lama kelamaan jika tetap menggunakan alat yang lama, oksigen yang ke kepala ibu tidak ada dan bisa menyebabkan ibu koma."
Gemetar sekujur tubuhku mendengar penjelas lelaki yang masih tampak muda itu. Dia pun melanjutkan "itulah sebabnya alat ini dipasang untuk menaikkan kadar oksigen di dalam tubuh, jangan sampai kurang dari 90."
Napasku kembali tenang, sembari aku ikut menenangkan perasaan ibu agar mau menerima semua tindakan yang dilakukan petugas.
Dengan anggukan sebagai kode, akhirnya ibu mau menerima pemasangan alat baru tersebut. Setiap ibu menarik napas, terlihat alat itu pun mengembang mengempis layaknya jantung manusia.
Sebelum keluar, lelaki bersepatu boot itu menambahkan "seharusnya ibu sekarang masuk di ruang ICU, namun karena semua ruangan ICU sudah penuh oleh pasien covid, jadi untuk sementara waktu ibu kami tempatkan disini sambil kami tetap memantau ibu lewat CCTV yang terpasang di ruangan ini," ucapnya sembari tangannya menunjuk posisi alat yang dimaksud.
Penjelasannya membuatku ikut menganggukkan kepala. Jadi apapun yang dilakukan oleh petugas rumah sakit sudah sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan dan disesuaikan dengan kondisi pasien. Namun terkadang kita sebagai keluarga pasien karena ketidaktahuan ilmu kita tentang kesehatan, membuat kita sering mengambil kesimpulan sendiri yang berujung pada menyalahkan petugas.

Semoga ibunda segera sehat kembali y Bund
BalasHapus