KENAPA SAYA MAU BELAJAR MENULIS?
Saya ini adalah orang biasa, saya bukan orang terkenal seperti Ustad Abdul Somad, Aa Gym, Ustad Adi Hidayat, Pak Anis Baswedan atau orang yang dikenal publik.
Tapi saya punya cita-cita, ingin jadi orang yang berguna bagi agama, bangsa, dan bagi masyarakat banyak. Kalimat ini sering kita dengar dan kita lontarkan, tapi kadang kita bingung bagaimana cara mewujudkan keinginan tersebut.
Akhirnya setelah merenung, saya putuskan untuk jadi orang berguna melalui tulisan. Siapa tahu ada orang termotivasi dengan tulisan yang saya buat.
Selanjutnya saya belajar menulis dengan mengikuti KMO (Kelas Menulis Online).
Setelah mengikuti KMO, saya memiliki dasar-dasar menulis dan mulailah saya menulis hal-hal sederhana dan bermanfaat untuk ukuran saya.
Agar apa yang saya tulis bisa dibaca oleh orang lain, saya manfaatkan tehnologi sekarang untuk memperkenalkan tulisan saya ke masyarakat banyak lewat media sosial, dan blog kompasiana. Siapa tahu ada orang yang tertarik dengan tulisan yang saya buat.
Keinginan saya simpel banget, saya hanya ingin saat seseorang membaca tulisan saya ada sesuatu yang baru yang mereka dapatkan sehingga tanpa sadar mereka akan mengucapkan kata "O, Iya...Ya". Sederhana kan? Tidak muluk-muluk, itu saja.
Tidak ada seorangpun dari kita yang tahu jatah umur kita berapa?
Kita akan hidup sampai usia berapa?
Semua itu rahasia Allah, Dia punya hak prerogatif untuk mengambil hambanya kapanpun dia mau!!!
Untuk itu.....!!!!
Saya hanya ingin, di saat saya sudah meninggal masih ada tulisan saya yang bisa dibaca orang lain, walaupun mereka tidak mengenal wajah saya, tidak pernah bertemu saya. Cukup dengan mengenal saya lewat tulisan dan orang mendapatkan hikmah atau hal positif itu sudah luar biasa bagi saya pribadi.
Saya kagum dengan beberapa penulis kitab seperti Imam Syafii, usianya 52 tahun saat dia meninggal tapi karyanya yang berupa tulisan masih diingat dan dipakai sampai sekarang. Padahal dia sudah meninggal kurang lebih 2 abad yang lalu. Generasi sekarang tidak pernah bertemu langsung dengan beliau tapi dia dikenal melalui tulisannya.
Ini mungkin yang dikatakan dengan istilah "Usia Pendek Tapi Umur Panjang".
Semoga kita bisa mengikuti jejak orang-orang terdahulu yang berguna lewat rangkaian kata demi kata yang akan membentuk kalimat dan akhirnya menjadi tulisan yang bermakna. Aamiin....