Dalam rangka memperkuat kapasitas tim Penjamin Mutu Pendidikan (PMP) di satuan pendidikan serta meningkatkan efektifitas pelaksanaan advokasi mutu pendidikan dan pendampingan perencanaan bagi satuan pendidikan, BPMP Provinsi NTB akan menyelnggarakan kegiatan Pendampingan Implementasi PMP di satuan pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari Jumat-Sabtu, 3-4 Oktober 2025 dilaksanakan di SMP N 1 Labuapi dan diikuti oleh 35 orang yang berasal dari jenjang PAUD, SD dan SMP. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Bapak Hizbul Maududi, S.S dari BPMP dan Marwanah, M.Pd Pengawas Dikbud Lobar.
Dalam Sambutannya Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. M. Hendrayadi menyampaikan bahwa "Sekolah Perjumpaan", yang saat ini sedang banyak diperbincangkan di media sosial saat ini, pada kenyataannya program ini sudah jauh-jauh hari dilaksanakan di dunia pendidikan dalam bentuk diskusi santai antara kepala sekolah dengan guru, guru dengan guru, guru dengan siswa, atau siswa dengan siswa.
Tidak lupa beliau juga mengingatkan bahwa tatkala seseorang memegang satu jabatan maka hendaklah orang tersebut harus melatih diri uhtuk berpikir dan bertindak satu tingkat lebih tinggi. Misalnya saat seseorang jadi guru maka dia harus mampu berpikir dan bertindak dalam memanagemen lingkungan kelasnya sebagai tanggung jawab pribadi sebagai seorang guru. Walaupun managerial ini tugas pokok kepala sekolah.
Beliau juga mendorong para guru untuk selalu berbagi praktik baik melalui komunitas belajar, platform-platform, media sosial yang ada saat ini. Tetap berinovasi dari hal-hal sederhana, hal-hal kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari saat ini. Karena sesuatu yang besar berasal dari rangkaian hal-hal kecil.
Latih diri untuk menjadi pendengar yang baik dimana saja dan dalam situasi apa saja, karena terkadang ide muncul dari hal-hal yang tidak terduga. Sebuah Ide yang hebat adalah ide yang langsung diimplementasikan sambil tetap dilakukan evaluasi dan refleksi.
Harapannya agar peserta yang hadir mampu membaca rapor pendidikan, menganalisis rapor pendidikannya sendiri, memahami akar masalah dan mampu merencanakan program benahi dan membuat rekomendasi. Dengan kegiatan ini sekolah bisa meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing.




