Workshop pembelajaran mendalam (Deep Leerning) bagi kepala sekolah dan Guru Taman Kanak-kanak Kabupaten Lombok Barat yang diselenggarakan oleh IGTKI Kabupaten Lombok Barat, Rabu 10 September 2025 di Aula Kantor Bupati. Kegiatan yang dihadiri oleh 275 peserta yang berasal dari unsur kepala sekolah dan guru jenjang TK mengangkat "tema meningkatkan kemampuan guru dalam mengintegrasikan pembelajaran mendalam (Deep Learning) di taman kanak-kanak.
Hadir dalam kegiatan ini kepala dinas pendidikan Kabupaten Lombok Barat bapak Drs. M. Hendrayadi, Bunda PAUD Kabupaten Lombok Barat Ibu Hj. Ayu Indra Rukmana, Ketua IGTKI provinsi Hj. Heny Herawati, S.Pd, M.M, Pengawas TK Lombok Barat Hj. Siti Marwanah, S.Pd, M.Pd, Perwakilan dari BGTK NTB Noviani Tri Purna Hanggas M.Pd, serta Kepala sekolah dan para guru yang berasal dari sekolah TK yang ada di Lombok Barat.
Kegiatan workshop ini narasumber berasal dari BGTK terkait growt minshet, Bunda PAUD terkait Rencana Kerja Bunda PAUD yang ada di Kabupaten Lombok Barat, dari tim IGTKI provinsi akan menyampikan materi kerangka pembelajaran mendalam serta asesment pembelajaran mendalam.
Dalam sambutanya kepala dinas Pendidikan dan kebudayaan Bapak M. Hendrayadi memberikan apresiasi kepada pengurus IGTKI sebagai mitra dinas dalam memberikan penguatan pembelajaran mendalam.
Beliau juga menyampaikan bahwa semua kebijakan yang diambil oleh pemerintah lebih menitik beratkan kepada penguatan kompetensi semua unsur yang ada di lembaga pendidikan. Di samping itu beliau juga berharap bahwa strategi deep learning itu tidak hanya diberlakukan kepada siswa namun diterapkan juga untuk semua unsur yang ada di sekolah agar menguasi kondisi sekolah secara utuh. Beliau juga meminta kepada kepala sekolah atau guru saat ada menyampaikan inspirasi, informasi terkait kondisi sekolah agar dilakukan secara resmi dengan mengirim surat ke dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Lombok Barat.
Pembelajaran mendalam ini bukan kurikulum tapi merupakan pendekatan pembelajaran yang menitikberatkan kepada mencapaian 8 dimensi profil lulusan dengan menerapakan prinsip pembelajaran mendalam yang bermakna, berkesadaran dan menyenangkan, sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar berupa memahami, memaplikasi serta mampu melakukan refleksi. Hal ini harus didukung dengan memperkuat kerangka pembelajaran mendalam yang terdiri dari Praktik Pedagogis, Kemitraan Pembelajaran, Pemanfaatan Digital, dan Lingkungan Pembelajaran.
Harapannya setelah kegiatan ini kepala sekolah dan para guru memiliki pemahaman yang lebih terkait pembelajaran mendalam.





