Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat melalui bidang kebudayaan melakukan penyusunan bahan ajar muatan lokal yang akan digunakan oleh seluruh sekolah yang ada di Lombok Barat mulai tahun ajaran 2025/2026.
Tim penyusun berjumlah 15 orang berasal dari tokoh budayawan sasak, akademisi, pengawas, guru dan kepala sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Jayakarta selama 3 hari dari Senin-Rabu, 28-30 April 2025. Untuk lebih lengkapnya tim penyusun bisa dilihat di bawah ini.
Dalam arahannya pak sekdis bapak Arif Nurahdi menyampaikan bahwa Kegiatan ini dimaksudkam untuk melestarikan budaya sasak khususnya di Lombok Barat. Disamping itu juga dengan adanya kurikulum dan bahan ajar ini sekolah akan memiliki gambaran materi yang akan diberikan kepada para siswa. Momen ini juga diharapkan dapat menjadi dasar agar universitas yang ada di Lombok bisa memunculkan jurusan muatan lokal khususnya budaya sasak.
Penyusunan bahan ajar dilakukan untuk semua jenjang mulai dari PAUD, SD dan SMP. Ada 5 elemen yang menjadi titik tekan penyusunan bahan ajar di Kabupaten Lombok Barat yaitu bahasa sasak, sejarah dan adat istiadat, seni dan keterampilan, kuliner serta permainan dan olahraga.
Harapannya semoga dengan diberlakukannya kurikukum muatan lokal budaya sasak ini akan menjadi ajang dan awal bagi semua pihak untuk bisa lebih peduli dan bisa melestarikan budaya daerah setempat sehingga budaya sasak khususnya di Lombok Barat ini tidak punah.






