Catatan harian pengawas
Kedatangan kami di sambut senyum hangat para guru dan puluhan siswa berhamburan menghampiri dan mengulurkan tangan mungil mereka untuk menggapai tangan kami ingin bersalaman. Aku pun terkesima dengan pemandangan yang ada di depanku. Bocah-bocah mungil tanpa aba-aba dari siapapun memberikan hormat dan penyambutan yang luar biasa.
Pembiasaan dan penanaman karakter seolah sudah mendarah daging di TK Salsabila yang ada di Sesela, Kecamatan Gunung Sari. Sekolah yang didirikan pada tahun 2016 ini bisa menjadi salah satu sekolah yang patut untuk di contoh dan dijadikan rujukan. Walaupun masih terbilang masih muda namun Sekolah ini sudah mampu membuktikan bahwa keberadaannya bisa diperhitungkan dan bisa bersaing secara sehat dengan sekolah lain. Kala baru berusia 3 tahun, tepatnya tahun 2019 TK Salsabila mampu meraih Juara 1 untuk katagori sekolah sehat Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Kami pun penasaran mencoba menggali informasi lebih dalam terkait gebrakan yang dilakukan oleh kepala sekolah dan para guru. Kepala sekolah dan para guru memiliki komitmen untuk melanjutkan pendidikan S1 PAUD.
Yang tak kalah mengangumkan adalah para guru yang kuliah di UT ini tidak mengeluarkan biaya sepeserpun. Mereka hanya belajar dengan giat dan menyelesaikan kuliah sesuai waktunya. Untuk pembiayaan pendidikan para guru, kepala sekolah mencoba mencari donatur dari berbagai pihak. Dengan strategi pendekatan dan komunikasi dengan berbagai pihak akhirnya kepala sekolah bisa mendapatkan donatur. Ada yang berasal dari pegawai PLN, ada juga yang berasal dari luar daerah.
Walaupun lokasi sekolah TK Salsabila tidak terlalu luar sekitar 3 are, namun fasilitas yang ada di sana bisa dibilang lengkap yaitu 3 ruang belajar, untuk jenjang TK, 1 ruang belajar untuk jenjang KB. Ruang kepala sekolah, toilet siswa, gudang, ruang bermain bagi siswa yang masuk Kelompok Bermain lengkap dengan dapur dan kamar mandinya, ada ruang UKS lengkap dengan kamar mandi.
Untuk area bermain siswa di luar kelas juga tersedia berupa APE luar dengan berbagai jenis. Tidak ada area yang sia-sia. Di pinggir halaman, setiap kelas diberikan tanggung jawab untuk menanam sekaligus merawat tanaman. Ada yang menanam bunga, ada juga kelas yang menanam tanaman obat dan sekaligus diberikan label berupa nama tananaman serta kegunaannya.
Pengaturan ruangan dan pemanfaatan lingkungan inilah yang menjadi kunci sehingga mampu meraih prestasi sebagai juara 1 sekolah sehat tingkat provinsi.
Kegiatan pembiasaan mulai dari sholat duha dan sholat fardu, doa sehari-hari, bacaan hadits serta pembentukan karakter sudah menjadi kegiatan rutinitas. Di tambah lagi dengan kegiatan ekstrakurikuler taekwondo, menari dan qasidah.
Keterbukaan dan transparansi juga menjadi hal yang wajib di TK Salsabila. Pengelolaan keuangan dilakukan dengan terbuka dan di kelola oleh beberapa bendahara dan selalu dilaporkan secara berkala kepada semua. Sehingga kepala sekolah tidak memegang dana apapun.
Sebagai bahan apresiasi atas usaha dan kerjasama Tim yang ada di sekolah. Kala mendapatkan hadiah juara 1 Tingkat Provinsi kepala sekolah dan para guru di ajak studi banding ke TK Akbar yang ada di Bogor. Gelak tawapun terdengar riuh, kala mereka mengingat dan menceritakan tingkah lucu mereka saat di atas pesawat. Itu membawa kesan mendalam bagi para guru dan akan menjadi kenangan indah sepanjang masa.










