Susu Kuda Liar Di Pawai LASQI


Kegiatan KGP

Catatan harian pengawas.

Sang Surya sudah menyembunyikan diri di balik gumpalan awan di ufuk barat kala mobil HIACE yang akan membawa kami menuju pulau Sumbawa mulai meninggalkan Bundaran Giri Menang Scuare (GMS) Gerung. 13 orang guru penggerak yang terdiri dari 13 orang, 5 wanita dan 8 laki-laki. 


Kabupaten Lombok Barat akan mengikuti pawai LASQI (Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia) yang akan dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa Besar pada Hari Rabu, 2 Agustus 2023. Rombongan Kami mulai berangkat tepat pukul 17.15 wita melewati jalur Sweta. Sepanjang perjalanan, suara riuh menemani perjalanan kami menuju Pelabuhan Kayangan yang ada di Lombok Timur. 

Kegiatan KGP


Perjalanan kami terhenti kala azan Magrib berkumandang dari Masjid Kopang. Usai melaksanakan kewajiban sebagai seorang muslim, perjalanan berlanjut untuk berburu makan malam di rumah Makan Rarang dengan menu khas ayam kampung. 


Tepat pukul 21.09 rombongan sampai di Pelabuhan Kayangan. Seperti biasa sebelum masuk ke kapal maka harus membeli tiket dengan harga bervariasi tergantung kendaraan yang kita gunakan. 

Kegiatan KGP

Usai mendapatkan tiket tidak perlu menunggu lama mobil HIACE yang kami tumpangi pun memasuki kapal. Tepat pukul 21.44 menit KMP Satya Darma berangkat meninggalkan Pelabuhan Kayangan menuju Pelabuhan Pototano di pulau Sumbawa. 

Kegiatan KGP


Penumpang yang didominasi oleh laki-laki sedang asyik mengobrol sementara  tampak penumpang lain tertidur lelap dibangku penumpang sembari  dibuai mimpi karena goyangan kapal yang diterjang ombak. 

Kegiatan KGP


Setelah 2 jam diatas kapal, KMP Satya Darma bersandar di dermaga Pototano. Berselimut malam perjalanan tetap berlanjut. Penumpang HIACE yang di dominasi oleh kaum Adam ini kembali terdengar riuh setelah sempat sepi beberapa saat kala berada di atas laut. 

Kegiatan KGP


Musik dengan alunan keras menemani perjalanan menembus pekatnya malam. Sengaja pak Saleh, pengemudi HIACE memilih lagu berirama hentakan dengan harapan semua penumpang tetap terjaga dan tidak terlelap sepanjang perjalanan menuju Sumbawa Besar. 


Setelah menempuh perjalanan dua jam kami pun sampai di tempat tujuan yaitu rumah Bu Purna Salah satu guru penggerak angkatan 2 yang berasal dari Sumbawa. Beliau menyediakan rumahnya untuk kami jadikan tempat istirahat sejenak sebelum kegiatan pawai LASQI diselenggarakan esok hari pukul 8 pagi. 


Terdengar lantunan azan dari masjid yang tidak terlalu jauh. Satu persatu kami pun mulai mempersiapkan diri. Usai sarapan pagi kami pun menuju lokasi pawai dan tepat pukul 8 pagi semua rombongan dari masing-masing kabupaten/kota mulai jalan menyusuri rute sekitar 2 km yang sudah disiapkan oleh panitia. 


Masyarakat tumpah ruah di area star oleh ribuan manusia guna memeriahkan kegiatan tahunan ini. Masing-masing kontingen menggunakan baju adat daerah masing-masing untuk menonjolkan kekhasan wilayahnya. 

Kegiatan KGP


Kegiatan Pawai dimulai dari pendopo Bupati lama atau lebih dikenal dengan nama Istana Bala Putih dekat dengan Taman Makam Pahlawan menuju Kantor Bupati Sumbawa Besar. 

Kegiatan KGP


Ribuan peserta mengikuti pawai yang berasal dari 10 kabupaten kota yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Yang unik dari pawai LASQI ini adalah setiap kabupaten/kota akan menampilkan atraksi khas dari daerah asal masing-masing. Khusus Kabupaten Lombok Barat menampilkan Tari Begawe Beleq Dulang Penamat. Tari ini merupakan kolaborasi antara beberapa unsur baik tari, Hadroh maupun kelompok lain. 

Kegiatan KGP


Kontingen Lombok Barat diikuti oleh kurang lebih 600 orang, yang berasal dari semua instransi pemerintah seperti Dikbud, MKKS, K3S, Komunitas Guru Pengerak, Dinas Kesehatan, Dinas Pertanian, Dinas PU serta dinas lainnya. Antusias dari peserta Lombok Barat membuat kontingen Lombok Barat menjadi peserta terbanyak yang ikut mensukseskan kegiatan Pawai LASQI tahun 2023. 


Usai pawai, rombongan berkunjung ke tempat produksi susu kuda liar dan permen susu sapi yang ada di Penyaring, Moyo Hulu Sumbawa Besar. Kaum hawa pun mencoba susu kuda liar yang sudah menjadi khas daerah Sumbawa tersebut tidak lupa juga membeli oleh-oleh permen susu untuk keluarga, teman dan sahabat. 

Kegiatan KGP


Bakda melaksanakan sholat Zuhur dan makan siang mobil HIACE yang meluncur menembus teriknya matahari menuju pelabuhan Pototano untuk kembali ke pulau pedas tepatnya di Lombok Barat.


Semoga perjalanan panjang dan berkesan ini menjadi perjalanan yang tak terlupakan dan membawa kenangan serta terukir indah di dalam sanubari. 


Tak lupa juga penulis mengucapkan sayonara pulau Sumbawa sampai ketemu di lain waktu dan momen yang lebih mengasikkan. 





2 Komentar

  1. Kalimat perkalimat sangat tersusun apik,,,,,,pengalaman yang sangat menarik selain bisa menampilkan ke Khasan pulau lombok khususnya Lombok Barat, kontingen guru penggerak dapat juga berjumpa dengan rekan guru penggerak lain di pulau sumbawa.Semoga ada kesempatan di lain waktu untuk dapat ikut terlibat di setiap kegiatan Guru Penggerak Kabupaten Lombok Barat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga Bu guru bisa ikut kegiatan berikutnya

      Hapus
Posting Komentar
Lebih baru Lebih lama