Catatan harian seorang guru
Seperti biasa pada setiap Minggu pertama tiap bulan, hampir di semua sekolah di Lombok Barat melaksanakan kegiatan Sabtu Budaya yang diisi dengan berbagai kegiatan. Begitu pun dengan SMPN 4 Gerung yang berlokasi di Giri Menang Scuare. Tema yang diangkat pada Sabtu Budaya hari ini adalah Kegiatan Begibung.
Sabtu Budaya diadakan untuk memberikan wadah kepada siswa untuk unjuk kemampuan dan ajang untuk mengasah kreatifitas mereka.
Kegiatan dibuka dengan pembacaan basmalah, dilanjutkan dengan sambutan dari bapak kepala sekolah Bapak Fauzi dan penjelasan seputar filosofi Begibung yang disampaikan oleh Bapak Lalu Sastrawan doa bersama.
Usai melakukan doa bersama kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu BEGIBUNG. Semua siswa yang sudah duduk berkelompok dengan siswa lain membuka bekal makanan yang dibawa dari rumah digabung jadi satu dalam satu wadah yang sudah disiapkan oleh para siswa. Ada yang mengunakan nampan dan juga yang menggunakan daun pisang. Setelah makanan dituangkan ke wadah tersebut selanjutnya para siswa mulai menikmati dengan rasa sukacita. Kebahagian terpancar dari wajah para siswa. Tidak hanya siswa para guru pun ikut begibung.
Setelah seluruh siswa dan para guru menikmati makanannya, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan hiburan.
Sesi hiburan ini di awali dengan menampilkan Tari Genjek yang dibawakan oleh 4 orang siswa kelas 8 dengan menggunakan kostum putih kuning. Tari genjek merupakan kesenian yang memadukan paduan suara dan gerak yang berkembang di Kabupaten Karangasem, Bali. Musik dalam kesenian ini meniru suara gamelan yang dikenal dengan toreng dan cipak
Tidak hanya tari, pada kesempatan kali ini siswa yang tergabung dalam ekskul pencak silat juga menampilkan gerakan pencak silat yang dibawakan oleh 10 siswa siswi binaan dari Bu Tari dengan pelatih Bapak Bagas.
Secara etimologi atau dari asal kata, pencak silat terdiri dari dua kata. Pertama adalah kata “pencak” yang berarti gerak dasar beladiri yang terikat dengan suatu peraturan. Kedua, adalah kata “silat” yang memiliki arti sebagai gerak bela diri sempurna yang bersumber dari kerohanian.
Usai menikmati gerakan tarian dan pencak silat, sesi berikutnya adalah mendengarkan lantunan lagu Sasak yang dibawakan oleh Bq. Desta siswa 9b dengan lagu "Ikan Dalam Kolam." Wahyudi siswa kelas 9f menyumbang lagu "Nyesel Muri," dan "Bajang Lauq Tawan." Dilanjutkan dengan Duet antara Ibu Dewi dan Bapak Lalu Sastrawan dalam Lagu "Terkesima." Bu Yuni melantunkan 2 lagu sekaligus "Lentera Cinta" dan "Sekali Seumur Hidup." Siswa Gina Samsi Tabris siswa kelas 9a dengan lagunya " Mengejar Mimpi."
Usai mendengarkan beberapa lantunan lagu kembali para siswa akan menampilkan Tari Wonderland Indonesia yang dibawakan oleh 26 siswa. Tari Wonderland Indonesia ini mencerminkan Indonesia tidak hanya indah dari segi alam namun juga indah dari keberagaam budaya yang ada di masyarakat. Tari ini dibawakan oleh 26 siswa dari kelas 7, 8 dan 9 dengan harapan agar mampu menumbuhkan semangat kebangsaan generasi muda dan mau melestarikan budaya yang ada di masyarakat.
Tari Segar Jagat dibawakan oleh 2 siswa kelas 9 Kristen dan Ketut Manis. Tari ini menggambarkan suatu kedamaian di alam semesta sekaligus menggambarkan suasana yang semerbak oleh wanginya bunga.
Tari Burat Wangi yang dibawakan oleh 4 orang siswa kelas 9. Tari Burat Wangi merupakan tari persembahan yang mengungkapkan tentang rasa bakti dan puji syukur kepada Sang Maha Pencipta yang disajikan dalam bentuk persembahan dengan berbagai bunga dan wewangian.
Tari Zapin Melayu dibawakan oleh salah seorang siswa kelas 9a Siti Rahmi Nihayah. Pada kesempatan ini juga siswa berkacamata ini membacakan story' telling dengan judul "Putri Mandalika."
Menjelang siang kegiatan yang didominasi oleh para siswa ini akhirnya berakhir sudah dengan harapan agar pada kegiatan Sabtu Budaya pada bulan berikutnya kegiatan yang ditampilkan semakin beragam dan semakin meriah.











