MENJADI GURU HEBAT BAGI SI PINTAR, SI NAKAL DAN SI MALAS

 

Guru inspiratif, guru yang dirindukan, guru motivator, guru profesional, anak nakal, anak broken home

Catatan harian seorang guru

MENJADI GURU HEBAT BAGI SI PINTAR, SI NAKAL DAN SI MALAS

Di bawah ini saya akan  membahas bagaimana cara untuk menjadi guru hebat bagi anak didik kita.

Menjadi guru yang menarik diizinkan, dan dicintai oleh anak didik anda adalah hal yang didambakan oleh seorang guru. Ada beberapa cara agar anda bisa menjadi guru hebat untuk semua anak didik anda bukan hanya untuk si pintar tapi juga untuk si nakal dan si malas.

CARA YANG PERTAMA ADALAH DENGAN MENEMUKAN TITIK LEBIH DAN TITIK UNGGUL DARI ANAK DIDIK ANDA.


Hilangkan kebiasaan menyebut kekurangannya tapi hendaknya tonjolkan kelebihan yang dimiliki oleh anak didik anda. Kelebihan yang sering ditonjolkan akan memunculkan keunggulan-keunggulan yang lain pada diri siswa.


Diumpamakan dengan ilustrasi di bawah ini, kalau kita meminta seekor ikan bisa terbang dan sapi bisa berenang maka kita hanya akan melihat kebodohan-kebodohan dari hewan tersebut.


Hal ini juga tidak jauh berbeda jika seorang siswa yang memiliki kelemahan di matematika  sedangkan dia punya kelebihan menggambar. Kita  selalu memaksanya mendapatkan nilai 9 di matematika. Sehingga anak didik kita hanya terlihat tidak bisa apa-apa. Sehingga membuat kita lupa dengan kelebihan menggambar yang dimilikinya. Coba dibalik cara mendidiknya dengan kembangkan bakat menggambarnya, maka guru akan bisa melihat kemampuan anak itu akan berkembang pesat dan menghasilkan prestasi yang luar biasa.


Misalnya : Kamu ini bisanya hanya menggambar, apa tidak bisa yang lain. Bagaimana kamu bisa naik kelas kalau nilai matematikan selalu paling bawah.

Jika kalimat seperti ini yang dikeluarkan Maka justru akan bisa menenggelamkan kelebihan anak tersebut. 


Akan sangat berbeda jika kalimatnya kita rubah menjadi seperti di bawah ini

Ibu guru salut sama kemampuan menggambar yang kamu miliki. Insyaallah ke depan kamu bisa menjadi arsitek yang ahli menggambar gedung-gedung pencakar langit. Untuk mendukung agar kamu bisa seperti itu dikemudian hari maka kamu juga harus meningkatkan kemampuan belajarmu di bidang studi yang lain. 


Jika kita sebagai guru selalu memperdengarkan kalimat seperti ini, insyaallah dalam diri anak didik kita akan timbul motivasi intrinsik.


Ada tiga cara menemukan kelebihan yang dimiliki anak didik anda

a. Berikan momentum atau kesempatan kepada anak didik anda untuk menunjukkan kelebihan yang dimilikinya. Beri dia kesempatan untuk menjadi duta kelas atau duta sekolah dalam sebuah perlombaan. Tujuannya bukan menjadi juara atau pemenang tetapi lebih kepada memberikan kepercayaan kepada mereka bahwa mereka berharga dan memberikan kepercayaan kepada mereka bahwa mereka bernilai. Sehingga membuat mereka menjadi seorang yang bermakna.


Hal ini dibaratnya seperti ilustrasi di bawah ini yaitu bahwa Guru hebat adalah guru yang bisa menjadi kerang mutiara bagi anak didiknya. Pasir yang biasa jika dimasukkan ke dalam kerang mutiara maka lama kelamaan pasir itu akan berubah menjadi mutiara.


b. Jangan jadikan anak didik kita hanya sebagai penonton tapi libatkan mereka menjadi pemain. Buat mereka menjadi bagian dari history karena mereka ikut mengalami bukan hanya sebagai orang yang menyampaikan story. 


Berikan mereka kesempatan untuk mengeluarkan ide, pendapat, saran dan terlibat langsung dalam pelaksanaan ide atau gagasan tersebut. Dengan demikian mereka akan ikut bertanggung jawab dalam memelihara dan menjaga hasil karya mereka tersebut. 


Umpamanya sebagai guru bidang studi akan menyampaikan materi tentang bagaimana cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Seorang guru bisa menanyakan kepada anak didiknya dengan cara memberikan pengandaian jika si murid menjadi seorang guru bagaimana cara menyampaikan materi tersebut agar terkesan menarik bagi anak didikmu?


Guru yang hebat bukanlah guru yang hebat didepan anak didiknya tapi guru yang hebat adalah guru yang melibatkan muridnya dalam setiap proses kehebatan muridnya di masa depan. Libatkan mereka dalam setiap proses agar dikemudian hari mereka bisa menjadi hebat dan jangan jadikan mereka penonton yang hanya sekedar melihat kehebatan anda. 


Dikemudian hari saat mereka menjadi orang sukses maka mereka akan bercerita proses yang mereka jalani bukan hasil yang mereka peroleh. Sekali lagi lihat prosesnya jangan hanya melihat hasil akhirnya.


c. Berikan label positif

Pemberian label positif ini dimaksudkan agar anak didik kita mengetahui dengan pasti kelebihan dan keunggulan yang dimilikinya. Label positif bisa diberikan secara berkelompok atau secara perorangan. Label positif bisa menjadi daya magnet atau daya tarik bagi anak didik untuk menjadi seseorang yang kita inginkan serta bisa membangun persepsi mereka tentang gurunya.


Contohnya:

a.1 Ibu guru bersemangat mengajar di kelas ini karena kalian tampak antusias.

a.2 Anto ibu yakin suatu hari nanti kamu bisa menjadi pemimpin yang bisa mengkoordinir anak buahmu karena ibu lihat kamu memiliki prilaku yang bertanggung jawab.


Berbeda kalau kita mengatakan dengan cara seperti ini:

b.1 Bagaimana guru yang lain bisa betah di kelas kalian kalau kalian susah diatur.

b.2 Andi kalau kami masih saja malas seperti ini, ibu guru yakin kamu tidak akan bisa naik kelas.


Contoh kalimat A1 dan A2 di atas adalah label positif, dengan kita sering memberikan label positif kepada mereka maka lambat laun hal itu akan menjadi motivasi luar biasa untuk membentuk diri mereka dengan label yang sering kita berikan. 


sedangkan contoh B1 dan B2 contoh label yang negatif. Kalau kita sering mengeluarkan label negatif bukan tidak mungkin anak didik kita akan menjauhi kita atau bahkan tidak suka dengan kehadiran kita di kelas dan hal ini akan berdampak pada ketidak senangan mereka dengan mata pelajaran yang kita bawa.


Sesering mungkin memanggil anak didik anda dengan memberikan label di belakang nama mereka.

Seperti mana si kreator, mana si jenius, mana si cerdas, mana si pintar menggambar, mana si leader dan sebagainya

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama