Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi informasi terkait istilah-istilah yang digunakan dalam Kurikulum Merdeka untuk semua jenjang. Ini merupakan kata kunci dalam memahami kurikulum terbaru ini. Bukan tanpa alasan. Hal ini disebabkan karena kita tidak akan tertarik mempelajari atau mengetahui suatu hak jika kita tidak mengetahui nama atau istilah yang digunakan. Dengan mengetahui istilah tersebut maka akan memicu kita untuk mau mengggali lebih dalam tentang hal tersebut.
Ada 6 istilah yang digunakan di Kurikulum Merdeka yaitu
1. Capaian Pembelajaran (CP)
Pada kurikulum 2013 kita mengenal KI/KD sedangkan di Kurikulum Merdeka namanya menjadi Capaian Pembelajaran (CP).
Capaian Pembelajaran merupakan kumpulan kompetensi yang harus dikuasai siswa dalam setiap fase pertumbuhan siswa. CP ini dirumuskan oleh pusat. Bapak/ibu guru tinggal menjabarkannya ke tujuan pembelajaran dan alur pembelajaran.
Perbedaan KD dan CP (Capaian Pembelajaran adalah
• Dalam KD ada pemisahan ranah antara nilai pengetahuan, sikap dan keterampilan sedangkan dalam CP ketiga ranah tersebut tidak dipisah namun menjadi satu kesatuan yang utuh.
• Kalau KD diberikan sesuai tingkatan kelas. Misalnya KD kelas 7, KD kelas 8 dst. Sedangkan untuk Capaian Pembelajaran diberikan sesuai fase pertumbuhan setiap siswa bukan sesuai tingkatan kelas.
Ada 7 urutan fase dari jenjang SD sampai SMA yaitu
• Fase Pondasi untuk siswa Pra sekolah dan taman kanak-kanak
• Fase A untuk siswa SD kelas 1 dan 2
• Fase B untuk siswa SD kelas 3 dan 4
• Fase C untuk siswa SD kelas 5 dan 6
• Fase D untuk siswa SMP, MTs kelas 7, 8 dan 9
• Fase E untuk siswa kelas 10 SMA, SMK dan MA
• Fase F untuk siswa kelas 11 sampai 12 SMA, SMK dan MA
2. Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Pada kurikulum 13 dikenal dengan istilah silabus, pada Kurikulum Merdeka dikenal dengan nama Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
ATP merupakan dokumen yang berisi tentang rangkaian tahapan pembelajaran yang disusun secara sistematis yang bisa dijadikan Pedoman bagi guru dalam melakukan pembelajaran dari yang mudah ke yang sulit, dari yang sulit ke yang komplek dan sebagainya.
ATP sebagai rujukan bapak/ibu dalam menyusun modul ajar.
3. Modul Ajar
Pada kurikulum K-13 kita kenal RPP sedangkan di Kurikulum Merdeka di kenal istilah Modul Ajar. Dalam modul ajar ini terdiri dari tiga bagian yaitu
• Informasi umum yang berisi identitas penulis, kompetensi awal, profil pelajar Pancasila, sarana dan prasarana, target peserta didik serta model pembelajaran yang digunakan.
• Kompenen Inti berisi tujuan pembelajaran, asessmen, pembelajaran bermakna, pertayaan pemantik, kegiatan pembelajaran, refleksi pendidik dan peserta didik.
• lampiran berisi lembar kerja peserta didik, pengayaan dan perbaikan, bahan bacaan pendidik dan peserta didik, glossatium (istilah-istilah yang digunakan dalam ilmu pengetahuan) dan daftar pustaka.
Perbedaannya antara RPP dengan modul ajar adalah dalam modul ajar isinya lebih lengkap dibandingkan dengan RPP.
4. Profil Pelajar Pancasila (P3)
Pada K-13 kita mengenal penguatan pendidikan karakter (PPK), sedangkan pada Kurikulum Merdeka dikenal dengan Profil Pelajar Pancasila (P3).
P3 merupakan nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan sebagai Bangsa Indonesia terdiri dari 6 yaitu:
• Beriman, bertaqwa kepada TYME dan berakhlak mulia
• Berkebinekaan Global
• Bergotong royong
• Mandiri
• Bernalar Kritis
• Kreatif
5. KOSP (Kurikulum Oprasional Satuan Pendidikan)
Pada kurikulum K-13 kita mengenal istilah KTSP (Kurikulum tingkat satuan pembelajaran) sedangkan pada Kurikulum Merdeka dinamakan KOSP. KOSP sebagai pedoman menyeluruh dalam proses pembelajaran.
6. TaRL (Teaching At Right Level)
Guru dalam memberikan pengajaran harus disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa.
Contohnya:
Pada K-13. Jika anda seorang guru kelas 3 SD akan mengajar Matematika, maka otomatis anda akan melihat KD. Jika di KD nya tentang pembagian maka anda akan mulai mengajar pembagian. Namun sangat berbeda dengan Kurikulum Merdeka Belajar harus memperhatikan tingkat kemampuan siswa.
Walaupun anda mengajar di kelas 3 namun setelah anda melakukan asesmen dan observasi ternyata kemampuan siswa anda masih berada pada kemampuan berhitung penjumlahan maka anda akan memulai pembelajaran dengan memantapkan operasi penjumlahan bukan pembagian.
Inilah yang dikatakan dengan Teaching At Right Level.
Demikian uraian singkat istilah-istilah yang ada dalam Kurikulum Merdeka semoga ada manfaatnya dan tetaplah belajar sepanjang hayat

Makasih atas sharingnya..
BalasHapusSama-sama
HapusMakasih bu Hj. 🙏
BalasHapus