Habis Gelap Terbitlah Terang. Dimana ada tangis maka dia akan selalu bersanding dengan senyuman. Semua dibuat oleh Sang Pencipta berpasang-pasangan.
Sumringah dan renyak terdengar celotehanmu melalui gelombang ponsel, menandakan kamu sedang bahagia dan puas dengan apa yang kamu capai.
Ya...aku ingat Rabu, 29 Juni 2022 hari yang selalu mengkhawatirkanmu beberapa waktu terakhir ini. Hari ini kamu akan mempertanggungjawabkan penelitiamu yang sudah kamu perjuangkan selama sekian bulan.
Kegalauan dan kekhawatiran sudah tidak terdengar lagi dari rangkaian kalimatmu. Hanya rasa syukur dan bahagia terlukis dari ucapanmu yang mengalir bak air. Bisa kubayangkan senyum dan tawamu walaupun berjauhan raga. Namun senyum khasmu sudah membayang di kelopak mata.
Perjalananmu masih panjang. Penambahan namamu menjadi beban baru bagimu. Ini bukan titik akhir dari perjuanganmu. Tetaplah melangkah, ibu nyakin kamu bisa.
Ingat...Ini akhir dari perjuanganmu saat ini, namun awal bagi perjuanganmu berikutnya. Sadarilah jalan itu tidak berujung. Kala ini kamu berada di rest area untuk istirahat sejenak. Siapkan tenaga, pikiran, bekal untuk perjalanan berikutnya yang lebih menantang.
Hanya satu yang tak pernah berakhir. Do'aku untukmu takkan pernah berhenti sampai di sini. Do'aku akan selalu menyertai setiap langkahmu.
BACA JUGA : MAN JADDA WA JADA
***
Terima kasih Allah atas semuanya. Kenyakinanku bahwa Engkau selalu ada di sampingku dan didekat putriku terbukti sudah. Namun ijinkan aku terus berharap, Engkau selalu mendampingiku dan selalu ada di sisi putriku dalam menapaki hari-hari berikutnya.
Aku sadar aku serakah. Aku selalu ingin melihatmu menaiki tangga yang lebih tinggi. Bukan untuk dilihat orang lain. Tapi... agar kamu semakin memahami makna hidup dan berartinya diri.
Ya Robb...jutaan rasa syukur tak kan membuat-Mu bosan menoleh kepadaku. Namun asaku tak pernah berhenti berharap kepada-Mu. Aku tidak ingin berharap selain kepada-Mu. Karena Hatiku sudah terpaut dengan-Mu.
Satu asa yang terpatri dalam diriku pada-Mu. Beri wadah kepada putriku untuk mengabdikan diri dan ilmunya agar berguna untuk orang lain.
Aku nyakin tidak ada yang sulit bagimu. Itulah satu alasanku hanya berharap pada-Mu

Menarik ulasannya pada buah hati Anda yang sudah mencapai titik waktu meraih sukses dalam masa studinya. Sebagai satu tulisan, tentu ada kekurangannya mungkin disebabkan typo, silahkan cek kembali. Terima kasih
BalasHapusTerima kasih masukannya. Insyallah akan diperbaiki dan menjadi masukan untuk lebih teliti pada tulisan berikutnya.
HapusLuar biasa tulisan Ibu, semoga curhatan Ibu ini merupakan doa yang akan diijabah oleh Allah SWT. Aamiin
BalasHapusAamiin...terima kasih.
HapusAamiin...terima kasih
HapusSelamat Bu guru semoga Puterinya sukses
BalasHapusSelamat ananda Aulia, semoga ilmunya berkah dan sukses sll
BalasHapusAamiin...
Hapusharapan besar dr seorang ibu smg segera terwujud, ananda segera mendapat tempat untuk mengabdikan ilmunya.
BalasHapustulisan bagus, hanya sedikit typo.
Terima kasih atas masukannya. Insyallah akan diteliti.
HapusSemoga ilmu yg di dapat dapat d aplikasikan utk kemaslahatan umat...barakallahu fiik
BalasHapus