BISA MERASA X MERASA BISA

 

Empati

Bisa Merasa dan Merasa Bisa merupakan dua kata yang berasal dari kata yang sama yaitu kata "bisa" dan kata "merasa".  Saat kita mendengar dua kata tersebut terdengar hampir sama, padahal kalau kita resapi, walau pada dasarnya dua kata ini yang hanya di bolak balik memiliki makna yang sangat jauh berbeda. 


"Bisa Merasa" erat kaitannya dengan perasaan empati yang dimiliki oleh setiap individu. Seseorang yang Bisa Merasa, biasanya memiliki sifat empati yang baik. Dia bisa ikut merasakan apa yang dialami dan dirasakan oleh orang lain. Dengan Bisa Merasa maka dia akan merasa terpanggil untuk berbagi atau pun membantu orang lain yang sedang membutuhkan. 


Orang yang Bisa Merasa tidak pernah merasa malu jika dianggap salah. Dia akan menerima dengan legowo jika dia disalahkan terhadap suatu peristiwa atau kejadian, malah dengan berbesar hati dia akan meminta maaf terlebih dahulu. 


Sebaliknya "Merasa Bisa" ini biasanya identik dengan seseorang yang memiliki keakuan yang tinggi, menganggap dirinya paling bisa, sehingga orang lain dianggap tidak bisa dan tidak tahu apa-apa. Perasaan Merasa Bisa tanpa disadari akan menjadikan pemilik perasaan ini akan berprilaku sombong dan angkuh. Sehingga membuatnya kurang simpati kepada orang lain. 


Seseorang yang merasa bisa sering meremehkan orang lain, sering mengaggap orang lain salah, di satu sisi orang seperti ini tidak mau disalahkan. Saat dia disalahkan terhadap suatu peristiwa atau kejadian biasanya dia akan mengkambinghitamkan orang lain. 


Dalam pergaulan sehari-hari seseorang yang memiliki perasaan "Bisa Merasa" akan lebih disenangi dan diterima oleh orang lain di bandingkan dengan seseorang yang selalu "Merasa Bisa". 


Bagaimana dengan diri kita? Apakah kita termasuk orang yang "Bisa Merasa" atau orang yang "Merasa Bisa." Silahkan evaluasi diri masing-masing.








B

6 Komentar

Posting Komentar
Lebih baru Lebih lama