Gerakan Literasi Sekolah
Latar Belakang
Dari beberapa penelitian menyebutkan bahwa membaca dapat melatih fungsi otak, menjernihkan pikiran, menambah wawasan dan memperkuat memori. Sehingga membaca diibaratkan dengan senam mental untuk otak. Sedangkan kegiatan menulis merupakan sebuah proses kreatif menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan. Melalui tulisan kita bisa mengungkapkan gagasan, pikiran, perasaan, berbagi pengalaman kepada pihak lain.
Seperti pepatah mengatakan "jika kita ingin mengenal dunia, maka membacalah" dan "Jika kita ingin dikenal dunia maka menuliskan." Dua kalimat ini bisa kita jadikan sebagai sebuah motivasi untuk meningkatkan kemampuan literasi kita dan para siswa baik dari segi meningkatkan minat membaca maupun dari segi kemampuan menulis.
Membaca dan menulis merupakan bagian dari literasi. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomer 23 tahun 2015 tentang Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Sebuah gerakan untuk menumbuhkan pembiasaan pembaca dan menulis bagi generasi muda.
Tujuan
Melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS) ini saya mencoba mengajak para siswa untuk belajar menulis dan mengabadikan pengalaman mereka dalam bentuk tulisan.
Tulisan para siswa di buat menjadi sebuah buku antologi dengan judul "Merajut Asa Di Antara Duka Dunia."
Menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri dalam jiwa siswa, bahwa mereka mampu menghasilkan sebuah karya yang bisa dinikmati oleh orang lain.
Tindakan/Aksi Nyata yang saya lakukan
Saya melakukan observasi untuk mencari dan mendata para siswa yang memiliki kemampuan menulis yang bagus dan ada 9 orang siswa yang siap saya ajak untuk membuat tulisan.
Ke 9 orang tersebut membuat tulisan pengalaman berkesan yang mereka alami dalam hidup inI
Tulisan para siswa selanjutnya saya posting di blog Kompasiana dan blog pribadi. Link tulisan saya bagikan kepada para siswa. Hal ini yang membuat mereka semakin termotivasi untuk menulis.
Melihat antusias para siswa akhirnya saya mencoba mengajak mereka untuk menyusun buku antologi dengan tema "Merajut Asa Di Antara Duka Dunia"
Hasil yang diperoleh
Setelah berdiskusi dengan para siswa, saya bersama 9 orang siswa membuat naskah dalam waktu 1.5 bulan dan terkumpullah 12 naskah . Setelah semua naskah terkumpul, saya melakukan proses editing, kemudian saya kirim ke penerbit Oase untuk dicetak menjadi buku antologi.
Perasaan (Feeling)
Ada rasa syukur dan kepuasan serta kebahagian dalam batin saya karena telah mampu mengantarkan para siswa mencapai harapan dan keinginannya untuk memiliki buku karya sendiri walau dalam bentuk buku antologi. Harapan saya ke depan, semoga ini menjadi awal yang baik bagi para siswa agar mengembangkan bakat menulis yang mereka miliki. Hingga nantinya mereka bisa menjadi penulis yang handal.
Pembelajaran (finding)
Untuk mendapatkan hasil yang nyata, maka dibutuhkan kerjasama dan komitmen dari berbagai pihak, agar harapan dan cita-cita bisa terwujud sesuai dengan harapan.
Penerapan ke depan
Ini menjadi awal yang baik bagi para siswa sehingga dengan adanya buku antologi ini diharapkan menjadi motivasi agar mereka bisa mengembangkan bakat menulis yang mereka miliki dengan mengikuti Diklat kepenulisan secara daring.