Special Day



Pasanganku bukan orang yang romantis. Bukan pria yang Gombal atau pintar merayu dengan kata-kata. Dia lelaki polos tanpa banyak tingkah. Namun dia lelaki kebanggaan ku dan idola ketiga putriku. Banyak kejutan yang dia persembahkan untuk kami. Tanpa pernah terpikirkan olehku. 


Matahari baru menampakkan sinar hangatnya saat Vario yang membawa kami ke pasar melaju dengan kecepatan stabil. Rok jean berpadu dengan rajutan ungu menutupi badan mungilku dengan dipadu dengan jilbab motif bunga kecil. Sepatu krepes yang ringan memudahkan langkahku untuk mengelilingi pasar Bertais Mandalika yang terbilang luas. 


Butuh waktu setengah jam untuk mencari kebutuhan yang aku perlukan. Tanpa berlama-lama aku pun menghampiri pujaan hati yang dengan sabar menunggu di parkiran. 


Entah apa yang ada dibenaknya. Motor Vario dibelokkan menuju jalur Gunung Sari. Rasa penasaran mengharuskan untuk mencari tahu. Namun seperti biasa dia hanya menjawab jalan-jalan sebentar. 


Setelah istirahat membeli rambutan, dia pun melanjutkan perjalanan. Semakin jauh Vario melaju, jalanan yang kami lalui sangat asing bagiku. Maklum sebagai ibu rumah tangga, jarang sekali keluar kalau tidak bersama satu kompi rombongan. 


Tanjankan terjal dan bekelok membuat perutku semakin dingin. Posisi dudukku yang identik dengan duduk wanita di motor, semakin membuatku panik tak karuan. Khawatir terjadi hal yang tak diinginkan. Aku pun semakin mengencangkan peganganku dipinggangya. 


Sembari memejamkan mata dan menahan napas aku diam tak bergeming. Tak sedetikpun ku nikmati perjalananku saat itu. Walaupun dengan santainya dia mengucapkan. 

"Bu, lihat pemandangannya bagus banget." 

Tak ku hiraukan pujiannya pada alam Ciptaan Sang Khalik. Aku seolah asyik menikmati ketakutan yang semakin membuncah. Terasa ada lem yang menempel di mataku, membuatnya sulit di buka. 


Tanpa terasa kami sudah sampai di atas bukit. Berlahan namun pasti kendaraan warna Fink itu pun berhenti. Seolah sedang latihan membuka mata, sembari menyipitkan mata, berlahan kuintip lingkungan sekitar.

"Subhanallah." Spontan kalimat itu yang keluar dari bibirku. Pemandangan alam yang begitu menakjubkan terbentang luas di depanku. Ketinggian membuatku dengan leluasa bisa menikmati keindahan Lombok Barat dari atas bukit. Wisata Taman Langit yang ada di wilayah Batulayar sungguh memukau


"Selamat! Sebuah ucapan meluncur dari bibir tipis suamiku. 

Kerutan keningku menyiratkan kebingunganku dengankalimat yang diucapkan. 

"Selamat!! Untuk kedua kalinya kalimat itu kembali terdengar. 

Aku semakin tak mengerti maksud ucapannya. 

"Ada apa pak, bapak dapat hadiah dari kantor? Aku berusaha menebak.

Gelengan kepalanya menandakan tebakanku meleset. 

"Selamat ulang tahun sayang, semoga panjang umur dan selalu jadi orang terbaik di dalam hidupku." Ucapnya gamblang sembari pelukannya mendarat di badanku.


Kulirik jam tangan, tampak angka 9 dengan jelas tertulis di bagian date. Sekarang baru aku menyadari bahwa hari ini merupakan hari kelahiranku. Kubalas pelukannya sembari mengucapkan terima kasih karena telah memberikanku kejutan yang tak terduga. 


Belasan tahun menikah selalu ada kejutan yang diberikan buat kami semua. Terima kasih imamku, semoga kita akan selalu bersama selamanya. Aamiin...




Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama