My Princess

Biografi, My Familiy. imut-imut

Syifa Ilmira Abid sebuah nama yang kusematkan pada gadis kecil kelahiran 9 Februari 2010. Wajah imutmu mampu menghilangkan kesakitan yang kualami pasca operasi Caesar. 


Tangisanmu membuatku tersenyum bahwa kau baik-baik saja. Bagiku tangisanmu hari itu adalah bentuk ucapan selamat tinggal dunia rahim dan selamat datang dunia fana.  


Jemarimu yang lentik dan mungil kau kaitkan di lenganku seolah memberiku tanda, agar aku bisa menuntunmu, membimbingmu dan menemanimu menjalani hari-hari yang penuh liku. 


Badan mungilmu pertanda bahwa kamu belum mampu untuk mandiri dan membutuhkan peranku untuk mendampingimu melewati setiap langkah dan hembusan napas. 


Senyuman yang kau suguhkan saat menyambutku pulang dari sekolah mampu menghilangkan kepenatan dan kelelahan yang kualami. 


Tanpa terasa hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun berganti tahun kamu tumbuh begitu cepat. Kamu semakin besar sementara diriku semakin tua.  


Tidak jarang kamu membuat kejutan dalam hidupku. Kadang aku tersenyum sendiri mengingat semuanya. Aku selalu menawarkan hadiah kepadamu saat hari ulang tahunmu. Tapi jawabanmu selalu membuatku tercengang tak percaya dengan permintaanmu. Diusiamu yang masih belia kamu justru berpikir lebih dewasa dan bermakna dari anak-anak seusiamu. 


Saat anak-anak lain menginginkan boneka. Kamu malah menginginkan  Al-Quran kecil. Saat gadis kecil sepertimu menyukai baju baru malah kamu lebih senang membaca komik. Saat anak-anak lain minta sama orang tuanya untuk jalan-jalan ke mall. Kamu malah minta diajak jalan-jalan ke toko buku. Saat gadis seusiamu menghapal lagu-lagu, kamu malah lebih suka menghapal dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. 


Kamu jarang meminta sesuatu. Kamu jarang menginginkan mainan. Malah kamu suka dengan yang kurang diminati oleh banyak anak-anak. Namun itulah keunikanmu yang membuatku bangga memilikimu. 


Ingatlah komentar positif orang kepadamu. "Dari hampir ratusan anak yang ikut vaksin hanya kamu yang bilang terima kasih kepada kami. Kamu memiliki attitute yang baik nak". Kalimat yang sempat kamu ceritakan kepadaku saat petugas kesehatan memberikan apresiasi atas prilakumu yang unik. 


Tetaplah menjadi pribadi yang berbeda dengan kebanyakan orang. Tetaplah menjadi insan yang berkualitas. Tetaplah menjadi kebanggan keluarga.  


Semoga kehidupanmu selalu diliputi keberkahan, kebahagiaan serta ketenangan sampai kapan pun. Aamiin Ya Robbal Alamin. 



Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama