Tidak semua orang bisa menyerap pelajaran yang disampaikan lewat buku. Kadang kala, Anda mungkin lebih banyak mempelajari hal-hal baru dengan cara mendengar atau merasakan langsung. Sebab, setiap orang memiliki gaya belajar masing-masing. Untuk mengetahui gaya belajar yang anda miliki, maka harus melakukan tes gaya belajar. anda bisa melakukan tes disini.
Ada 3 jenis Gaya Belajar
1. Gaya Belajar Visual
Pengertian gaya belajar visual adalah gaya belajar yang berfokus pada penglihatan. Dalam gaya belajar ini, Anda dapat memahami informasi lebih baik ketika disajikan secara visual.
Tipe visual lebih nyaman belajar dengan menggunakan warna, garis, ataupun bentuk. Ia akan merasa bosan dengan tulisan-tulisan.
Adapun ciri-ciri gaya belajar visual, yaitu:
Melihat dan mengamati hal-hal, seperti gambar, diagram, grafik, peta, dan lainnya.
Sering membuat catatan dengan menggunakan bagan, tabel, atau spidol warna-warni sehingga buku catatannya terlihat sangat atraktif.
Lebih mudah mengingat apa yang dilihat.
Senang melihat sebuah instruksi didemonstrasikan.
Namun, kekurangan gaya belajar visual adalah mereka butuh lebih banyak waktu untuk mencerna informasi yang diberikan. Pasalnya, mereka harus terlebih dahulu memproses informasi, kemudian menumpahkan ide tersebut secara menarik di atas media yang diinginkannya.
Senang membaca artikel atau buku
Lebih suka membaca daripada dibacakan
Mencari kata-kata di kamus
Mencari informasi di internet
Menulis esai
Menulis di buku catatan.
Cara belajar ini adalah tipe paling ideal untuk diterapkan di sekolah-sekolah. Orang dengan gaya tersebut akan sangat senang bila diberi tugas membaca literatur, mencari informasi dari internet, atau menulis esai.
2. Gaya belajar auditori
anak di kelas
Pemilik gaya belajar auditori bisa menjelaskan sesuatu secara verbal dengan baik
Orang yang memiliki gaya belajar auditori lebih mampu memproses informasi yang berguna ketika mendengarnya, misalnya lewat pidato, diskusi, maupun lewat musik. Kadang kala, Anda akan menggumamkan informasi yang didengar agar lebih melekat di otak.
Ciri-ciri gaya belajar auditori, di antaranya:
Lebih suka mendengarkan materi daripada membaca catatan tertulis
Berbicara pada diri sendiri saat belajar agar mudah diingat
Membaca dengan mengeluarkan suara
Menjelaskan sesuatu secara verbal dengan baik
Lebih mengingat apa yang didengar.
Orang dengan gaya belajar ini sering dicap pemberani karena mereka tidak malu untuk mengungkapkan pendapatnya. Sebaliknya, gaya belajar ini akan membuat Anda menjadi pembaca buku yang lambat dan sering mengulang-ulang hal yang dikatakan guru kepadanya.
3. Gaya belajar kinestetik
Gaya belajar kinestetik adalah gaya belajar yang menuntut Anda untuk mengalami sendiri pembelajaran yang dimaksud.
Misalnya, ketika guru menerangkan tentang anatomi tubuh kucing, maka Anda harus menyentuh, mencium, atau merasakan sendiri bagian yang dimaksud agar informasi itu tersimpan baik di otak.
Ciri-ciri gaya belajar kinestetik, antara lain:
Belajar melalui gerakan
Senang belajar dengan metode praktik
Menikmati aktivitas yang melibatkan gerak tubuh, misalnya olahraga atau menari
Suka melakukan eksperimen dan menciptakan sesuatu
Berjalan-jalan saat menghafal.
Sisi positif dari gaya belajar kinestetik adalah memicu seseorang untuk menjadi sangat aktif sehingga dapat disalurkan untuk kegiatan olahraga, menari, dan aktivitas fisik lainnya.
Sedangkan, sisi negatifnya adalah orang dengan tipe kinestetik dapat sangat sulit diminta duduk untuk membaca buku atau bahkan mendengar penjelasan yang disampaikan guru.
Orangtua bisa mulai memperhatikan kecenderungan gaya belajar anak mulai dari usia 6-7 tahun. Gaya belajar ini biasanya akan mengkristal alias semakin kentara ketika anak sudah memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Baca Juga
Sekolah dengan Metode Montessori Sedang Naik Daun, Apa Kelebihannya?
7 Cara Mengembangkan Bakat Anak yang Perlu Dipahami Orangtua
Bagaimana cara memaksimalkan gaya belajar?
Tidak ada gaya belajar satu yang lebih baik dibanding yang lainnya. Setiap gaya belajar memiliki batasan, namun semuanya dapat dilatih demi memaksimalkan proses belajar.
Berikut adalah tips untuk memaksimalkan macam-macam gaya belajar:
1. Visual
Wujudkan kalimat yang Anda dengar atau baca melalui gambar diagram, tabel, atau menggarisbawahi dengan spidol warna-warni. Hal ini akan membuat Anda mengingat pembelajaran dengan baik.
Untuk memaksimalkan gaya belajar ini, Anda dapat merangkum atau menyalin kembali kata-kata dari buku yang baru saja dibaca. Selain itu, Anda bisa menuangkan ide-ide yang ada di kepala ke dalam tulisan.
2. Auditori
Dalam memaksimalkan gaya belajar auditori, dengarkan audiobook atau bacalah dengan lantang informasi yang baru saja Anda peroleh dari buku. Anda juga dapat merekam materi yang disampaikan oleh guru dan mendengarkannya saat belajar.
3. Kinestetik
Untuk memaksimalkan gaya belajar kinestetik, Anda dapat merasakan sendiri benda-benda yang berhubungan dengan pengetahuan.
Misalnya, pergi ke museum, taman, atau pusat pengetahuan. Anda juga dapat mempelajari alat musik atau alat olahraga untuk mengasah kemampuan otak.
Tidak menutup kemungkinan bagi anak untuk memiliki gaya belajar kombinasi, tapi pasti ada salah satu gaya yang lebih dominan. Dengan mengetahui gaya belajar yang sesuai, Anda dapat meningkatkan kemampuan akademis maupun keterampilan lainnya.